Canonical tag adalah elemen HTML yang digunakan
untuk memberi tahu mesin pencari, seperti Google, URL mana yang dianggap
sebagai versi utama dari sebuah halaman web ketika ada beberapa URL dengan
konten yang sama atau sangat mirip.
PERINGATAN KERAS!!!
Kunjungi link khusus pria +21: obat khusus pria
Kunjungi Link khusus
wanita +21: obat pengencang
Kunjungi
Alternatif Link khusus wanita +21: obat pengencang
Canonical tag
sangat berguna bagi pemilik blog, termasuk blog teknologi dan gadget, karena
satu artikel terkadang bisa diakses melalui beberapa alamat URL.
1. Apa itu canonical tag?
Canonical tag biasanya ditulis di bagian <head> pada kode HTML halaman website.
Contohnya:
<link rel="canonical" href="https://namablog.com/tips-android.html"
/>
Kode tersebut memberi sinyal kepada mesin pencari
bahwa URL https://namablog.com/tips-android.html adalah URL utama yang ingin
diprioritaskan sebagai versi kanonis.
Misalnya, artikel
yang sama bisa diakses melalui URL berikut:
·
https://namablog.com/tips-android.html
·
https://namablog.com/tips-android.html?utm_source=facebook
·
https://namablog.com/tips-android.html?ref=promosi
Jika ketiganya
menyajikan konten yang sama, canonical tag dapat membantu menunjukkan bahwa URL
utama yang diinginkan adalah alamat pertama.
Perlu diketahui, canonical tag merupakan sinyal
bagi mesin pencari, bukan perintah mutlak. Google dapat memilih URL kanonis
yang berbeda jika sinyal lain menunjukkan pilihan berbeda.
2. Kenapa canonical tag penting untuk SEO?
Canonical tag
membantu Google memahami hubungan antara halaman-halaman yang memiliki konten
sama atau sangat mirip. Berikut manfaat utamanya.
A. Mengurangi kebingungan akibat URL duplikat
Satu artikel bisa memiliki beberapa variasi URL karena
parameter pelacakan, pengaturan situs, atau variasi alamat. Canonical tag
membantu menunjukkan versi yang kamu inginkan untuk ditampilkan di hasil
pencarian Google.
B. Membantu menggabungkan sinyal SEO
Jika beberapa URL duplikat memperoleh tautan dari
situs lain, Google dapat menggabungkan sinyal tersebut ke URL kanonis yang
dipilihnya. Hal ini membantu memperjelas URL mana yang menjadi versi utama
artikel.
C. Membantu pengelolaan proses crawling
Dengan memahami halaman mana yang menjadi versi
utama, Google dapat mengurangi kebutuhan untuk terus merayapi halaman duplikat.
Manfaatnya bergantung pada kondisi situs dan bukan jaminan kenaikan peringkat.
D. Membuat pelaporan SEO lebih terarah
Ketika beberapa URL
mewakili konten yang sama, penentuan URL kanonis membantu memusatkan perhatian
pada halaman utama saat mengevaluasi performa pencarian.
Penting: canonical tag bukan faktor ajaib untuk menaikkan
peringkat. Fungsinya terutama membantu Google memahami dan memilih URL utama.
3. Kapan kamu perlu menggunakan canonical tag?
Berikut beberapa
contoh dalam pengelolaan blog teknologi dan gadget.
|
Situasi |
Tindakan yang disarankan |
|
Satu artikel memiliki parameter pelacakan URL |
Arahkan canonical ke URL artikel utama |
|
Konten yang sama tersedia melalui beberapa URL |
Pilih URL utama yang sesuai |
|
Artikel memiliki URL berbeda untuk versi HTTP dan HTTPS |
Konsisten menggunakan versi HTTPS jika tersedia dan dikonfigurasi dengan benar |
|
Dua artikel membahas topik serupa, tetapi memiliki isi dan tujuan berbeda |
Biasanya pertahankan canonical masing-masing |
|
Artikel baru yang sepenuhnya orisinal |
Gunakan canonical ke URL artikel itu sendiri |
Contoh dua artikel
yang sebaiknya tetap terpisah:
·
namablog.com/review-hp-a.html
·
namablog.com/review-hp-b.html
Meskipun kedua
artikel sama-sama membahas smartphone, kontennya berbeda. Jangan mengarahkan
canonical keduanya ke satu halaman hanya karena topiknya mirip.
4. Cara memasang canonical tag di blog
Untuk Blogger (Blogspot)
Blogger umumnya menghasilkan canonical tag secara
otomatis. Karena itu, jangan langsung menambahkan kode baru ke template
sebelum memeriksa apakah tag tersebut sudah tersedia.
Cara memeriksanya:
1.
Buka salah satu
artikel blog kamu.
2.
Buka kode sumber
halaman melalui browser, biasanya dengan menu View Page Source atau Lihat
Sumber Halaman.
3.
Cari teks rel="canonical".
4.
Periksa apakah URL
pada atribut href mengarah ke URL artikel yang benar.
Contoh yang
diharapkan:
<link rel="canonical"
href="https://namablog.com/artikel-teknologi.html"
/>
Jika kamu menggunakan domain Blogspot gratis, URL
kanonisnya bisa menggunakan domain blogspot.com. Itu tidak otomatis bermasalah.
Untuk WordPress
WordPress dan
banyak plugin SEO dapat menghasilkan canonical tag secara otomatis. Periksa
pengaturan SEO atau kode sumber halaman sebelum melakukan perubahan manual.
Hindari menghasilkan beberapa canonical tag yang saling bertentangan.
Panduan resmi Google: Cara
menentukan URL kanonis .
5. Kesalahan canonical tag yang perlu dihindari
·
Mengarah
ke URL yang salah. Pastikan URL
tujuan benar-benar merupakan versi utama konten.
·
Memasang
beberapa canonical tag yang berbeda. Ini dapat membuat sinyal kanonis menjadi tidak
konsisten.
·
Mengarahkan
semua artikel ke halaman utama blog. Setiap artikel seharusnya memiliki URL kanonis
yang sesuai dengan isinya.
·
Menggunakan
canonical untuk konten yang berbeda. Canonical ditujukan untuk halaman duplikat atau
sangat mirip, bukan sekadar halaman dengan topik serupa.
·
Menganggap
canonical sebagai pengganti redirect. Jika URL lama sudah tidak digunakan dan harus
dialihkan secara permanen, redirect permanen biasanya lebih tepat.
Google menyarankan penggunaan URL absolut,
konsistensi antara canonical dan sitemap, serta canonical yang merujuk pada
dirinya sendiri untuk halaman utama yang dipilih.
6. Cara mengecek canonical melalui Google Search
Console
Jika blog sudah terdaftar
di Google Search Console, kamu bisa memeriksa apakah Google memilih URL kanonis
yang sesuai.
1.
Buka Google Search Console .
2.
Pilih properti
website yang ingin diperiksa.
3.
Gunakan fitur Inspeksi
URL dan masukkan alamat artikel.
4.
Periksa informasi
tentang URL kanonis yang dinyatakan oleh pemilik situs dan URL kanonis yang
dipilih Google, jika tersedia.
5.
Jika berbeda,
periksa kode canonical, redirect, sitemap, dan konsistensi URL internal.
Perubahan canonical tidak selalu langsung terlihat
di hasil pencarian karena Google perlu merayapi dan mengevaluasi halaman
kembali.
Kesimpulan
PERINGATAN KERAS!!!
Kunjungi link khusus pria +21: obat khusus pria
Kunjungi Link khusus
wanita +21: obat pengencang
Kunjungi
Alternatif Link khusus wanita +21: obat pengencang
Canonical tag
adalah elemen teknis SEO yang membantu mesin pencari menentukan versi utama
dari halaman yang duplikat atau sangat mirip. Untuk blog teknologi dan gadget,
langkah terbaik adalah memastikan setiap artikel memiliki URL kanonis yang
benar, menghindari sinyal yang saling bertentangan, dan memeriksa hasilnya
melalui Google Search Console.
Jika kamu
menggunakan Blogger, mulailah dengan memeriksa canonical tag yang sudah dibuat
otomatis sebelum mengubah template.