Showing posts with label cerita anak. Show all posts
Showing posts with label cerita anak. Show all posts

NARRATIVE TEXT AND GENERIC STRUCTURE: THE MOUSE DEER AND THE ELEPHANT



One day, there was a mouse deer. He was trapped in a hole that had been made by a group of hunters.
The mouse deer screamed for help but no one heard him. It was hopeless for him to escape from the trap. He waited and waited and finally  an elephant came. He  was happy and asked for help but the elephant  was not smart enough to help him. The elephant did not know how to do.
In the end, the mouse deer got a bright idea. He said to the elephant, “Come down here! Come down to this hole so you can help me get out!” Foolishly The elephant agreed and followed the mouse deer’s order. The elephant jumped down to the hole.
Of course the mouse deer quickly hopped on the elephant’s body and then hopped out of the hole. He was free and leaving the elephant trapped in the hole in turn.


Arti Cerita Si Kancil dan Gajah dari Teks Bahasa Inggris
Suatu hari, hidupla kancil. Ia sedang terjebak didalam sebuah lubang yang telah dibuat oleh sekelompok pemburu.
Kancil tersebut berteriak meminta tolong, tapi tidak ada yang mendengarnya. Tidak ada harapan lagi baginya untuk bisa lepas dari perangkap lobang itu. Iapun menunggu dan menunggu dan akhirnya seekor gajah datang. Kancil tersebut merasa senang dan meminta pertolongan gajah tapi gajah itu tidak cukup cerdas untuk bisa membantunya. Gajah itu tidak tahu bagaimana cara menolongnya.
Pada akhirnya, kancil pun punya ide cemerlang. Ia berkata kepada gajah, “Ayo ke sini! Ayo masuklah ke lubang ini sehingga kamu bisa membantu aku keluar dari lobang ini” Bodohnya Gajah itu, menyetujui dan mengikuti perintah kancil tersebut. Gajah itupun melompat kedalam lubang.
Tentu saja kancil tersebut dengan cepat melompat ke atas tubuh gajah tersebut kemudian melompat keluar dari lubang. Iapun bebas dan meninggalkan gajah sendirian terjebak di dalam lubang itu.

Note on the generic structure Contoh Narrative Text Fable
1. Orientation: Pengenalan tokoh cerita kapan dan dimana terjadinya. Pada cerita si kancil dan gajah diatas, jelas dinyatakan bahwa orientasinya adalah si kancil itu sendiri dan seekor gajah  disuatu waktu.
One day, there was a mouse deer. He was trapped in a hole that had been made by a group of hunters.
2. Complication: Pertentangan atau permasalahan. Konsep dasar masalah keinginan yang tidak seperti kenyataan. Si kancil ingin keluar dari jebakan tapi tidak bisa. Pun si gajah tidak tahu cara menolong si kancil.
The mouse deer screamed for help but no one heard him.
He  was happy and asked for help but the elephant  was not smart enough to help him.
3. Resolution: Pada akhirnya dengan sedikit tipu daya, si kancil bisa keluar dari jebakan sementara si gajah si penolong mlah terjebah sendiri.
He was free and leaving the elephant trapped in the hole in turn. 

NARRATIVE TEXT and GENERIC STRUCTURE: THE UGLY DUCKLING AND NEW FRIEND

 



One upon time, a mother duck sat on her eggs. She felt tired of sitting on them. She just wished the eggs would break out. Several days later, she got her wish. The eggs cracked and some cute little ducklings appeared. “Peep, peep” the little ducklings cried. “Quack, quack” their mother greeted in return.However the largest egg had not cracked. The mother duck sat on it for several days. Finally, it cracked and a huge ugly duckling waddled out. The mother duck looked at him in surprise. He was so big and very gray. He didn’t look like the others at all. He was like a turkey.

When the mother duck brought the children to the pond for their first swimming lesson. The huge grey duckling splashed and paddled about just as nicely as the other ducklings did. “That is not a turkey chick. He is my very own son and quite handsome” the mother said proudly. However, the other animals didn’t agree. They hissed and made fun of him day by day. Even his own sisters and brothers were very unkind. “You are very ugly” they quacked. The little poor duckling was very unhappy. “I wish I looked like them” he thought to himself. One day, the ugly duckling run away and hid in the bushes. The sad duckling lived alone through the cold and snow winter.
Finally the spring flowers began to bloom. While he was swimming in the pond, he saw three large white swans swimming toward him. “Oh, dear. these beautiful birds will laugh and peck me too” he said to himself. But the swans did not attack him. Instead, they swam around him and stroked him with their bills. As the ugly duckling bent his neck to speak to them, he saw his reflection in the water. He could not believe his eyes. “I am not an ugly duckling but a beautiful swam” he exclaimed.
He was very happy. From that day on, he swam and played with his new friends and was happier than he had never been.



 

Arti Cerita Bebek Buruk Rupa dan Teman Barunya dari Teks Bahasa Inggris
Suatu kala, seekot ibu bebek duduk sedang mengerami telur-telurnya. Dia sudah merasa lelah selalu mendudukinya dan berharap telur-telur akan segera menetas. Beberapa hari kemudian, harapannya pun terwujud. Telur itu retak dan beberapa bebek kecil yang lucu muncul dari dalamnya. "Peep , peep" bebek kecil menangis. "Quack, quack" ibu bebek mnyambutnya. Akan tetapi satu telur terbesar masih belum menetas. Ibu bebek pun mengerami lagi selama beberapa hari. Akhirnya, telur terbesar itupun retak dan muncullah seekero itik yang besar bertampang buruk rupa berjalan tertatih-tatih keluar dari telur itu.  Ibu bebek pun menatapnya dengan heran. Ia begitu besar dan berwarna abu-abu. Ia tidak terlihat seperti saudara lainnya sama sekali. Ia mirip seperti kalkun.

Ketika ibu bebek membawa anak-anaknya ke kolam untuk belajar renang pertama kalinya. Dia memercik dan mendayung sama baiknya seperti bebek lainnya. "Dia itu bukan kalkun. Dia adalah anak ku yang cukup tampan" kata ibunyadengan bangga. Namun, hewan lain tidak setuju. Mereka mendesis dan mengolok-oloknya hari demi hari. Bahkan saudara-saudara sendiri juga tidak berlaku baik kepadanya. "Kau sangat jelek" kata mereka. Diapun merasa sangat tidak nyaman. "Aku berharap punya rupa seperti mereka" pikirnya. Suatu waktu Dia sudah tidak tahan lagi dan berlari, bersembunyi di semak-semak. Dia merasa sedih dan tinggal sendirian ditengah musim dingin yang bersalju.

Akhirnya musim semipun tiba. Ketika dia sedang berenang di kolam, ada tiga angsa putih besar berenang ke arahnya. "Astaga. burung itu pasti akan menertawakanku dan mematuk aku juga" katanya dalam hati. Ternyata angsa itu tidak menyerangnya. Sebaliknya, para angsa itu  berenang disekitaranya dan mengelus-elusnya. Ketika dia sedang membungkukkan lehernya untuk berbicara kepada para angsa itu, ia melihat bayangannya sendiri didalam air. Diapun  tidak bisa percaya apa yang dilihatnya. "Aku bukanlah si itik buruk rupa tapi aku adalah sekeor angsah yang cantik" serunya.

Dia merasa sangat senang. Sejak hari itu,dia berenang dan bermain dengan teman-teman barunya dan merasah lebih bahagia dari pada sebelumnya.

Generic Structure Contoh Narrative Text Fable
1. Orientation of the Narrative text: It introduces the participants which involve in the story of the Ugly Duckling. They are duck mother, Ugly duckling, duckling’s sister, and the swan.
2. Complication of the narrative text: It brings the rising conflict. In a long story, the complication should be minors and a major. In this story of ugly duckling, the major complication is that the new born duck is different form other little ducks. The difference makes him get bad treatment from others animals. As results, he is sad, unhappy and finally runs away.
3. Resolution of the narrative text: It comes to a solution for the complication. In narrative texts, a resolution can be happy ending or sad ending. In this story of the Ugly duckling, the resolution is happy one. He gets new friends who do not treat him badly.  

NARRATIVE TEXT and GENERIC STRUCTURE: THE MOUSE DEER AND THE TIGER

 


One day,  there was a mouse deer. He was thirsty so he wanted to drink on the river.
When the mouse deer came next to the rive, a tiger approached him and wanted to eat him. Of course the mouse deer tried to escape, but the tiger run faster and caught him. In that dangerous situation the mouse deer thought hard how to escape the tiger. Then he got idea and said to the tiger, “Listen! Your mightiness and toughness are all great! But I have my own king. He has a greater strength than yours! I am sure that nobody can match his powers!”  Because the tiger felt taunted, he declared that he would challenge the mouse deer’s king.
Next the mouse lead the tiger to the river, and said, “Now Look at the water. You will see my king” Foolishly the tiger looked in the river and surely saw another tiger in the water. Then he growled, but the tiger in the river imitated to growl too. Because of his too high self pride, the  tiger jumped into the water, and wanted to fight. He was believing there was another tiger in the water.
The mouse deer took that opportunity to escape. After fighting with himself in the river, the tiger realized that he was fooled by the mouse deer.

 

Arti Cerita Kancil Dan Harimau dari Teks Bahasa Inggris
Suatu hari, ada seekor kancil. Dia merasa haus dan ingin minum di sungai.
Ketika kancil tiba di pinggir sungai itu, seekor harimau mendekat dan ingin memakannya. Tentu saja kancil mencoba melarikan diri, namun harimau berjalan lebih cepat dan menangkapnya. Dalam situasi berbahaya seperti itu, kancil berpikir keras bagaimana cara untuk melepaskan diri dari harimau itu. Lalu ia mendapat ide yang bagus dan berkata kepada harimau, "Dengar! Binatang yang tangguh dan besar! Tapi saya punya raja sendiri. Dia memiliki kekuatan yang lebih besar dari Anda! Saya yakin tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya!" Karena harimau merasa terhina, ia menyatakan bahwa ia akan menantang raja kancil itu.
Maka kancil pun  mengajak harimau ke sungai, dan berkata, "Sekarang Lihatlah kedalam air itu. Anda akan melihat raja saya" Bodohnya harimau itu, tentu saja ia melihat bayangan sekor harimau lain di sungai itu. Lalu ia menggeram, dan harimau yang tampak di sungai juga ikut  menggeram. Karena kesombongan, harimau itu melompat ke dalam air untuk melawan. Ia percaya ada harimau lain di dalam air sungai itu.
Kancil pun mengambil kesempatan yang baik itu untuk melarikan diri. Setelah bertarung dengan bayangannya sendiri di sungai, harimau itu baru menyadari bahwa ia tertipu oleh kancil.

Generic structure Contoh Narrative Text Fable
1. Orientation: there were a mouse deer and a tiger on the river bank
2. Complication: a tiger approached a mouse deer and wanted to eat him.
3. Resolution: the tiger realized that he was fooled by the mouse deer.

FABEL DAN GENERIC STRUCTURE: THE SMART MONKEY AND THE DULL CROCODILE



One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.
Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”
At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.
“Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.” said the monkey. The crocodile was very angry, but he can’t did anything, so he left the monkey and  walk away around the river bank.

 

 

 

Generic Structure Contoh Narrative Text Fable
1. Orientation: The participants or characters of the story are a smart monkey and dull crocodile.
One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile
The time set is just one day. The story takes place in a river
2. Complication: Every narrative text must consist of conflict or problem. A simple definition of problem is when something goes and it is not what we want. In the story the complication start when the crocodile want to eats the monkey.
the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. Of course the monkey don not want to be the crocodile’s meal and that is the problem which sets the whole story.
3. Resolution: A problem must be resolved. It can succeed or fail. In this story, the monkey succeeds to solve the problem. He get free from the hungry crocodile.
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.

TEXT NARRATIVE: THE ANT AND THE GRASSHOPPER

 


In a field one summer’s day a grasshopper was hopping about, chirping and singing to its heart’s content. An ant passed by, bearing along with great toil an ear of corn he was taking to the nest.
“Why not come and chat with me,” said the grasshopper, “instead of toiling and moiling in that way?”
“I am helping to lay up food for the winter,” said the ant, “and recommend you to do the same.”
“Why bother about winter?” said the grasshopper; we have got plenty of food at present.” The Ant went on its way and continued its toil.
When the winter came the grasshopper found itself dying of hunger while it saw the ants distributing, every day, corn and grain from the stores they had collected in the summer.

 

Arti Cerita Semut dan Belalang dari Teks Bahasa Inggris
Di suatu lapangan, saat musim panas, seekor  belalang melompat girang, berkicau dan bernyanyi sesuka hatinya. Sementara seekeor semut sedang lewat, sambil mambawa bongkahan biji jagung dibawahnya dengan susah payah menuju sarangnya.
"Mengapa kamu tidak disini saja sambil ngobrol denganku," kata Belalang, "dari pada lalulalang kerja keras seperti itu??"
"Aku bekerja  untuk mengumpulkan makanan sebegai persediaan musim dingin nanti," kata semut itu, "dan memeberikan contoh padamu supaya kamu juga mengumpulkan makanan seperti aku."
"Kenapa aku harus repot-repot mengkhawatirkan musim dingin" kata Belalang; "Kami sudah punya banyak makanan saat ini." Meskipun begitu semut itu tetap melanjutkan dan terus kerja keras.
Ketika musim dingin datang, belalang itu pun mati kelaparan, sementara si semut mendistribusikan jagung dan gandum setiap hari dari toko mereka yang sudah dikumpulkan saat musim panas yang lalu.


 

Generic structure Contoh Narrative Text Fable
1. Orientation: First information of the participants inside the story. From the story about ant and grasshopper below, we see the orientation as:
In a field one summer’s day a Grasshopper was hopping about. An Ant passed by…
2. Complication: What happens next among the participants of the story. This phase introduce a problem existing between or among the participants. From the example of narrative below, we see the complication is:
"Why bother about winter?” said the Grasshopper; we have got plenty of food at present.” But the Ant went on its way and continued its toil.
3. Resolution: The way a writer ends his story plot. It can be successful ending or failure one which leads to sad ending story. From the story about ant and grasshopper, we see the writer give the ending as follow:
When the winter came the Grasshopper found itself dying of hunger

PERTEMPURAN CAPUNG DAN KUPU-KUPU DI LEMBAH GUNUNG KAWI

 


Alkisah, di lereng Gunung Kawi yang subur dan selalu diselimuti kabut tipis, hiduplah berbagai macam serangga. Di lembah bunga yang indah, hiduplah kelompok kupu-kupu yang sayapnya berwarna-warni. Mereka merasa sebagai penguasa bunga-bunga terindah. Di sisi lain, di dekat sungai kecil yang jernih, hiduplah kelompok capung bersayap bening yang lincah dan cepat terbangnya. 

Suatu musim, bunga-bunga di lembah mekar dengan sangat indahnya. Kupu-kupu, dipimpin oleh seekor Kupu-kupu Sayap Biru, mengklaim bahwa seluruh lembah adalah milik mereka.

"Wahai capung, pergilah ke sungai sana! Jangan kotori pemandangan lembah ini dengan sayap bening kalian yang membosankan," seru Kupu-kupu Biru dengan sombong. 

Capung Raja, yang bertubuh panjang dan gagah, merasa tersinggung. "Lembah ini milik bersama, Kupu-kupu. Kami membantu membersihkan hama, sementara kalian hanya menghisap madu," jawab Capung Raja dengan tegas. 

Ketegangan meningkat. Perang tidak bisa dihindari.

Keesokan harinya, pertempuran pecah di atas kebun teh Gunung Kawi. Kupu-kupu terbang berputar-putar, menggunakan keindahan sayap mereka untuk mengecoh lawan, namun gerakan mereka cenderung lambat dan gemulai. Sebaliknya, para capung terbang dengan kecepatan luar biasa, menukik dan berbelok tajam, mengandalkan kekuatan dan ketangkasan mereka. 

Kupu-kupu sempat unggul karena jumlah mereka yang banyak, membuat langit lembah berwarna-warni. Namun, capung lebih lincah dan mampu menyerang dari berbagai sudut. Pertempuran berlangsung seharian, menyebabkan serbuk sari bunga berterbangan.

Di saat pertempuran memuncak, badai tiba-tiba datang dari arah puncak Gunung Kawi. Angin kencang menerpa lembah.

Sayap kupu-kupu yang lebar dan rapuh membuatnya sulit melawan angin. Banyak kupu-kupu terjatuh ke tanah. Melihat itu, Capung Raja sadar bahwa pertempuran ini sia-sia. Dengan cepat, dia memerintahkan pasukannya untuk membantu kupu-kupu berlindung di balik batang teh yang kokoh.

Setelah badai reda, Kupu-kupu Biru merasa malu. "Maafkan kesombonganku, Capung Raja. Tanpa bantuan kalian, kami pasti musnah diterjang badai."

Capung Raja tersenyum, "Kecantikan kalian memang menghias lembah, tapi kami butuh kecepatan kami untuk menjaga keseimbangan. Kita semua penghuni Gunung Kawi."

Sejak hari itu, capung dan kupu-kupu hidup berdampingan. Kupu-kupu menjaga keindahan bunga, dan capung menjaga kesegaran sungai, menjadikan lereng Gunung Kawi tempat yang harmonis kembali. 

Pesan Moral:
Kesombongan hanya akan membawa kehancuran. Kekuatan dan keindahan yang berbeda seharusnya saling melengkapi, bukan untuk dipertandingkan.

 

FABEL: KISAH KUCING MERAPI DAN TIKUS LERENG

 


Di lereng Gunung Merapi yang subur, hiduplah seekor Kucing hutan bernama Caka dan seekor tikus tanah bernama Tiki. Caka adalah kucing berbulu tebal yang menjaga lumbung padi petani, sementara Tiki adalah teman kecilnya.

Awal Persahabatan
Mereka bersahabat erat. Saat Merapi tenang, mereka sering mencari makan bersama. Namun, saat musim kemarau tiba, persediaan makanan menipis. Caka mengeluh kepada Tiki. "Tiki, perutku lapar. Lumbung petani kosong," kata Caka.

Tiki, yang licik, membujuk Caka. "Caka, sahabatku. Di gubuk atas, dekat kawah, ada petani yang menyimpan sekarung biji labu emas. Ayo kita curi," kata Tiki. Caka setuju karena rasa lapar yang tak tertahan.

Pengkhianatan di Puncak
Mereka mendaki lereng Gunung Merapi yang terjal. Sampai di gubuk, Tiki masuk ke celah kecil dan melempar biji-biji labu ke arah Caka. Namun, Tiki memakan sebagian besar biji itu di dalam.

Saat Caka meminta bagiannya, Tiki berbohong, "Habis, Caka! Tadi jatuh ke jurang!"

Caka curiga karena tubuh Tiki gemuk. Ternyata, tikus itu egois dan memanfaatkan Caka untuk menemaninya mencuri. Caka sangat murka.

Pertempuran di Lereng
Pertempuran terjadi. Caka yang besar mencoba menangkap Tiki yang lincah di lereng berbatu Merapi. Tikus itu berlari ke celah-celah batu yang panas. Kucing itu tidak menyerah, mencakar tanah mencari tikus itu. 

Sejak hari itu, Caka berjanji tidak akan berteman dengan tikus lagi. Kucing-kucing di lereng Merapi pun selalu berburu tikus, menganggap mereka sebagai pengkhianat. 

Pesan Moral:

  • Jangan berkhianat: Persahabatan akan hancur jika salah satu pihak egois dan tidak jujur (seperti Tiki).
  • Kepercayaan itu mahal: Sekali kepercayaan dirusak (seperti kucing yang dikhianati tikus), sulit untuk memperbaikinya kembali. 

 

CERPEN DAN STRUKTUR: MEMBUAT KOLAM IKAN

 

 

Orientasi

Pada waktu liburan tahun lalu aku tidak bepergian.

Aku hanya menghabiskan waktuku di rumah selama satu bulan. Hal itu bukanlah hal buruk karena aku memiliki kegiatan untuk dilakukan. Aku punya proyek kecil membuat kolam ikan di rumah.

Yang aku butuhkan hanyalah pasir bangunan, semen, dan beberapa alat bangunan. Aku memilih bagian tengah dari halaman rumahku untuk dibangun kolam ikan. Setelah itu aku membuat desain.

Rencananya, aku aka memelihara beberapa ekor ikan koi, oleh karena itu aku membuat desain secantik mungkin yang aku bisa. Aku memilih pemandangan alami sebagai model.

Aku mengerjakan proyek itu sendirian, siang dan malam. Aku sangat senang melakukannya.

Aku menyelesaikannya dalam waktu dua minggu. Akhirnya aku memiliki kolam ikan dengan desain pemandangan alami.

Sebelum aku memasukkan beberapa koi ke dalam kolam itu, terlebih dahulu aku mengisinya dengan air dan menunggunya selama dua minggu untuk memastikan bahwa air tersebut benar-benar bebas dari racun.

Dan pada tahap terakhir, aku membeli 5 ekor ikan koi dan memeliharanya dalam kolam ikan baruku.

Reorientasi

Hal itu merupakan pengalaman menyenangkan untuk menghabiskan liburan di rumah.

 

CERPEN DAN STRUKTUR: BELAJAR BERTANI

 


Orientasi

Terakhir kali aku liburan, aku berkunjung ke rumah nenek.

Rumahnya cukup keren, jauh dari perkotaan dan sangat dekat dengan area pertanian sayur. Kakek dan nenekku adalah seorang petani.

Aku menghabiskan dua hari menginap di sana dan aku juga melakukan banyak hal menarik di sawah, membantu kakekku menanam sayuran.

Pada hari pertama, aku belajar menanam bayam. Yang aku lakukan adalah memindahkan bibit bayam dari media penyemaian ke area penanaman.

Kukira hal itu mudah dilakukan, ternyata, menanam bibit bayam sangat melelahkan. Aku harus memindahkannya satu persatu dibawah terik matahari yang panas. Aku melakukannya beberapa jam sebelum makan siang, lalu melanjutkannya sampai sore hari.

Pada malam harinya, tak ada yang ingin kulakukan kecuali tidur. Aku sangat lelah namun yang kulakukan sangat menyenangkan.

Aku tidak bisa bangun di pagi harinya sampai nenekku mengetuk pintu. Dia menertawakanku karena yang aku lakukan sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang dikerjakan petani sungguhan.

Kemudian, sebelum kami berangkat ke sawah lagi, neneku telah menyiapkan sarapan. Setelah sarapan aku mengikuti kakekku pergi ke sawah berikutnya.

Kami akan melakukan perawatan rutin pada tanaman bayam yang telah berumur satu bulan. Kami menyiraminya dan mengecek jika ada ulat atau belalang.

Reorientasi

Di hari ketiga aku harus pulang. Aku merasa sedih karena harus meninggalkan kakek dan nenekku. Tapi tidak apa-apa karena liburan berikutnya aku akan mengunjungi kakek neneku lagi.


 

CERPEN DAN STRUKTUR: YOGYAKARTA

 

 

Orientasi

Hari itu tanggal 23 Agustus 2016. Seminggu sebelumnya, aku telah mempersiapkan segalanya. Dan pada hari itu, aku telah siap untuk berangkat liburan.

Pada pukul 9 pagi aku berangkat ke stasiun. Dari rumah menuju stasuin kurang lebih butuh waktu 30 menit berjalan kaki. Sesampainya di stasiun, aku membeli sebuah tiket untuk pergi ke Yogyakarta.

Perjalanan kereta dari Tulungagung ke Yogyakarta menempuh waktu sekitar 5 jam.

Kereta berhenti di stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 3.15 sore hari. Aku tidak punya tujuan pasti untuk tempat-tempat yang akan ku kunjungi. Oleh karena itulah aku bisa merasa bebas untuk bepergian kemanapun di kota ini.

Pertama-tama yang aku lakukan adalah berjalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro. Aku melihat banyak orang di sana. Mungkin mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan, yaitu jalan-jalan dan sesekali berhenti di penjual barang kerajinan di sepanjang jalan tersebut.

Pada pukul 6 sore, aku merasa sangat lelah dan lapar. Aku sedang berada di Alun-Alun kidul, sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Aku melihat-lihat ke sekeliling dan menemukan sebuah angkringan. Di angringan tersebut aku memesan segelas es teh dan makan beberapa nasi kucing, sate, serta gorengan.

Setelah makan, aku baru mulai memikirkan untuk mencari hotel murah untuk menginap selama beberapa hari di Yogyakarta.

Reorientasi

Itulah kisahku yang akan selalu ku ingat tentang liburanku di Yogyakarta

CERPEN DAN STRUKTUR: MENGUNJUNGI KAKEK NENEK

 

 

Orientasi

Lebaran tahun lalu aku pergi ke Surabaya untuk mengunjungi kakek dan nenekku.

Aku harus pergi ke sana karena lebaran sebelumnya aku tidak bisa berada di sana.

Aku sangat merindukan mereka karena sejak aku kecil aku tinggal bersama mereka.

Waktu itu, kedua orangtuaku harus bekerja ke kota lain sehingga mereka menitipkanku pada kakek dan nenekku.

Setelah lulus SMP aku menyusul kedua orangtuaku tinggal di Jakarta. Sejak saat itu, aku hanya mengunjungi kakek nenekku hanya setiap liburan saja.

Sayang sekali, aku tidak mendapatkan tiket pesawat atau kereta untuk berangkat dan oleh karenanya aku pergi ke Surabaya dengan mengendarai bis umum. Hal itu sangat melelahkan karena jalanan sangat padat dan macet.

Normalnya, perjalanan tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 24-28 jam saja namun karena arus mudik lebaran perjalananku dari Jakarta sampai Surabaya membutuhkan waktu sekitar 40 jam. Hal itu membuatku gila.

Reorientasi

Kelelahan dan kegilaan selama perjalanan terobati tatkala aku bertemu dengan kakek dan nenekku. Mereka telah tampak tua. Aku sangat senang karena mereka masih dalam keadaan sehat.

CERPEN DAN STRUKTUR: MEMANCING

 


Orientasi

Kemarin aku pergi ke Danau. Hari itu merupakan hari yang tepat untuk memancing karena aku sedang libur kerja.

Aku bangung pagi-pagi lalu pergi ke pasar untuk membeli beberapa ekor udang yang akan aku gunakan sebagai umpan. Setelah itu, aku menuju ke danau dan mulai memancing.

Di danau itu, aku mencari tempat terbaik untuk memancing. Aku pergi menuju sebuah tempat di bawah pohon besar di tepi danau.

Aku melempar kailku sejauh mungkin lalu menunggu ikan memakan umpanku. 30 menit berlalu dan akhirnya ada seekor ikan yang makan umpanku. Ikan itu merupakan ikan pertamaku yang berukuran lumayan besar.

Aku mendapatkan 10 ekor ikan berukuran besar dan 3 ekor berukuran kecil pada hari itu. Aku sangat senang.

Aku akan memasak ikan-ikan tersebut di rumah lalu aku akan menelfon beberapa temanku agar datang ke rumah dan pesta kecil-kecilan.

Tetapi aku agak kurang beruntung karena di tengah perjalanan pulang aku melihat seorang pengemis. Seorang pengemis tua.

Aku memberikan semua ikan hasil tangkapanku kepada pengemis itu dan aku berharap ia senang menerimanya. Mungkin ia bisa menjual ikan-ikan itu di pasar dan mendapatkan uang untuk membeli makanan.

Reorientasi

Meski aku tidak mempunyai ikan setelahnya, aku sangat senang karena aku bisa membantu orang lain.

CERPEN DAN STRUKTUR: MENDAKI GUNUNG MERAPI

 

 

Orientasi

Dua hari yang lalu aku pergi ke gunung Merapi. Itu merupakan pertamakalinya aku akan melakukan pendakian gunung. Aku melakukannya bersama dengan teman-temanku.

Kami mulai melakukan pendakian pada pukul 8 malam. Situasi sangat gelap gulita dan kami hanya menggunakan lampu senter untuk mencari jalur pendakian.

Aku tidak merasa khawatir karena teman-temanku merupakan para pendaki profesional. Aku hanya tinggal mengikuti instruksi mereka saja.

Kami mendaki perlahan-lahan dan menikmati waktu kami di sana.

Setelah 7 jam perjalanan naik, akhirnya kami sampai di puncak gunung. Jam menunjukkan pukul 3 pagi.

Ternyata kami tidak sendirian. Banyak orang yang ternyata sudah sampai di puncak gunung sebelum kami datang.

Kami menunggu matahari terbut sambil memasak makanan dan membuat minuman hangat untuk mengembalikan tenaga kami. Kami juga bernyanyi bersama, bertukar cerita serta berkenalan dengan orang-orang baru di sana.

Setelah menikmati matahari terbit, kami harus segera pulang. Turun gunung tidak secapek pendakian, kami hanya butuh sedikit tenaga dan waktu namun kami harus melakukannya dengan hati-hati.

Bagaimanapun juga, pengalaman tersebut merupakan pengalaman mengesankan yang pernah aku alami sejauh ini.

Reorientasi

Selebihnya, pengalaman tersebut merupakan pengalaman hebat yang pernah aku alami.

FABEL: GAGAK KANG PINTER LAN KENDI BANYU

 


Ing sawijining dina sing panas banget, ana manuk gagak sing krasa ngelak banget. Gagak mau mabur golek banyu, nanging angel banget ditemokake amarga lagi usum ketiga. 

Ora suwe, gagak mau nemokake kendi ing pinggir kebon. Gagak banjur mudhun lan nyedaki kendi kuwi. Nalika dipirsani, jebul ing njerone ana banyune, nanging mung sethithik banget lan lungguh ing dhasar kendi. Gagak nyoba ngombe, nanging gulune kendi kuwi dowo banget, paruhe ora tekan. 

 

Gagak ora nyerah. Dheweke mikir keras golek cara. "Piye carane ya supaya aku bisa ngombe?" batine gagak.

 

Mripate gagak banjur weruh krikil utawa watu cilik-cilik ing sekitar kendi. Gagak entuk ide pinter. Dheweke njupuk watu cilik mau nganggo paruhe, banjur dilebokake siji-siji menyang njero kendi. 

 

Krikil sing dilebokake saya suwe saya akeh. Banyu ing njero kendi banjur mundhak munggah tekan ndhuwur. Akhire, gagak bisa ngombe banyu kuwi nganti mareg. 

 

Pesen Moral:
Kanthi akal kang pinter lan usaha sing ora nyerah, kesulitan bakal bisa diatasi. 

 

 

FABEL LUCU: PERTEMPURAN CACING DAN SEMUT YANG AKHIRNYA BERTEMAN

 


Di sebuah taman yang sedang dilanda gerimis, terjadilah sebuah perseteruan konyol antara Cacing bernama Ciko dan seekor Semut bernama Semi.

Pertempuran Dimulai
Semuanya bermula saat Ciko sedang asyik "berenang" di atas tanah yang becek. Tanpa sengaja, tubuhnya yang licin menabrak gundukan tanah yang ternyata adalah pintu masuk markas Semi.

"Woy! Raksasa kenyal! Kamu baru saja menghancurkan gerbang istanaku!" teriak Semi sambil berkacak pinggang di atas sebutir kerikil.

Ciko berhenti. Karena tidak punya telinga, dia hanya merasakan getaran hebat. Dia melongokkan kepalanya yang tidak jelas mana wajah mana ekor. "Siapa itu? Ada yang bicara dengan pantatku?"

Semi makin emosi. "Aku di sini, dasar sosis tanah! Ayo duel!" Semi mulai melakukan gerakan karate di udara, meskipun bagi Ciko, Semi hanya terlihat seperti titik hitam yang sedang ayan.

Serangan Tanpa Efek
Semi menyerang duluan. Dia menggigit bagian tengah tubuh Ciko. "Hiaaat! Rasakan rahang bajaku!"

Ciko menggeliat geli. "Aduh, aduh! Siapa yang sedang menggelitikku? Hentikan, itu area sensitif!" Ciko tertawa terpingkal-pingkal sampai tubuhnya meliuk-liuk seperti mi instan yang diaduk.

Karena kegelian, Ciko tidak sengaja berguling dan... Pluk! Tubuh besarnya menindih Semi.

"Aduh! Gelap! Aku tertimbun kasur hidup!" teriak Semi dari bawah perut Ciko yang dingin dan basah.

Gencatan Senjata yang Aneh
Ciko segera bergeser. "Oh, maaf! Aku tidak tahu kamu ada di sana, Teman Kecil. Kenapa kamu menggigitku? Aku kan cuma mau lewat."

Semi mengatur napasnya yang tersengal. "Kamu merusak rumahku! Kami sudah lembur semalaman membangun pintu itu menggunakan air liur dan doa!"

Ciko merasa bersalah. "Maafkan aku. Tapi jujur, aku sulit melihat jalan. Mataku saja tidak ada."

Semi terdiam. Dia baru sadar kalau lawannya ini memang agak "kurang lengkap" secara anatomi. "Oh... pantesan. Tapi gara-gara kamu, aku sekarang basah kuyup dan kedinginan."

Persahabatan Unik
Ciko punya ide. Dia melingkarkan tubuhnya membentuk lingkaran kecil di atas tanah yang kering di bawah daun lebar. "Sini, masuk ke tengah tubuhku. Di sini hangat, aku akan menjagamu dari air hujan."

Semi yang tadinya ingin berperang, malah merasa terharu. Dia melompat ke tengah lingkaran tubuh Ciko. "Wah, ternyata kamu empuk juga ya, seperti sofa mahal."

"Dan kamu," kata Ciko sambil terkekeh, "ternyata gigitanmu lumayan juga untuk menghilangkan gatal-gatal di kulitku."

Akhirnya, pertempuran besar itu berakhir dengan damai. Sore itu, di bawah daun talas, seekor semut tidur siang dengan nyenyak di atas "kasur" cacing, sementara sang cacing senang karena akhirnya punya teman yang bisa memberitahunya mana bagian kepala dan mana bagian ekor.

 

Pesan moral dari cerita 

Pertempuran Cacing dan Semut adalah:

  1. Jangan Cepat Marah karena Salah Paham: Seringkali perselisihan terjadi hanya karena kita tidak tahu kondisi orang lain (seperti Semi yang tidak tahu Ciko sulit melihat). Bicarakan baik-baik sebelum menyalakan api permusuhan.
  2. Setiap Kekurangan Ada Kelebihannya: Ciko yang tidak punya mata dan telinga mungkin terlihat lemah, tapi tubuhnya bisa menjadi pelindung yang hangat bagi Semi. Begitu juga Semi, meski kecil, dia sangat teliti.
  3. Memaafkan Membuka Jalan Persahabatan: Jika Semi tetap keras kepala dan Ciko membalas dengan dendam, mereka tidak akan pernah merasakan kenyamanan bekerja sama. Memaafkan jauh lebih menguntungkan daripada memelihara permusuhan.
  4. Perbedaan Bukan Penghalang: Meskipun ukuran dan jenis mereka sangat berbeda, cacing dan semut tetap bisa berteman akrab dengan cara saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

 

LIBURAN KE PANTAI DI PACITAN

 


 

Orientasi

Pada liburan yang lalu, aku pergi ke kota Pacitan bersama dengan teman-temanku.

Kami akan tinggal selama beberapa malam pada sebuah pantai yang masih liar karena kami ingin mendapatkan pengalaman berada di alam liar. Kami telah menyiapkan segalanya.

Kami pergi ke sana dengan menggunakan motor. Kendaraan tersebut memudahkan kami untuk melewati berbagai jenis jalan untuk menuju pantai liar di sepanjang sisi selatan kota pacitan.

Kami berkendara pelan sambil beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan alam.

Akhirnya, kami sampai di Pacitan. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke arah selatan untuk menemukan pantai.

Yang kami inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan tak dikunjungi turis dan kami berhasil menemukannya. Pantai itu sangat indah dan sepi, tak ada pengunjung lain selain kami.

Kami membangun tenda dan menyiapkan ranting-ranting pohon untuk menyalakan api karena kami membutuhkannya untuk memasak.

Aku sangat menyukai pantai ini karena yang aku dapatkan tak hanya keindahan panoramanya tapi juga sebuah pantai keren untuk memancing. Aku memancing dan mendapatkan banyak ikan. Kami membakar ikan-ikan tersebut dengan api yang telah kami buat.

Reorientasi

Kami tinggal di pantai tersebut selama dua malam. Kami harus kembali pulang karena persediaan makanan kami telah habis. Kami sangat menyukai petualagan itu dan kami akan kembali lagi pada liburan berikutnya.


 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 5: Persahabatan yang Tak Terkalahkan

 

Luna dan Loki segera menjadi teman baik dengan makhluk itu. Mereka berdua belajar banyak tentang dunia tersembunyi itu dan menemukan bahwa persahabatan mereka adalah kunci untuk mengalahkan kejahatan yang mengancam dunia itu. Dengan keberanian dan kerja sama, mereka berdua berhasil mengalahkan kejahatan itu dan menyelamatkan dunia tersembunyi. Luna dan Loki kembali ke hutan dengan hati yang penuh dengan kebahagiaan dan persahabatan yang tak terkalahkan. Tapi, apakah petualangan mereka sudah berakhir?

 

****TAMAT****

 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 4: Dunia yang Tersembunyi

 

Di balik pintu rahasia, Luna dan Loki menemukan sebuah dunia yang tersembunyi. Dunia itu penuh dengan keajaiban dan keindahan. Mereka berdua sangat gembira dan merasa seperti telah menemukan harta karun. Tapi, mereka tidak sendirian. Ada makhluk lain yang juga tinggal di dunia itu. "Siapa kalian?" tanya makhluk itu dengan suara yang misterius. Luna dan Loki merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang makhluk itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 3: Petualangan Malam

 

Suatu malam, Luna dan Loki memutuskan untuk melakukan petualangan di hutan. Mereka berjalan dengan hati-hati dan tiba-tiba mendengar suara aneh. "Apa itu?" bisik Luna dengan penasaran. Loki hanya menunjuk ke arah suara itu. Mereka berdua mendekati sumber suara dan menemukan sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa yang ada di balik pintu ini?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan membuka pintu itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 2: Rahasia di Balik Duri

 

Luna dan Loki semakin dekat dan sering bermain bersama. Suatu hari, Luna melihat Loki melakukan sesuatu yang aneh. Loki memasukkan tangannya ke dalam sebuah lubang yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa itu?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan berkata, "Tunggu saja." Luna merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dilakukan Loki. Tapi, Loki tidak mau memberitahu. Apakah rahasia Loki akan terungkap?

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU