Showing posts with label cerita anak. Show all posts
Showing posts with label cerita anak. Show all posts

FABEL: KUPU-KUPU YANG SUKA MENYANYI

 


Di sebuah taman bunga yang indah, hiduplah seekor kupu-kupu bernama Lili. Lili berbeda dari kupu-kupu lain karena ia sangat suka menyanyi. Setiap pagi, ia bernyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga. Suaranya lembut dan merdu. Namun, beberapa serangga menertawakannya. “Kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi,” kata belalang.

Lili merasa sedih, tetapi ia tidak berhenti bernyanyi. Suatu hari, badai besar datang dan membuat taman menjadi gelap. Semua serangga merasa takut dan kebingungan. Saat itu, Lili bernyanyi dengan suara indahnya. Lagu itu membuat semua serangga menjadi tenang dan berani.

Setelah badai berlalu, mereka menyadari bahwa nyanyian Lili sangat bermanfaat. Belalang pun meminta maaf. Sejak saat itu, Lili bernyanyi dengan bangga, dan semua penghuni taman menghargai keunikannya.

Berikut 5 soal dan jawaban berdasarkan fabel tersebut:

  1. Di mana Lili si kupu-kupu tinggal?
    Jawaban: Di sebuah taman bunga yang indah.
  2. Apa kebiasaan Lili setiap pagi?
    Jawaban: Menyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga.
  3. Mengapa beberapa serangga menertawakan Lili?
    Jawaban: Karena mereka menganggap kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi.
  4. Apa yang dirasakan serangga lain saat badai datang?
    Jawaban: Mereka merasa takut dan kebingungan.
  5. Apa perubahan sikap serangga lain setelah badai berlalu?
    Jawaban: Mereka menghargai Lili dan menyadari manfaat nyanyiannya.

Pesan Moral

Jadilah diri sendiri dan jangan takut menunjukkan kelebihan, karena setiap keunikan memiliki manfaat. πŸŒΈπŸ¦‹

 

FABEL : SEMUT DAN BELALANG

 

 

Seekor semut yang rajin bekerja keras untuk menyimpan makanan untuk musim dingin. Sementara itu, seekor belalang yang malas hanya bermain dan bernyanyi. Ketika musim dingin datang, semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang bekerja keras untuk menyimpan makanan?

A: Semut.

2. Q: Apa yang dilakukan belalang ketika semut bekerja?

A: Belalang bermain dan bernyanyi.

3. Q: Apa yang terjadi pada semut dan belalang ketika musim dingin datang?

A: Semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

4. Q: Apa sifat semut dalam cerita ini?

A: Rajin dan bertanggung jawab.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

 

Pesan Moral: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

FABEL : SINGA DAN TIKUS

 


 

Seekor singa yang kuat menangkap seekor tikus. Tikus tersebut memohon untuk dibebaskan dan berjanji akan membantu singa jika diperlukan. Singa yang merasa lucu kemudian membebaskan tikus. Beberapa hari kemudian, singa terjebak dalam jaring dan tikus datang untuk membantu singa dengan menggigit jaring.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang ditangkap oleh singa?

A: Tikus.

2. Q: Mengapa singa membebaskan tikus?

A: Karena singa merasa lucu dan tikus berjanji akan membantu.

3. Q: Apa yang terjadi pada singa setelah dibebaskan tikus?

A: Singa terjebak dalam jaring.

4. Q: Siapa yang membantu singa keluar dari jaring?

A: Tikus.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

FABEL : KELINCI DAN KURA-KURA

 


 

Seekor kelinci yang sombong menantang seekor kura-kura untuk berlomba. Kelinci yang yakin akan menang kemudian berhenti di tengah jalan dan tidur. Sementara itu, kura-kura terus berjalan perlahan-lahan. Ketika kelinci bangun, kura-kura sudah mencapai garis finish.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang menantang kura-kura untuk berlomba?

A: Kelinci.

2. Q: Mengapa kelinci berhenti di tengah jalan?

A: Karena kelinci merasa yakin akan menang.

3. Q: Siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu?

A: Kura-kura.

4. Q: Apa sifat kelinci dalam cerita ini?

A: Sombong dan malas.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

FABEL : BURUNG GAGAK DAN BOTOL

 


 

Seekor burung gagak yang haus mencari air di gurun. Ia menemukan sebuah botol yang berisi air, tetapi leher botol terlalu sempit untuk burung gagak memasukkan kepala. Burung gagak kemudian menggunakan batu untuk memasukkan ke dalam botol dan menaikkan air ke permukaan. Dengan cara itu, burung gagak dapat minum air dari botol.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan burung gagak untuk mendapatkan air?

A: Burung gagak menggunakan batu untuk menaikkan air.

2. Q: Mengapa burung gagak tidak dapat memasukkan kepala ke dalam botol?

A: Karena leher botol terlalu sempit.

3. Q: Apa yang terjadi pada air di dalam botol setelah burung gagak memasukkan batu?

A: Air naik ke permukaan.

4. Q: Apa sifat burung gagak dalam cerita ini?

A: Cerdas dan gigih.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

 

Pesan Moral: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

FABEL : KUCING DAN TIKUS

 


 

Di sebuah rumah tua, hiduplah seekor kucing yang rakus dan seekor tikus yang cerdas. Suatu hari, kucing tersebut mencoba untuk menangkap tikus, tetapi tikus berhasil melarikan diri. Kucing tersebut kemudian berpura-pura menjadi teman tikus dan mengundangnya untuk makan bersama. Tikus yang cerdas tidak percaya dan memutuskan untuk tidak datang. Kucing tersebut akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan kucing untuk menangkap tikus?

A: Kucing berpura-pura menjadi teman tikus.

2. Q: Mengapa tikus tidak datang ke undangan kucing?

A: Karena tikus tidak percaya kucing.

3. Q: Apa yang terjadi pada kucing di akhir cerita?

A: Kucing tidak mendapatkan apa-apa.

4. Q: Apa sifat kucing dalam cerita ini?

A: Rakus dan licik.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

 

Pesan Moral: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

FABEL : SUNGAI DAN BATU

 

 

Seekor sungai yang mengalir deras bertemu dengan batu besar di tengahnya. Sungai tersebut mencoba untuk menggerakkan batu, tetapi batu tidak bergeser. Sungai tersebut merasa frustrasi dan marah. Namun, setelah beberapa waktu, sungai sadar bahwa batu dapat menjadi tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan sungai terhadap batu?

A: Sungai mencoba untuk menggerakkan batu.

2. Q: Mengapa sungai frustrasi?

A: Karena batu tidak bergeser.

3. Q: Apa yang disadari oleh sungai?

A: Sungai sadar bahwa batu dapat menjadi tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan.

4. Q: Apa yang dapat kita pelajari dari cerita ini?

A: Kita dapat belajar untuk melihat sisi positif dari kesulitan.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menerima dan menghargai kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar.

 

Pesan Moral: Kita perlu menerima dan menghargai kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar.

FABEL : BUNGA DAN LEBAH

 

 

Seekor bunga yang indah dan harum hidup di taman. Suatu hari, seekor lebah datang dan mengunjungi bunga untuk mengambil madu. Bunga tersebut merasa bahwa lebah hanya memanfaatkan dirinya dan tidak peduli dengan keindahannya. Namun, lebah menjelaskan bahwa tanpa bunga, lebah tidak dapat membuat madu yang lezat.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan lebah terhadap bunga?

A: Lebah mengambil madu dari bunga.

2. Q: Mengapa bunga merasa tidak puas?

A: Karena bunga merasa bahwa lebah hanya memanfaatkan dirinya.

3. Q: Apa yang dijelaskan oleh lebah kepada bunga?

A: Lebah menjelaskan bahwa tanpa bunga, lebah tidak dapat membuat madu yang lezat.

4. Q: Apa yang disadari oleh bunga?

A: Bunga sadar bahwa lebah juga membutuhkan dirinya.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menghargai hubungan timbal balik.

 

Pesan Moral: Kita perlu menghargai hubungan timbal balik.

FABEL : MATAHARI DAN HUJAN

 

 

Matahari dan hujan adalah dua sahabat yang berbeda. Matahari suka bersinar cerah, sedangkan hujan suka turun dengan deras. Suatu hari, matahari dan hujan bertengkar karena tidak ada yang mau mengalah. Namun, setelah beberapa waktu, mereka sadar bahwa keduanya dibutuhkan untuk membuat bumi menjadi indah dan subur.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan matahari dan hujan?

A: Matahari dan hujan bertengkar.

2. Q: Mengapa matahari dan hujan bertengkar?

A: Karena tidak ada yang mau mengalah.

3. Q: Apa yang disadari oleh matahari dan hujan?

A: Keduanya dibutuhkan untuk membuat bumi menjadi indah dan subur.

4. Q: Apa yang terjadi pada bumi jika hanya ada matahari atau hanya ada hujan?

A: Bumi tidak akan menjadi indah dan subur.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menerima dan menghargai perbedaan.

 

Pesan Moral: Kita perlu menerima dan menghargai perbedaan.

FABEL : POHON DAN BAYANGAN

 

 

Seekor pohon yang besar dan kuat berdiri di tepi sungai. Suatu hari, pohon tersebut melihat bayangannya sendiri di air dan merasa tidak puas dengan bentuknya. Pohon tersebut meminta bayangannya untuk berubah menjadi lebih besar dan lebih indah. Namun, bayangan tidak dapat berubah karena itu hanya refleksi dari pohon itu sendiri. Pohon tersebut sadar bahwa keindahan sebenarnya ada pada dirinya sendiri.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan pohon terhadap bayangannya?

A: Pohon meminta bayangan untuk berubah.

2. Q: Mengapa pohon ingin mengubah bayangannya?

A: Karena pohon tidak puas dengan bentuknya.

3. Q: Apa yang disadari oleh pohon?

A: Pohon sadar bahwa keindahan sebenarnya ada pada dirinya sendiri.

4. Q: Apa yang tidak dapat dilakukan oleh bayangan?

A: Bayangan tidak dapat berubah.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita harus menerima dan menghargai diri sendiri apa adanya.

 

Pesan Moral: Kita harus menerima dan menghargai diri sendiri apa adanya.

FABEL : BINTANG DAN AWAN

 

 

Di langit yang luas, hiduplah seekor bintang yang bercahaya sangat terang. Suatu hari, seekor awan yang lembut dan putih datang dan meminta bintang untuk mengurangi cahayanya karena membuat awan merasa tidak terlihat. Bintang setuju dan mengurangi cahayanya. Namun, tanpa cahaya bintang, dunia menjadi gelap dan tidak ada yang dapat melihat awan lagi. Awan sadar bahwa tanpa bintang, awan tidak ada artinya.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan bintang untuk awan?

A: Bintang mengurangi cahayanya.

2. Q: Mengapa awan meminta bintang untuk mengurangi cahayanya?

A: Karena awan merasa tidak terlihat.

3. Q: Apa yang terjadi pada dunia tanpa cahaya bintang?

A: Dunia menjadi gelap.

4. Q: Apa yang disadari oleh awan?

A: Awan sadar bahwa tanpa bintang, awan tidak ada artinya.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menghargai keunikan dan kelebihan orang lain.

 

Pesan Moral: Kita perlu menghargai keunikan dan kelebihan orang lain.

Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 5: Lomba Puisi Anti-Mainstream

 

Di akhir semester, ada lomba baca puisi bertema "Keindahan Alam". Aji, Bima, dan Citra dipaksa ikut oleh guru Bahasa Indonesia.

Bima, si logis, membuat puisi tentang "Siklus Air dan Pentingnya Evaporasi". Citra membuat puisi tentang "Awan Estetik dan Selfie di Puncak Gunung".

Giliran Aji. Ia tidak suka puisi mainstream. Ia maju ke depan panggung dengan serius dan mulai mendeklamasikan:

"Oh, nyamuk yang hinggap di pipi, Kau adalah bagian dari ekosistem. Meski suaramu mengganggu tidurku, Dan gigitanmu meninggalkan bekas merah, Namun tanpamu, rantai makanan pasti putusJadilah nyamuk yang bermanfaat, bukan sekadar pemuas darah!"

Semua penonton terdiam. Hanya Citra yang bertepuk tangan heboh sambil merekam. Juri bingung harus memberi nilai berapa. Mereka akhirnya memberikan "Penghargaan Orisinalitas Paling Tidak Jelas" kepada Aji. Aji bangga, Bima mengelus dada, dan Citra langsung membuat story di media sosial dengan judul: "Aji Dinyamukki! Puisi Paling Absurd Abad Ini!"

Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 4: Misteri Bola Basket yang Pecah

 

Di lapangan basket, terjadi tragedi. Bola basket kesayangan tim sekolah tiba-tiba pecah. Semua menuduh Bima, karena ia yang terakhir memegang bola.

"Aku cuma mendribel biasa! Aku bersumpah!" bela Bima.

Aji, yang suka menjadi detektif amatir, angkat bicara. "Tenang! Biarkan Detektif Aji beraksi! Ada tiga kemungkinan: Sabotase, Keterlaluan, atau Kesalahan Teknis. Bima bukan tipe Sabotase, dan mendribel tidak mungkin Keterlaluan."

Citra sibuk mengambil angle foto bola yang pecah. "Aku curiga sama rumput di sini. Terlalu tajam. Bisa jadi ini Rumput Iblis," usul Citra sambil fokus pada filter Instagram.

Aji lalu memeriksa rumput di sekitar Bima. Tiba-tiba, ia menemukan sesuatu. "Bima! Lihat ini! Ada duri Landak!"

Ternyata, bola itu memantul di dekat semak-semak tempat Landak lewat. Durinya yang tajam menusuk bola persis saat Bima mendribel. Mereka akhirnya membersihkan nama Bima dan menyalahkan Landak yang tidak bertanggung jawab. Bima hanya bisa menghela napas, "Sudah kubilang, aku cuma sial."

Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 3: Drama Cekcok di Kantin Berebut Kursi

Jam istirahat adalah medan perang, dan kursi kantin adalah hadiah termahal. Trio ini selalu punya ritual wajib: berebut kursi di dekat kipas angin.

Hari itu, kursi idaman mereka sudah diduduki oleh tiga senior kelas 12 yang dikenal pendiam dan selalu serius belajar sambil makan.

"Bim, enggak enak ganggu senior," bisik Citra.

Aji menyambar, "Enggak bisa! Kalau kita makan di sana, udara panas, keringat menetes, nanti foundation aku luntur!" (Aji memang suka pakai foundation tipis).

Aji lalu mendekati meja senior, pura-pura bersin kencang. "Haatchiii! Aduh, alergi parah sama... meja yang ada di sana. Sepertinya meja ini harus segera disterilkan. Permisi, Kak!"

Para senior yang terkejut oleh drama fake alergi Aji, langsung berdiri dan pergi sambil membawa buku-buku mereka, enggan berurusan dengan Aji.

Bima dan Citra buru-buru duduk. "Aji, jurus terburukmu berhasil lagi. Tapi aku enggak jamin kita besok enggak dikunciin di toilet sama mereka," kata Bima sambil menyantap baksonya dengan rasa bersalah.

Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 2: Proyek Sains "Kulkas Tanpa Listrik"

 

Guru Fisika, Pak Broto, memberikan tugas proyek yang menantang: membuat kulkas sederhana tanpa menggunakan listrik. Bima, yang percaya pada fisika murni, serius merancang pendingin dengan sistem penguapan air. Aji dan Citra? Mereka punya ide yang... unik.

"Kita butuh media pendingin yang alami," kata Aji sambil menggaruk dagu. "Aku tahu! Kita pakai es batu abadi!"

Bima menggeleng. "Mana ada es batu abadi, Ji? Logika!"

Citra lalu menyodorkan toples kaca besar. "Kita bawa koleksi ulat Glow in the Dark milikku. Konon, suhu tubuh mereka sangat dingin. Kita sebut saja Bio-Kulkas Ulat GID."

Bima melotot. "Itu bioluminesens, Cit, bukan pendingin! Itu ulat! Bau!"

Tapi Aji sudah bersemangat. Mereka lalu meletakkan satu kaleng soda di dalam toples ulat tersebut. Saat presentasi, soda itu memang dingin, tapi toplesnya penuh lendir ulat. Pak Broto terdiam. "Ini... inovasi yang menjijikkan. Tapi sodanya dingin. Nilai estetika nol, nilai pendinginan 5. Kalian lulus bersyarat!"

Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 1: Hilangnya Kaos Kaki Keberuntungan

 

Karakter Utama:

·       Aji: Si paling modis, tapi random.

·       Bima: Si paling logika, tapi sering kena sial.

·       Citra: Si paling santai, ahli selfie.

Hari Senin pagi adalah neraka bagi Aji. Ia panik mencari "Kaos Kaki Keberuntungan" bergambar bebek yang selalu ia pakai saat ulangan Sejarah.

"Bim, Cit! Gawat! Kaos kakiku hilang! Aku enggak bisa ulangan tanpa soulmate kakiku itu!" rengek Aji, menggeledah tas Bima yang sedang makan nasi uduk.

Bima, dengan mulut penuh, menjawab, "Ji, itu cuma kaos kaki. Lagipula, keberuntunganmu lebih sering bikin kita dihukum, bukan lulus ulangan."

"Hussh! Jangan bilang gitu!" Aji lalu melihat ke bawah meja dan berteriak, "Nah, itu dia!"

Ternyata, Citra yang datang terlambat buru-buru memakai kaos kaki itu tadi pagi karena kaos kakinya sendiri basah. "Oh, ini kaos kaki bebekmu? Maaf, Ji. Tapi lumayan, aku tadi lancar lari kejar-kejaran sama Pak Satpam!" kata Citra santai sambil mengangkat kaki.

Aji langsung terduduk lemas. "Sudah dipakai? Keberuntungan itu sudah tercemar bau keringat lari sprint. Tamat riwayatku di pelajaran Sejarah!" Bima dan Citra hanya bisa tertawa melihat drama berlebihan Aji.

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 10: Janji di Bawah Pohon Hormat

 Tahun ajaran berakhir. GTS duduk di bawah pohon beringin yang dulunya digali Leo (Series 3). Mereka merayakan kelulusan kelas 12 dan kenangan absurd mereka.

"Kita sudah melalui drama tikus, telepati kacau, dan kegagalan masak," kata Rara sambil tertawa. "Aku bangga kita berhasil."

Leo menyahut, "Tapi yang paling penting, kita berhasil mempertahankan Tumbler Legendarisku."

Fahri, yang selama ini diam, tiba-tiba berdiri tegak seperti sedang baris-berbaris. "Aku... Fahri. Aku bersumpah. Aku akan menjauhi semua peran pohon, tikus, dan benda mati lainnya. Aku hanya akan menjadi Fahri."

Leo dan Rara tertawa terbahak-bahak melihat Fahri yang berpose hormat kepada pohon beringin. Mereka sadar, persahabatan mereka tidak didasarkan pada kesamaan, tetapi pada penerimaan terhadap kegilaan masing-masing.

"Hei, lihat!" seru Rara. Di balik pohon, ada Ibu Kantin sedang tersenyum. "Jangan lupa, kalian berhutang Nasi Goreng Setan buatan Ibu kalau nanti kalian datang lagi!"

Mereka saling pandang. Mereka tahu, meskipun masa SMA sudah berakhir, petualangan GTS tidak akan pernah selesai. Mereka berjanji akan selalu kompak.

Meskipun episode SMA ini berakhir, petualangan GTS di dunia perkuliahan dan dunia kerja pasti lebih kocak! Ikuti kisah Leo, Rara, dan Fahri selanjutnya dalam seri terbaru: "GTS di Dunia Nyata"!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 9: Misi Mengembalikan Kaos Kaki Bebek yang Dicuri

 Aji, dari geng sebelah (Trio Kucing Garong), tiba-tiba datang ke GTS dengan wajah lesu. "Tolong aku! Kaos Kaki Keberuntunganku hilang lagi!"

GTS mendengarkan ceritanya. Ternyata, setelah insiden di Series 1, Kaos Kaki Bebek itu disimpan di lemari Aji. Namun, hari ini, lemari Aji ditemukan terbuka, dan kaos kaki itu lenyap.

Leo, sebagai ahli drama, langsung berasumsi, "Ini ulah Phantom Pencuri Kaos Kaki yang melegenda di sekolah kita!"

Rara mengabaikan teori Phantom. "Fahri, coba lihat jejak kaki di lemari."

Fahri menemukan jejak kaki kecil. "Ini bukan jejak manusia, tapi... hewan pengerat!"

Ternyata, seekor tikus (mungkin tikus yang sama yang mengejar Fahri di Series 4) telah mencuri kaos kaki itu untuk membuat sarang yang hangat. Mereka mengikuti jejak kaki hingga ke ruang penyimpanan alat olahraga.

Mereka menemukan sarang tikus, dan di tengah-tengahnya, Kaos Kaki Bebek itu terlipat rapi. Aji berteriak gembira. "Kau kembali, soulmate!"

Namun, mereka melihat ibu tikus dan anak-anaknya menatap sedih. Leo terenyuh. Ia mengambil Kaos Kaki Keberuntungan, tetapi meninggalkan sepotong jaket usang untuk sarang tikus itu.

Kaos Kaki Bebek kembali, tapi apakah tikus itu akan membalas dendam? Dan bagaimana cara GTS menjaga persahabatan mereka di tengah kekonyolan? Temukan di Series Terakhir!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 8: Fahri dan Kutukan Peran Pohon

 Keesokan harinya, Fahri (si Pohon) berlatih dengan ketakutan. Kali ini, ia bertekad menjadi pohon yang sempurna: diam, kaku, dan tidak bergerak.

"Aku akan jadi pohon yang realistis," tekad Fahri.

Saat gladi resik, Fahri berdiri sangat kaku hingga dia lupa bernapas. Ia pun jatuh pingsan di tengah adegan romantis. Leo dan Rara panik, berlari ke panggung.

Sutradara menghela napas. "Baik, lupakan pohon. Kita ubah naskah. Pohon itu ditebang. Kita butuh pengganti. Siapa yang bisa menjadi Batu?"

Leo dan Rara saling pandang. Batu adalah peran yang paling aman.

"Aku bisa menjadi batu yang penuh misteri!" tawar Leo. "Aku bisa menjadi batu yang secara geologis sangat stabil," timpal Rara.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk berbagi peran. Mereka berdua berjongkok di panggung, berpura-pura menjadi dua bongkahan batu di tepi sungai. Saat adegan dimulai, Leo (Batu 1) berbisik, "Rara, kakiku kesemutan!" Rara (Batu 2) membalas, "Diam, Leo! Batu tidak bicara!"

Apakah mereka berhasil menjadi Batu yang baik? Dan bagaimana cara mereka mengatasi kesemutan terburuk dalam sejarah drama sekolah? Jawabannya ada di Series 9!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 7: Pengganti Pohon di Panggung Drama

 Setelah insiden tikus dan Fahri yang quit dari peran pohon, sutradara drama menuntut pengganti segera. Leo, yang sempat menjadi pohon improvisasi, dicalonkan.

"Leo, kamu punya passion sebagai pohon. Kamu harus menggantikan Fahri," kata sutradara galak.

"Tapi aku Pahlawan!" protes Leo.

Sutradara tak peduli. Leo akhirnya menerima peran itu dengan syarat: Pohonnya harus memiliki dialog. Rara melatih Leo, sementara Fahri duduk di kursi penonton sambil makan popcorn, masih trauma dengan tikus.

Saat pementasan, Leo (si Pohon) berjalan masuk dengan gerakan yang terlalu dramatis. Dia memeluk sang Putri (Rara) alih-alih hanya berdiri di sampingnya.

"Putri! Aku adalah pohon yang melindungi takdirmu! Aku tidak hanya diam! Aku merasakan emosi tanah!" seru Leo di tengah dialog Pahlawan sesungguhnya.

Pahlawan asli bingung, Putri (Rara) menahan tawa, dan penonton berbisik. Sutradara di belakang panggung hampir pingsan.

Tiba-tiba, Fahri di kursi penonton berteriak, "Leo! Jangan overacting! Pohon enggak kayak gitu!"

Sutradara langsung menunjuk Fahri. "Kamu! Besok kamu yang jadi pohon! Hukuman!" Fahri kaget.

Kini Fahri kembali menjadi pohon! Akankah drama sekolah berlanjut tanpa insiden? Baca kengerian pohon Fahri di Series 8!