7 KESALAHAN DALAM MENYUSUN STRUKTUR URL YANG TIDAK SEO-FRIENDLY

 


Struktur URL merupakan salah satu elemen penting dalam optimasi mesin pencari (SEO). URL yang rapi, singkat, dan mudah dipahami tidak hanya membantu mesin pencari mengindeks halaman dengan lebih baik, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna saat mengunjungi situs Anda.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Sebaliknya, URL yang berantakan dapat membingungkan pengunjung dan mengurangi efektivitas strategi SEO. Berikut tujuh kesalahan yang sering terjadi saat menyusun struktur URL beserta cara menghindarinya.

1. URL Terlalu Panjang

URL yang terlalu panjang sulit dibaca, sulit diingat, dan kurang menarik saat dibagikan.

Contoh kurang baik:

https://domainanda.com/blog/artikel-2026-tips-lengkap-cara-memilih-sepatu-hiking-yang-nyaman-untuk-pendaki-pemula-dan-profesional

Contoh lebih baik:

https://domainanda.com/tips-memilih-sepatu-hiking

Gunakan URL yang singkat, deskriptif, dan tetap mencerminkan isi halaman.

2. Menggunakan Angka atau Kode yang Tidak Bermakna

Hindari URL seperti:

https://domainanda.com/post?id=54873

URL tersebut tidak memberikan informasi mengenai isi halaman.

Lebih baik gunakan:

https://domainanda.com/cara-memilih-tenda-camping

Baik pengguna maupun mesin pencari akan lebih mudah memahami topik halaman.

3. Memasukkan Terlalu Banyak Kata Kunci

Mengulang kata kunci secara berlebihan justru dapat membuat URL terlihat tidak alami.

Kurang baik:

/sepatu-hiking-sepatu-gunung-sepatu-pendakian-terbaik

Lebih baik:

/sepatu-hiking-terbaik

Gunakan satu kata kunci utama yang paling relevan.

4. Menggunakan Karakter Khusus atau Huruf Acak

Karakter seperti %, &, @, atau rangkaian huruf yang tidak bermakna dapat membuat URL sulit dibaca.

Kurang baik:

/artikel@2026%camping

Lebih baik:

/tips-camping

Gunakan huruf kecil, angka jika diperlukan, dan tanda hubung (-) sebagai pemisah kata.

5. Tidak Menggunakan Struktur Kategori yang Jelas

Semua artikel yang diletakkan di direktori utama tanpa pengelompokan dapat membuat pengelolaan situs menjadi kurang teratur.

Contoh yang lebih rapi:

  • /hiking/perlengkapan-hiking
  • /camping/memilih-tenda
  • /travel/jalur-pendakian

Struktur kategori yang konsisten membantu pengguna memahami organisasi konten situs.

6. Sering Mengubah URL Tanpa Alasan

Mengganti URL yang sudah terindeks dapat menyebabkan tautan rusak dan hilangnya sebagian nilai SEO jika tidak dikelola dengan benar.

Jika memang harus mengubah URL:

  • Gunakan pengalihan permanen (301 redirect).
  • Perbarui tautan internal.
  • Pastikan sitemap juga diperbarui.

Lakukan perubahan hanya jika benar-benar diperlukan.

7. Menggunakan Tanggal pada URL Tanpa Kebutuhan

Contoh:

/2024/08/tips-mendaki-gunung

Jika artikel terus diperbarui, keberadaan tanggal dapat membuat konten terlihat usang meskipun informasinya masih relevan.

Sebagai alternatif, gunakan:

/tips-mendaki-gunung

Struktur ini lebih fleksibel untuk pembaruan di masa mendatang.

Tips Membuat URL yang SEO-Friendly

  • Gunakan URL yang singkat dan mudah dibaca.
  • Sertakan kata kunci utama secara alami.
  • Pisahkan kata dengan tanda hubung (-).
  • Gunakan huruf kecil secara konsisten.
  • Hindari karakter khusus dan parameter yang tidak perlu.
  • Pertahankan struktur URL agar tetap konsisten.
  • Ubah URL hanya jika ada alasan yang jelas, lalu gunakan 301 redirect.

Kesimpulan

URL yang baik bukan hanya membantu mesin pencari memahami isi halaman, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Dengan menghindari kesalahan seperti URL yang terlalu panjang, penggunaan karakter khusus, pengulangan kata kunci, atau perubahan URL yang tidak perlu, Anda dapat membangun struktur situs yang lebih rapi, mudah dikelola, dan mendukung performa SEO dalam jangka panjang.

Ingat, URL yang sederhana, deskriptif, dan konsisten sering kali menjadi pilihan terbaik untuk pengguna maupun mesin pencari.