Showing posts with label cerita anak. Show all posts
Showing posts with label cerita anak. Show all posts

CERPEN DAN STRUKTUR: BELAJAR BERTANI

 


Orientasi

Terakhir kali aku liburan, aku berkunjung ke rumah nenek.

Rumahnya cukup keren, jauh dari perkotaan dan sangat dekat dengan area pertanian sayur. Kakek dan nenekku adalah seorang petani.

Aku menghabiskan dua hari menginap di sana dan aku juga melakukan banyak hal menarik di sawah, membantu kakekku menanam sayuran.

Pada hari pertama, aku belajar menanam bayam. Yang aku lakukan adalah memindahkan bibit bayam dari media penyemaian ke area penanaman.

Kukira hal itu mudah dilakukan, ternyata, menanam bibit bayam sangat melelahkan. Aku harus memindahkannya satu persatu dibawah terik matahari yang panas. Aku melakukannya beberapa jam sebelum makan siang, lalu melanjutkannya sampai sore hari.

Pada malam harinya, tak ada yang ingin kulakukan kecuali tidur. Aku sangat lelah namun yang kulakukan sangat menyenangkan.

Aku tidak bisa bangun di pagi harinya sampai nenekku mengetuk pintu. Dia menertawakanku karena yang aku lakukan sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang dikerjakan petani sungguhan.

Kemudian, sebelum kami berangkat ke sawah lagi, neneku telah menyiapkan sarapan. Setelah sarapan aku mengikuti kakekku pergi ke sawah berikutnya.

Kami akan melakukan perawatan rutin pada tanaman bayam yang telah berumur satu bulan. Kami menyiraminya dan mengecek jika ada ulat atau belalang.

Reorientasi

Di hari ketiga aku harus pulang. Aku merasa sedih karena harus meninggalkan kakek dan nenekku. Tapi tidak apa-apa karena liburan berikutnya aku akan mengunjungi kakek neneku lagi.


 

CERPEN DAN STRUKTUR: YOGYAKARTA

 

 

Orientasi

Hari itu tanggal 23 Agustus 2016. Seminggu sebelumnya, aku telah mempersiapkan segalanya. Dan pada hari itu, aku telah siap untuk berangkat liburan.

Pada pukul 9 pagi aku berangkat ke stasiun. Dari rumah menuju stasuin kurang lebih butuh waktu 30 menit berjalan kaki. Sesampainya di stasiun, aku membeli sebuah tiket untuk pergi ke Yogyakarta.

Perjalanan kereta dari Tulungagung ke Yogyakarta menempuh waktu sekitar 5 jam.

Kereta berhenti di stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 3.15 sore hari. Aku tidak punya tujuan pasti untuk tempat-tempat yang akan ku kunjungi. Oleh karena itulah aku bisa merasa bebas untuk bepergian kemanapun di kota ini.

Pertama-tama yang aku lakukan adalah berjalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro. Aku melihat banyak orang di sana. Mungkin mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan, yaitu jalan-jalan dan sesekali berhenti di penjual barang kerajinan di sepanjang jalan tersebut.

Pada pukul 6 sore, aku merasa sangat lelah dan lapar. Aku sedang berada di Alun-Alun kidul, sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Aku melihat-lihat ke sekeliling dan menemukan sebuah angkringan. Di angringan tersebut aku memesan segelas es teh dan makan beberapa nasi kucing, sate, serta gorengan.

Setelah makan, aku baru mulai memikirkan untuk mencari hotel murah untuk menginap selama beberapa hari di Yogyakarta.

Reorientasi

Itulah kisahku yang akan selalu ku ingat tentang liburanku di Yogyakarta

CERPEN DAN STRUKTUR: MENGUNJUNGI KAKEK NENEK

 

 

Orientasi

Lebaran tahun lalu aku pergi ke Surabaya untuk mengunjungi kakek dan nenekku.

Aku harus pergi ke sana karena lebaran sebelumnya aku tidak bisa berada di sana.

Aku sangat merindukan mereka karena sejak aku kecil aku tinggal bersama mereka.

Waktu itu, kedua orangtuaku harus bekerja ke kota lain sehingga mereka menitipkanku pada kakek dan nenekku.

Setelah lulus SMP aku menyusul kedua orangtuaku tinggal di Jakarta. Sejak saat itu, aku hanya mengunjungi kakek nenekku hanya setiap liburan saja.

Sayang sekali, aku tidak mendapatkan tiket pesawat atau kereta untuk berangkat dan oleh karenanya aku pergi ke Surabaya dengan mengendarai bis umum. Hal itu sangat melelahkan karena jalanan sangat padat dan macet.

Normalnya, perjalanan tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 24-28 jam saja namun karena arus mudik lebaran perjalananku dari Jakarta sampai Surabaya membutuhkan waktu sekitar 40 jam. Hal itu membuatku gila.

Reorientasi

Kelelahan dan kegilaan selama perjalanan terobati tatkala aku bertemu dengan kakek dan nenekku. Mereka telah tampak tua. Aku sangat senang karena mereka masih dalam keadaan sehat.

CERPEN DAN STRUKTUR: MEMANCING

 


Orientasi

Kemarin aku pergi ke Danau. Hari itu merupakan hari yang tepat untuk memancing karena aku sedang libur kerja.

Aku bangung pagi-pagi lalu pergi ke pasar untuk membeli beberapa ekor udang yang akan aku gunakan sebagai umpan. Setelah itu, aku menuju ke danau dan mulai memancing.

Di danau itu, aku mencari tempat terbaik untuk memancing. Aku pergi menuju sebuah tempat di bawah pohon besar di tepi danau.

Aku melempar kailku sejauh mungkin lalu menunggu ikan memakan umpanku. 30 menit berlalu dan akhirnya ada seekor ikan yang makan umpanku. Ikan itu merupakan ikan pertamaku yang berukuran lumayan besar.

Aku mendapatkan 10 ekor ikan berukuran besar dan 3 ekor berukuran kecil pada hari itu. Aku sangat senang.

Aku akan memasak ikan-ikan tersebut di rumah lalu aku akan menelfon beberapa temanku agar datang ke rumah dan pesta kecil-kecilan.

Tetapi aku agak kurang beruntung karena di tengah perjalanan pulang aku melihat seorang pengemis. Seorang pengemis tua.

Aku memberikan semua ikan hasil tangkapanku kepada pengemis itu dan aku berharap ia senang menerimanya. Mungkin ia bisa menjual ikan-ikan itu di pasar dan mendapatkan uang untuk membeli makanan.

Reorientasi

Meski aku tidak mempunyai ikan setelahnya, aku sangat senang karena aku bisa membantu orang lain.

CERPEN DAN STRUKTUR: MENDAKI GUNUNG MERAPI

 

 

Orientasi

Dua hari yang lalu aku pergi ke gunung Merapi. Itu merupakan pertamakalinya aku akan melakukan pendakian gunung. Aku melakukannya bersama dengan teman-temanku.

Kami mulai melakukan pendakian pada pukul 8 malam. Situasi sangat gelap gulita dan kami hanya menggunakan lampu senter untuk mencari jalur pendakian.

Aku tidak merasa khawatir karena teman-temanku merupakan para pendaki profesional. Aku hanya tinggal mengikuti instruksi mereka saja.

Kami mendaki perlahan-lahan dan menikmati waktu kami di sana.

Setelah 7 jam perjalanan naik, akhirnya kami sampai di puncak gunung. Jam menunjukkan pukul 3 pagi.

Ternyata kami tidak sendirian. Banyak orang yang ternyata sudah sampai di puncak gunung sebelum kami datang.

Kami menunggu matahari terbut sambil memasak makanan dan membuat minuman hangat untuk mengembalikan tenaga kami. Kami juga bernyanyi bersama, bertukar cerita serta berkenalan dengan orang-orang baru di sana.

Setelah menikmati matahari terbit, kami harus segera pulang. Turun gunung tidak secapek pendakian, kami hanya butuh sedikit tenaga dan waktu namun kami harus melakukannya dengan hati-hati.

Bagaimanapun juga, pengalaman tersebut merupakan pengalaman mengesankan yang pernah aku alami sejauh ini.

Reorientasi

Selebihnya, pengalaman tersebut merupakan pengalaman hebat yang pernah aku alami.

FABEL: GAGAK KANG PINTER LAN KENDI BANYU

 


Ing sawijining dina sing panas banget, ana manuk gagak sing krasa ngelak banget. Gagak mau mabur golek banyu, nanging angel banget ditemokake amarga lagi usum ketiga. 

Ora suwe, gagak mau nemokake kendi ing pinggir kebon. Gagak banjur mudhun lan nyedaki kendi kuwi. Nalika dipirsani, jebul ing njerone ana banyune, nanging mung sethithik banget lan lungguh ing dhasar kendi. Gagak nyoba ngombe, nanging gulune kendi kuwi dowo banget, paruhe ora tekan. 

 

Gagak ora nyerah. Dheweke mikir keras golek cara. "Piye carane ya supaya aku bisa ngombe?" batine gagak.

 

Mripate gagak banjur weruh krikil utawa watu cilik-cilik ing sekitar kendi. Gagak entuk ide pinter. Dheweke njupuk watu cilik mau nganggo paruhe, banjur dilebokake siji-siji menyang njero kendi. 

 

Krikil sing dilebokake saya suwe saya akeh. Banyu ing njero kendi banjur mundhak munggah tekan ndhuwur. Akhire, gagak bisa ngombe banyu kuwi nganti mareg. 

 

Pesen Moral:
Kanthi akal kang pinter lan usaha sing ora nyerah, kesulitan bakal bisa diatasi. 

 

 

FABEL LUCU: PERTEMPURAN CACING DAN SEMUT YANG AKHIRNYA BERTEMAN

 


Di sebuah taman yang sedang dilanda gerimis, terjadilah sebuah perseteruan konyol antara Cacing bernama Ciko dan seekor Semut bernama Semi.

Pertempuran Dimulai
Semuanya bermula saat Ciko sedang asyik "berenang" di atas tanah yang becek. Tanpa sengaja, tubuhnya yang licin menabrak gundukan tanah yang ternyata adalah pintu masuk markas Semi.

"Woy! Raksasa kenyal! Kamu baru saja menghancurkan gerbang istanaku!" teriak Semi sambil berkacak pinggang di atas sebutir kerikil.

Ciko berhenti. Karena tidak punya telinga, dia hanya merasakan getaran hebat. Dia melongokkan kepalanya yang tidak jelas mana wajah mana ekor. "Siapa itu? Ada yang bicara dengan pantatku?"

Semi makin emosi. "Aku di sini, dasar sosis tanah! Ayo duel!" Semi mulai melakukan gerakan karate di udara, meskipun bagi Ciko, Semi hanya terlihat seperti titik hitam yang sedang ayan.

Serangan Tanpa Efek
Semi menyerang duluan. Dia menggigit bagian tengah tubuh Ciko. "Hiaaat! Rasakan rahang bajaku!"

Ciko menggeliat geli. "Aduh, aduh! Siapa yang sedang menggelitikku? Hentikan, itu area sensitif!" Ciko tertawa terpingkal-pingkal sampai tubuhnya meliuk-liuk seperti mi instan yang diaduk.

Karena kegelian, Ciko tidak sengaja berguling dan... Pluk! Tubuh besarnya menindih Semi.

"Aduh! Gelap! Aku tertimbun kasur hidup!" teriak Semi dari bawah perut Ciko yang dingin dan basah.

Gencatan Senjata yang Aneh
Ciko segera bergeser. "Oh, maaf! Aku tidak tahu kamu ada di sana, Teman Kecil. Kenapa kamu menggigitku? Aku kan cuma mau lewat."

Semi mengatur napasnya yang tersengal. "Kamu merusak rumahku! Kami sudah lembur semalaman membangun pintu itu menggunakan air liur dan doa!"

Ciko merasa bersalah. "Maafkan aku. Tapi jujur, aku sulit melihat jalan. Mataku saja tidak ada."

Semi terdiam. Dia baru sadar kalau lawannya ini memang agak "kurang lengkap" secara anatomi. "Oh... pantesan. Tapi gara-gara kamu, aku sekarang basah kuyup dan kedinginan."

Persahabatan Unik
Ciko punya ide. Dia melingkarkan tubuhnya membentuk lingkaran kecil di atas tanah yang kering di bawah daun lebar. "Sini, masuk ke tengah tubuhku. Di sini hangat, aku akan menjagamu dari air hujan."

Semi yang tadinya ingin berperang, malah merasa terharu. Dia melompat ke tengah lingkaran tubuh Ciko. "Wah, ternyata kamu empuk juga ya, seperti sofa mahal."

"Dan kamu," kata Ciko sambil terkekeh, "ternyata gigitanmu lumayan juga untuk menghilangkan gatal-gatal di kulitku."

Akhirnya, pertempuran besar itu berakhir dengan damai. Sore itu, di bawah daun talas, seekor semut tidur siang dengan nyenyak di atas "kasur" cacing, sementara sang cacing senang karena akhirnya punya teman yang bisa memberitahunya mana bagian kepala dan mana bagian ekor.

 

Pesan moral dari cerita 

Pertempuran Cacing dan Semut adalah:

  1. Jangan Cepat Marah karena Salah Paham: Seringkali perselisihan terjadi hanya karena kita tidak tahu kondisi orang lain (seperti Semi yang tidak tahu Ciko sulit melihat). Bicarakan baik-baik sebelum menyalakan api permusuhan.
  2. Setiap Kekurangan Ada Kelebihannya: Ciko yang tidak punya mata dan telinga mungkin terlihat lemah, tapi tubuhnya bisa menjadi pelindung yang hangat bagi Semi. Begitu juga Semi, meski kecil, dia sangat teliti.
  3. Memaafkan Membuka Jalan Persahabatan: Jika Semi tetap keras kepala dan Ciko membalas dengan dendam, mereka tidak akan pernah merasakan kenyamanan bekerja sama. Memaafkan jauh lebih menguntungkan daripada memelihara permusuhan.
  4. Perbedaan Bukan Penghalang: Meskipun ukuran dan jenis mereka sangat berbeda, cacing dan semut tetap bisa berteman akrab dengan cara saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

 

LIBURAN KE PANTAI DI PACITAN

 


 

Orientasi

Pada liburan yang lalu, aku pergi ke kota Pacitan bersama dengan teman-temanku.

Kami akan tinggal selama beberapa malam pada sebuah pantai yang masih liar karena kami ingin mendapatkan pengalaman berada di alam liar. Kami telah menyiapkan segalanya.

Kami pergi ke sana dengan menggunakan motor. Kendaraan tersebut memudahkan kami untuk melewati berbagai jenis jalan untuk menuju pantai liar di sepanjang sisi selatan kota pacitan.

Kami berkendara pelan sambil beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan alam.

Akhirnya, kami sampai di Pacitan. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke arah selatan untuk menemukan pantai.

Yang kami inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan tak dikunjungi turis dan kami berhasil menemukannya. Pantai itu sangat indah dan sepi, tak ada pengunjung lain selain kami.

Kami membangun tenda dan menyiapkan ranting-ranting pohon untuk menyalakan api karena kami membutuhkannya untuk memasak.

Aku sangat menyukai pantai ini karena yang aku dapatkan tak hanya keindahan panoramanya tapi juga sebuah pantai keren untuk memancing. Aku memancing dan mendapatkan banyak ikan. Kami membakar ikan-ikan tersebut dengan api yang telah kami buat.

Reorientasi

Kami tinggal di pantai tersebut selama dua malam. Kami harus kembali pulang karena persediaan makanan kami telah habis. Kami sangat menyukai petualagan itu dan kami akan kembali lagi pada liburan berikutnya.


 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 5: Persahabatan yang Tak Terkalahkan

 

Luna dan Loki segera menjadi teman baik dengan makhluk itu. Mereka berdua belajar banyak tentang dunia tersembunyi itu dan menemukan bahwa persahabatan mereka adalah kunci untuk mengalahkan kejahatan yang mengancam dunia itu. Dengan keberanian dan kerja sama, mereka berdua berhasil mengalahkan kejahatan itu dan menyelamatkan dunia tersembunyi. Luna dan Loki kembali ke hutan dengan hati yang penuh dengan kebahagiaan dan persahabatan yang tak terkalahkan. Tapi, apakah petualangan mereka sudah berakhir?

 

****TAMAT****

 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 4: Dunia yang Tersembunyi

 

Di balik pintu rahasia, Luna dan Loki menemukan sebuah dunia yang tersembunyi. Dunia itu penuh dengan keajaiban dan keindahan. Mereka berdua sangat gembira dan merasa seperti telah menemukan harta karun. Tapi, mereka tidak sendirian. Ada makhluk lain yang juga tinggal di dunia itu. "Siapa kalian?" tanya makhluk itu dengan suara yang misterius. Luna dan Loki merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang makhluk itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 3: Petualangan Malam

 

Suatu malam, Luna dan Loki memutuskan untuk melakukan petualangan di hutan. Mereka berjalan dengan hati-hati dan tiba-tiba mendengar suara aneh. "Apa itu?" bisik Luna dengan penasaran. Loki hanya menunjuk ke arah suara itu. Mereka berdua mendekati sumber suara dan menemukan sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa yang ada di balik pintu ini?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan membuka pintu itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 2: Rahasia di Balik Duri

 

Luna dan Loki semakin dekat dan sering bermain bersama. Suatu hari, Luna melihat Loki melakukan sesuatu yang aneh. Loki memasukkan tangannya ke dalam sebuah lubang yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa itu?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan berkata, "Tunggu saja." Luna merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dilakukan Loki. Tapi, Loki tidak mau memberitahu. Apakah rahasia Loki akan terungkap?

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 1: Pertemuan yang Tak Terduga

 

Di hutan yang rindang, seekor kelinci bernama Luna sedang berjalan-jalan menikmati udara segar. Tiba-tiba, dia terkejut melihat seekor landak bernama Loki yang sedang mencari makan. Awalnya, Luna merasa takut karena melihat duri-duri tajam di tubuh Loki. Namun, Loki yang ramah dan baik hati langsung menyambut Luna dengan senyum. "Halo, aku Loki!" katanya dengan suara yang hangat. Luna merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang landak ini. Mereka berdua langsung mengobrol dan menemukan banyak kesamaan. Tapi, Luna tidak tahu bahwa Loki memiliki rahasia yang akan mengubah segalanya...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL: KUPU-KUPU YANG SUKA MENYANYI

 


Di sebuah taman bunga yang indah, hiduplah seekor kupu-kupu bernama Lili. Lili berbeda dari kupu-kupu lain karena ia sangat suka menyanyi. Setiap pagi, ia bernyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga. Suaranya lembut dan merdu. Namun, beberapa serangga menertawakannya. “Kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi,” kata belalang.

Lili merasa sedih, tetapi ia tidak berhenti bernyanyi. Suatu hari, badai besar datang dan membuat taman menjadi gelap. Semua serangga merasa takut dan kebingungan. Saat itu, Lili bernyanyi dengan suara indahnya. Lagu itu membuat semua serangga menjadi tenang dan berani.

Setelah badai berlalu, mereka menyadari bahwa nyanyian Lili sangat bermanfaat. Belalang pun meminta maaf. Sejak saat itu, Lili bernyanyi dengan bangga, dan semua penghuni taman menghargai keunikannya.

Berikut 5 soal dan jawaban berdasarkan fabel tersebut:

  1. Di mana Lili si kupu-kupu tinggal?
    Jawaban: Di sebuah taman bunga yang indah.
  2. Apa kebiasaan Lili setiap pagi?
    Jawaban: Menyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga.
  3. Mengapa beberapa serangga menertawakan Lili?
    Jawaban: Karena mereka menganggap kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi.
  4. Apa yang dirasakan serangga lain saat badai datang?
    Jawaban: Mereka merasa takut dan kebingungan.
  5. Apa perubahan sikap serangga lain setelah badai berlalu?
    Jawaban: Mereka menghargai Lili dan menyadari manfaat nyanyiannya.

Pesan Moral

Jadilah diri sendiri dan jangan takut menunjukkan kelebihan, karena setiap keunikan memiliki manfaat. πŸŒΈπŸ¦‹

 

FABEL : SEMUT DAN BELALANG

 

 

Seekor semut yang rajin bekerja keras untuk menyimpan makanan untuk musim dingin. Sementara itu, seekor belalang yang malas hanya bermain dan bernyanyi. Ketika musim dingin datang, semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang bekerja keras untuk menyimpan makanan?

A: Semut.

2. Q: Apa yang dilakukan belalang ketika semut bekerja?

A: Belalang bermain dan bernyanyi.

3. Q: Apa yang terjadi pada semut dan belalang ketika musim dingin datang?

A: Semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

4. Q: Apa sifat semut dalam cerita ini?

A: Rajin dan bertanggung jawab.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

 

Pesan Moral: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

FABEL : SINGA DAN TIKUS

 


 

Seekor singa yang kuat menangkap seekor tikus. Tikus tersebut memohon untuk dibebaskan dan berjanji akan membantu singa jika diperlukan. Singa yang merasa lucu kemudian membebaskan tikus. Beberapa hari kemudian, singa terjebak dalam jaring dan tikus datang untuk membantu singa dengan menggigit jaring.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang ditangkap oleh singa?

A: Tikus.

2. Q: Mengapa singa membebaskan tikus?

A: Karena singa merasa lucu dan tikus berjanji akan membantu.

3. Q: Apa yang terjadi pada singa setelah dibebaskan tikus?

A: Singa terjebak dalam jaring.

4. Q: Siapa yang membantu singa keluar dari jaring?

A: Tikus.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

FABEL : KELINCI DAN KURA-KURA

 


 

Seekor kelinci yang sombong menantang seekor kura-kura untuk berlomba. Kelinci yang yakin akan menang kemudian berhenti di tengah jalan dan tidur. Sementara itu, kura-kura terus berjalan perlahan-lahan. Ketika kelinci bangun, kura-kura sudah mencapai garis finish.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang menantang kura-kura untuk berlomba?

A: Kelinci.

2. Q: Mengapa kelinci berhenti di tengah jalan?

A: Karena kelinci merasa yakin akan menang.

3. Q: Siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu?

A: Kura-kura.

4. Q: Apa sifat kelinci dalam cerita ini?

A: Sombong dan malas.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

FABEL : BURUNG GAGAK DAN BOTOL

 


 

Seekor burung gagak yang haus mencari air di gurun. Ia menemukan sebuah botol yang berisi air, tetapi leher botol terlalu sempit untuk burung gagak memasukkan kepala. Burung gagak kemudian menggunakan batu untuk memasukkan ke dalam botol dan menaikkan air ke permukaan. Dengan cara itu, burung gagak dapat minum air dari botol.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan burung gagak untuk mendapatkan air?

A: Burung gagak menggunakan batu untuk menaikkan air.

2. Q: Mengapa burung gagak tidak dapat memasukkan kepala ke dalam botol?

A: Karena leher botol terlalu sempit.

3. Q: Apa yang terjadi pada air di dalam botol setelah burung gagak memasukkan batu?

A: Air naik ke permukaan.

4. Q: Apa sifat burung gagak dalam cerita ini?

A: Cerdas dan gigih.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

 

Pesan Moral: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

FABEL : KUCING DAN TIKUS

 


 

Di sebuah rumah tua, hiduplah seekor kucing yang rakus dan seekor tikus yang cerdas. Suatu hari, kucing tersebut mencoba untuk menangkap tikus, tetapi tikus berhasil melarikan diri. Kucing tersebut kemudian berpura-pura menjadi teman tikus dan mengundangnya untuk makan bersama. Tikus yang cerdas tidak percaya dan memutuskan untuk tidak datang. Kucing tersebut akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan kucing untuk menangkap tikus?

A: Kucing berpura-pura menjadi teman tikus.

2. Q: Mengapa tikus tidak datang ke undangan kucing?

A: Karena tikus tidak percaya kucing.

3. Q: Apa yang terjadi pada kucing di akhir cerita?

A: Kucing tidak mendapatkan apa-apa.

4. Q: Apa sifat kucing dalam cerita ini?

A: Rakus dan licik.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

 

Pesan Moral: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

FABEL : SUNGAI DAN BATU

 

 

Seekor sungai yang mengalir deras bertemu dengan batu besar di tengahnya. Sungai tersebut mencoba untuk menggerakkan batu, tetapi batu tidak bergeser. Sungai tersebut merasa frustrasi dan marah. Namun, setelah beberapa waktu, sungai sadar bahwa batu dapat menjadi tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan sungai terhadap batu?

A: Sungai mencoba untuk menggerakkan batu.

2. Q: Mengapa sungai frustrasi?

A: Karena batu tidak bergeser.

3. Q: Apa yang disadari oleh sungai?

A: Sungai sadar bahwa batu dapat menjadi tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan.

4. Q: Apa yang dapat kita pelajari dari cerita ini?

A: Kita dapat belajar untuk melihat sisi positif dari kesulitan.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menerima dan menghargai kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar.

 

Pesan Moral: Kita perlu menerima dan menghargai kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar.