Nasib manusia selalu tak bisa ditebak. Kadang berada
di atas, kadang juga berada di bawah. Seperti roda yang menggelinding. Hari ini
mungkin kita menjadi orang yang selalu menderita, hidup di tempat kumuh atau
menjadi gelandangan. Namun beberapa tahun kemudian kita bisa menjadi orang yang
hebat, kaya raya hingga terkenal.
Seperti yang dialami oleh tujuh orang hebat ini. Awalnya mereka tak ubahnya
seorang gelandangan. Tidur di jalanan dengan dandanan yang nampak kotor. Namun
usaha yang mereka lakukan mampu mengubah semua nasibnya. Bahkan berbalik 180
derajat. Mari kita belajar dari kisah mereka ini!
1. Jennifer
Lopez
Siapa yang teka mengenal bintang besar Jennifer Lopez. Kemampuannya
dalam menari, akting, hingga merambah dunia produser membuat jadi wanita paling
sukses di dunia. Kini kekayaan dari J-Lo bisa mencapai ratusan juta dolar.
Sebelum kariernya menanjak. J-Lo pernah menjadi seorang gelandangan. Ia pergi
dari rumah saat berusia 18 tahun dan tidur di sofa studio tari. Ia menolak
untuk kuliah seperti apa yang diinginkan orang tuanya. Nekat dan perjuangan
yang dilakukan wanita ini akhirnya membuahkan hasil yang fantastis.
2. Steve
Jobs
Apa yang ada di pikiran anda begitu mendengar kata “Steve Jobs”? Kalau
tidak uang, uang, ya uang. Steve Jobs adalah panutan semua orang di dunia ini
untuk memulai usaha dari bawah. Ia membuktikan jika kerja keras akan
menghasilkan banyak keuntungan.
Sebelum jadi CEO Apple dan akhirnya meninggal dunia. Steve pernah
menjadi seorang yang homeless. Tak memiliki rumah dan selalu menumpang untuk
tidur. Keluarga yang broken home membuatnya harus bertahan hidup dengan apa
yang ia mampu. Termasuk mencari tempat untuk mendapatkan makan gratis.
3. Sylvester
Stallone
Sylvester Stalone adalah salah satu legenda aktor laga paling sukses di
dunia. Segala film yang ia mainkan, mulai dari Rocky hingga Rambo
selalu mendulang kesuksesan.Uang yang dihasilkan dari bermain film ini bisa
membuat Stallone hidup enak. Bahkan memiliki benda mewah yang banyak.
Sebelum menjadi terkenal, dan kaya raya. Stallone pernah menjadi gelandangan.
Ia pernah nyaris sebulan hidup di halte bus. Pun karena fisiknya yang bagus ia
juga pernah ditawari main film panas dengan bayaran 100 dolar sehari. Tapi
nasib berkata lain. Stallone dijadikan orang sukses dan terkenal hingga hari
tuanya tiba sekarang.
4. Halle
Berry
Kita mengenal Halle Barry sebagai salah satu wanita keturunan
Amerika-Afrika yang mampu memenangkan Academy Award. Pun kategori yang ia
menangkan adalah pemeran wanita terbaik. Saat ini Halle dikenal sangat kaya,
berpengaruh, dan juga seksi.
Sebelum terkenal dan memiliki banyak sekali kekayaan. Halle pernah gagal
menikah sebanyak dua kali. Tak berhenti di situ saja. Ia juga pernah melakukan
bunuh diri akibat tekanan batin yang kuat. Sebelum kariernya menanjak tinggi,
ia juga seorang gelandangan yang tidur di mana saja.
5. Jim
Morrison
Jim Morrison adalah legenda musik rock dunia. Namanya melejit setelah ia
menjadi penyanyi utama dari grup band The Doors. Jim dikenal sebagai
orang yang sangat berbakat. Ia mampu menciptakan lagu, hingga menulis banyak
sekali puisi yang indah. Kariernya usai saat ia meninggal di usai yang sangat
muda, 27 tahun.
Semasa hidup, Jim yang melegenda ini pernah hidup sebagai gelandangan. Ia mampu
tidur di mana saja. Entah di jalanan hingga di taman. Ia tak menampik jika saat
memulai karier, hidupnya benar-benar kacau! Tanah ia jadikan sebagai kasur
dengan langit sebagai selimutnya.
6. Drew
Carey
Drew Carey kita kenal sebagai aktor, komedian, dan juga banyak memiliki
acara game show. Kekayaannya sudah tak bisa dihitung lagi. Ada yang mengatakan
jika uang yang dimiliki oleh Drew mencapai 200 juta dolar. Banyak sekali kan?
Sebelum mengawali karier sebagai komedian, ia adalah seorang homeless. Tak
memiliki rumah hingga harus tidur di jalanan. Namun nasibnya berubah drastis
dan kini menjadi orang yang sangat sukses dalam karier di Amerika.
7. David
Latterman
David dikenal sebagai seorang komedian dan juga host paling berpengaruh di
Amerika. Karier yang ia mulai dari bawah benar-benar membuat David jadi orang
yang kaya raya dan sangat terkenal. Tak ada orang di Amerika yang tak mengenal
David.
Sebelum terkenal dan memiliki banyak sekali pundi uang. David pernah tinggal di
dalam mobil pickup selama beberapa bulan. Ia bertahan di sana karena tak
memiliki uang untuk sekadar membeli makan dan juga menyewa rumah. Sekarang? Apa
saja bisa David beli dengan uangnya yang melimpah.
Dari tujuh orang sukses di atas kita bisa mengambil pelajaran: tak ada yang tak
mungkin di dunia ini selama kita berusaha. So, kita harus berjuang untuk
menggapai semua mimpi. Jangan mudah menyerah dan pasrah, ya!
7 GELANDANGAN YANG KINI KAYA RAYA DAN JADI ORANG TERKENAL !
9 ISTRI SOEKARNO, HANYA SATU YANG SETIA HINGGA AKHIR HAYATNYA, SALAH SATUNYA WANITA JEPANG
Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, bukan hanya dikenal sebagai proklamator dan tokoh besar yang menggetarkan dunia, tetapi juga sebagai sosok penuh pesona yang sulit dilupakan. Lahir di Blitar, 6 Juni 1901, Soekarno memiliki karisma yang begitu kuat perpaduan antara kecerdasan, kepemimpinan, dan daya tarik personal yang membuat banyak wanita terpikat.
Bahkan, seorang pemimpin Kamboja pernah menjulukinya “Don
Juan dari Timur”, tokoh fiksi asal Italia yang terkenal karena pesonanya
terhadap wanita. Julukan itu bukan tanpa alasan Soekarno dikenal mampu
menaklukkan hati banyak perempuan dengan tutur katanya yang lembut, pandangan
matanya yang penuh keyakinan, dan jiwa revolusionernya yang membara.
Dalam catatan sejarah, ada sembilan wanita yang pernah
menjadi istri Soekarno. Masing-masing memiliki kisah, peran, dan warna
tersendiri dalam perjalanan hidup sang Bung Besar.
๐ 1. Siti Oetari
Wanita pertama yang dinikahi Soekarno pada tahun 1921 ini
adalah putri dari H.O.S. Tjokroaminoto, guru sekaligus tokoh besar Serikat
Islam. Pernikahan mereka berlangsung singkat hanya dua tahun karena Soekarno
kemudian melanjutkan studinya ke Bandung. Hubungan ini lebih banyak dilandasi
rasa hormat daripada cinta.
๐ 2. Inggit Garnasih
Sosok wanita yang sangat berjasa dalam hidup Soekarno.
Mereka menikah pada tahun 1923 setelah Soekarno jatuh cinta kepada sang pemilik
rumah kos tempat ia tinggal di Bandung. Inggit bukan hanya istri, tetapi juga
pendamping perjuangan sejati yang menemaninya saat dipenjara dan diasingkan.
Namun, pernikahan mereka berakhir ketika Soekarno hendak menikahi Fatmawati
pada tahun 1943.
๐ 3. Fatmawati
Cinta sejati yang mewarnai masa perjuangan kemerdekaan.
Soekarno dan Fatmawati menikah di Bengkulu (1943) dan dikaruniai lima anak, termasuk
Megawati Soekarnoputri, yang kelak menjadi presiden kelima RI. Fatmawati
dikenal anggun dan sederhana bahkan ia-lah yang menjahit bendera pusaka Merah
Putih untuk upacara Proklamasi 17 Agustus 1945. Mereka berpisah pada tahun
1956, ketika Soekarno menikah dengan Hartini.
๐น 4. Hartini
Pertemuan Soekarno dengan Hartini, seorang janda dan pegawai
Dinas Pekerjaan Umum asal Salatiga, berawal dari kunjungan kerja. Mereka
menikah pada tahun 1952 dan dikaruniai dua anak. Hartini dikenal sangat setia
dan mendampingi Soekarno hingga akhir hayatnya. Dialah satu-satunya istri yang
tetap berada di sisinya sampai wafat.
✈️ 5. Kartini Manoppo
Seorang pramugari Garuda Indonesia yang memesona. Soekarno
terpikat setelah melihat lukisan dirinya karya Basuki Abdullah. Mereka menikah
pada tahun 1959 dan memiliki seorang anak. Keanggunan Kartini yang lembut
membuat Soekarno jatuh hati di tengah kesibukan sebagai kepala negara.
๐ฏ๐ต 6. Ratna Sari
Dewi (Naoko Nemoto)
Wanita asal Tokyo ini bernama asli Naoko Nemoto. Ia menikah
dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berusia 19 tahun, sementara Soekarno
berumur 57 tahun. Pesona Ratna Sari Dewi, kecerdasannya, serta keanggunan khas
Jepang membuatnya menjadi sorotan dunia. Setelah Soekarno turun dari jabatan
presiden, ia kembali menetap di Tokyo.
๐ญ 7. Haryati
Dikenal sebagai seniman dan staf negara bidang kesenian,
Haryati menikah dengan Soekarno pada tahun 1963, ketika usianya baru 23 tahun.
Pernikahan mereka berlangsung singkat, hanya tiga tahun, sebelum akhirnya
berpisah.
๐ผ 8. Yurike Sanger
Masih berusia belasan tahun ketika pertama kali bertemu
Soekarno dalam sebuah acara kenegaraan pada 1963. Gadis yang saat itu merupakan
anggota barisan pelajar ini akhirnya dinikahi oleh sang presiden pada tahun
1964, namun hubungan mereka berakhir pada 1967, setelah kekuasaan Soekarno
meredup.
๐ธ 9. Heldy Djafar
Wanita muda dari Kalimantan Timur ini menikah dengan
Soekarno pada tahun 1966, saat dirinya baru berusia 18 tahun. Namun, badai
politik pasca peristiwa G30S/PKI membuat rumah tangga mereka tidak bertahan
lama. Soekarno diasingkan ke Wisma Yaso, sementara Heldy akhirnya memilih untuk
bercerai.
Dari sembilan wanita yang pernah mengisi hatinya,
Hartini-lah yang tetap setia hingga akhir hayat Soekarno. Kisah cintanya bukan
sekadar tentang asmara, melainkan tentang bagaimana seorang pemimpin besar
mencintai, berkorban, dan dihormati oleh begitu banyak wanita yang terpikat
oleh cahaya kepribadiannya.
Sumber : harianhaluan.com
#BungKarno #KisahCintaSoekarno #SembilanIstriSoekarno
#Fatmawati #HartiniSetia #RatnaSariDewi #LegendaCintaProklamator
2 KODE ETIK YANG DILANGGAR AHMAD DHANI. SANKSINYA?
Anggota DPR
RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani, telah terbukti melanggar Kode Etik DPR
dalam dua kasus berbeda. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menjatuhkan
sanksi berupa teguran lisan atas pernyataan kontroversial yang disampaikannya.
๐ฃ️ Kasus Pertama: Pernyataan Seksis dalam Rapat
Komisi X
Pada 5 Maret
2025, dalam rapat Komisi X DPR RI yang membahas naturalisasi pemain sepak bola,
Ahmad Dhani mengusulkan agar pemain asing berusia di atas 40 tahun dan
berstatus duda dinaturalisasi dengan menikahi perempuan Indonesia. Ia
berpendapat bahwa langkah ini akan menghasilkan keturunan dengan kualitas sepak
bola yang lebih baik. Pernyataan ini dianggap seksis dan melecehkan perempuan,
karena menempatkan perempuan hanya sebagai alat reproduksi dan pelayan seksual
suami. Komnas Perempuan mengecam pernyataan tersebut dan mendorong MKD untuk
melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
๐งพ Kasus Kedua: Pernyataan Rasis dan Merendahkan
Martabat Bangsa
Dalam
kesempatan yang sama, Ahmad Dhani juga menyebutkan bahwa jika pemain sepak bola
yang dinaturalisasi beragama Islam, mereka bisa menikahi hingga empat
perempuan. Pernyataan ini dianggap rasis dan merendahkan martabat bangsa,
karena menilai kualitas pemain asing lebih baik hanya berdasarkan ras dan
agama. Komnas Perempuan menilai pernyataan ini bertentangan dengan komitmen
Indonesia dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dan anti-diskriminasi.
Baca juga: Kode Etik DPR: Aturan, Contoh Kasus, dan Hukuman bagi Pelanggarnya
⚖️ Sanksi dan Tindakan MKD
MKD DPR RI
memutuskan bahwa Ahmad Dhani melanggar Kode Etik DPR dalam kedua kasus
tersebut. Sebagai bentuk sanksi, MKD menjatuhkan teguran lisan kepada Ahmad
Dhani. Selain itu, MKD juga meminta agar ia menyampaikan permintaan maaf secara
terbuka kepada publik dan pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pernyataannya.
Pernyataan
kontroversial Ahmad Dhani ini menyoroti pentingnya menjaga etika dan kehormatan
sebagai wakil rakyat, serta perlunya kesadaran akan dampak dari setiap ucapan
yang disampaikan di ruang publik.
KARAKTER UTAMA KARTUN SPONGEBOB
SpongeBob SquarePants adalah karakter utama dalam serial animasi Amerika yang diciptakan oleh Stephen Hillenburg. SpongeBob adalah spons laut berwarna kuning yang tinggal di kota bawah laut Bikini Bottom. Ia bekerja sebagai koki di restoran Krusty Krab dan dikenal karena sifatnya yang ceria, optimis, dan kadang-kadang naif. Meskipun sering terlibat dalam petualangan yang konyol, SpongeBob selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal yang dia lakukan. Karakter ini sangat populer di kalangan anak-anak dan dewasa, serta telah menjadi ikon budaya pop. Berikut adalah daftar tokoh utama kartun SpongeBob SquarePants:
Tokoh Utama
- SpongeBob SquarePants: Protagonis utama kartun, seekor spons laut yang optimis dan energik yang bekerja sebagai koki di Krusty Krab.
- Patrick Star: Bintang laut yang malas dan bodoh, namun baik hati dan sahabat karib SpongeBob.
- Squidward Tentacles: Gurita yang murung dan tidak suka dengan kebisingan SpongeBob dan Patrick.
- Mr. Krabs: Kepiting yang kaya dan pemilik Krusty Krab, yang sangat menyukai uang.
- Sandy Cheeks: Tupai yang cerdas dan atletis dari Texas, yang tinggal di dalam kubah kaca di Bikini Bottom.
- Plankton: Musuh bebuyutan Mr. Krabs yang selalu mencoba mencuri resep rahasia Krabby Patty.
- Karen: Komputer yang menjadi istri Plankton dan membantu suaminya dalam menjalankan skema jahat.
- Mrs. Puff: Ikan buntal yang sabar dan menjadi guru mengemudi bagi SpongeBob.
Tokoh Pendukung
- Gary: Siput peliharaan SpongeBob yang bisa mengeluarkan suara seperti kucing.
- Pearl: Anak perempuan Mr. Krabs yang tidak tertarik dengan bisnis keluarga.
- Larry the Lobster: Lobster yang menjadi lifeguard di Goo Lagoon.
- Mermaid Man dan Barnacle Boy: Pahlawan super yang sudah pensiun dan menjadi idola SpongeBob dan Patrick.
- King Neptune: Dewa laut yang memiliki kekuatan besar dan sering muncul dalam episode-episode SpongeBob .
BIODATA TITIK PUSPA SANG LEGENDA MUSISI INDONESIA
Titiek Puspa, nama panggung dari Sudarwati, adalah seorang penyanyi dan aktris legendaris Indonesia yang lahir pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan. Ia merupakan anak dari pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam.
Kariernya di dunia hiburan dimulai pada usia 14 tahun saat mengikuti kontes menyanyi "Bintang Radio" di Semarang. Ia kemudian dikenal dengan nama panggung "Titiek Puspa," yang merupakan gabungan dari panggilan akrabnya "Titiek" dan nama ayahnya "Puspowidjojo."
Sepanjang kariernya, Titiek Puspa telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah pada tahun 1954. Ia juga dianugerahi BASF Award ke-10 untuk kategori "Pengabdian Panjang di Dunia Musik" pada tahun 1994 dan Selebrita Awards 2016: Lifetime Achievement Award.
Selain bernyanyi, Titiek Puspa juga terlibat dalam dunia akting dan dikenal sebagai salah satu artis film Indonesia yang laris pada era 1960-an. Ia juga aktif sebagai pencipta lagu, dengan karya-karya populer seperti "Kupu-Kupu Malam," "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia," "Cinta," "Apanya Dong," "Cintailah Cinta," "Lagu Untuk Bunda," "Marilah Kemari," "Bing," "Gang Kelinci," dan "Dansa Yo Dansa."
Dalam kehidupan pribadi, Titiek Puspa menikah dengan almarhum Mus Mualim dan dikaruniai empat anak: Ella Puspasari, Kamarullah, Petty Tunjungsari, dan Murdago. Ia menganut agama Islam.
Pada usia 87 tahun, Titiek Puspa tetap aktif dan sehat, terus berkarya di dunia musik dan hiburan Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengikuti akun Instagram resmi beliau di @titiekpuspa_official atau mengunjungi kanal YouTube "Channel Eyang."
Pada 10 April 2025, Titiek Puspa dilarikan ke Rumah Sakit Medistra di Jakarta akibat pendarahan otak. Berita mengenai meninggalnya beliau sempat beredar, namun kemudian dibantah oleh rekan-rekannya, termasuk Inul Daratista, yang menyatakan bahwa Titiek Puspa masih dalam perawatan intensif. Informasi terbaru menunjukkan bahwa beliau tengah berjuang untuk pemulihan.
NASIHAT CHARLIE CHAPLIN
Charlie Chaplin hidup hingga usia 88 tahun, dan meninggalkan empat ucapan tentang kehidupan, salah satu hal terindah yang pernah saya baca:
BIODATA TEUKU UMAR BAHASA INDONESIA
Nama: Teuku Umar
Tanggal Lahir: 1 Februari 1854
Tempat Lahir: Aceh Barat, Indonesia
Tanggal Wafat: 11 Februari 1899
Tempat Wafat: Aceh, Indonesia
Kebangsaan: Indonesia
Pekerjaan: Pemimpin militer, Pahlawan nasional
Istri: Cut Nyak Dhien
Latar Belakang
Teuku Umar lair ing kulawarga bangsawan ing Aceh, wilayah ing sisih lor
Sumatra sing misuwur amarga sejarah lan perlawanan sing kuwat nglawan
penjajahan. Wektu cilik, dheweke kap exposed marang kondisi sosial-politik ing
Indonesia, utamane perjuangan nglawan penjajahan Belanda. Pendidikan awalnya
nguwatake rasa nasionalisme lan pentinge kamardikan kanggo masyarakatรฉ.
Karir Militer
Karir militer Teuku Umar diwiwiti ing pungkasan abad kaping 19, nalika Aceh
ngalami wektu kritis nalika Belanda nambahake usaha kanggo nguwasani wilayah
kasebut. Dhรฉwรฉ awalรฉ nglayani ing angkatan bersenjata Belanda, nanging banjur
ngalih kanggo ndhukung perlawanan Aceh. Kawruh babagan taktik militer Belanda dadi
aset ing perjuangan nglawan pasukan penjajah.
Ing taun 1896, Teuku Umar mimpin serangkaian kampanye gerilya sing sukses
nglawan Belanda. Keahlian strategis lan kepemimpinanรฉ sing karismatik nggawe
dheweke dihormati dรฉning kanca-kancanรฉ lan dadi tokoh penting ing gerakan
perlawanan Aceh. Dhรฉwรฉ nggunakake taktik inovatif, kanthi ngoptimalake kondisi
hutan lebat Aceh kanggo nyergap pasukan lan jalur pasokan Belanda.
Pernikahan karo Cut Nyak Dhien
Pernikahan Teuku Umar karo Cut Nyak Dhien, tokoh kunci liyane ing perlawanan
Aceh, ora mung minangka ikatan romantis nanging uga minangka aliansi strategis.
Cut Nyak Dhien dikenal amarga kemampuan kepemimpinane lan komitmenรฉ kanggo
perjuangan nglawan kolonialisme. Beberengan, dheweke nggawe duo sing kuat,
nginspirasi akeh wong kanggo melu ing perjuangan kamardikan.
Warisan lan Pahlawan Nasional
Sumbangan Teuku Umar marang perlawanan ing Aceh ora luput saka perhatian.
Dhรฉwรฉ dadi simbol keberanian lan kebanggaan nasional, lan usaha-usahane penting
kanggo nggalang dukungan kanggo gerakan kamardikan. Sanajan pungkasane pasukan
Aceh kalah, warisanรฉ tetep urip, lan dhรฉwรฉ diparingi pangormatan minangka
pahlawan nasional Indonesia.
Cerita uripรฉ isih menehi inspirasi kanggo akeh wong Indonesia, nglambangake
semangat perlawanan nglawan penindasan. Macem-macem monumen lan situs sejarah
wis dibangun ing Aceh kanggo ngormati sumbanganรฉ, lan dhรฉwรฉ dirayakake ing dina
nasional lan acara-acara sing didedikasikan kanggo pahlawan Indonesia.
Pati lan Peringatan
Teuku Umar seda tanggal 11 Februari 1899, nalika perang nglawan pasukan
Belanda. Patine minangka kerugian sing signifikan kanggo perlawanan Aceh,
nanging legendaรฉ mung saya nguwat. Komitmenรฉ ing ngadhepi tantangan sing abot
nggawe dhรฉwรฉ dadi tokoh sing lestari ing sejarah Indonesia.
Ing Indonesia modern, Teuku Umar dianggep ora mung minangka pemimpin
militer, nanging uga minangka simbol perjuangan kanggo kamardikan lan penentuan
nasib dhewe. Cerita uripรฉ diajari ing sekolah-sekolah lan dirayakake ing
macem-macem bentuk media, njamin generasi sabanjure ngerti pengorbanan sing
dilakoni dรฉning dhรฉwรฉ lan akeh liyane ing perjuangan nglawan penjajahan.
Kesimpulan
Urip Teuku Umar minangka bukti semangat perlawanan lan perjuangan kanggo
kebebasan. Warisanรฉ minangka pahlawan nasional wis manthuk ing memori kolektif
rakyat Indonesia, dadi sumber inspirasi ing perjalanan terus-terusan kanggo
persatuan lan kamardikan.
DAFTAR PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, SERTA WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA DI PILKADA JATIM 2024
A. JAWA TIMUR
1) Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak (Golkar, Gerindra,
Demokrat, PAN, PKS, PSI, PPP, Nasdem, Perindo, Gelora, Buruh, PBB, PKN, Garuda)
2) Tri Rismaharini – Zahrul Azhar
Asumta (PDIP, Hanura)
3) Luluk Nur Hamidah – Lukmanul
Hakim (PKB)
B.KABUPATEN/KOTA
1. Pacitan
1) Ronny Wahyono,S.IP – Kolonel Purnawirawan DRH. Wahyu Saptono Hadi.DP.KES (Nasdem,
PPP, PKS)
2) Indrata Nur Bayuaji – Gagarin (Demokrat, Golkar, PKB, Gerindra, PDIP,
Hanura, PAN, Gelora, Buruh, Garuda, PBB, Perindo, PSI)
2. Ponorogo
1) Sugiri Sancoko – Lisdyarita (PDIP, PKB, PKS, Demokrat, Golkar, PPP,
Gerindra, Perindo, Gelora, PSI dan Ummat)
2) Drs. H. Ipong Muchlissoni – Segoro Luhur Kusumo Daru (PAN, Nasdem, PBB)
3. Trenggalek
1) H. M. Nur Arifin, S.E. – Syah Muhammad Nata Negara, S.H (PDIP, Golkar,
Gerindra, PKS, Hanura, PAN, PKB, Demokrat, PSI, Gelora, Garuda)
4. Tulungagung
1) Drs. H. Maryoto Birowo – Didik Girnoto Yekti, S.AP (PDIP, Nasdem, Hanura dan
PAN)
2) Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. – Ahmad Baharudin, S.M. (Gerindra, Golkar,
PKS, Ummat, PKN, Perindo)
3) Drs. Santoso, M.Si – Samsul Umam (Demokrat, PPP, Buruh, PBB)
4) Budi Setijahadi – Susilowati (PKB)
5. Blitar
1) Rijanto – Beky Herdihansah (PDIP, PAN, Nasdem)
2) Hj. Rini Syarifah, A.Md – Abdul Goni (PKB, Demokrat, Gerindra, Golkar, PPP,
PKS, PSI)
6. Kediri
1) Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa (PDIP, Demokrat, Gerindra,
Golkar, PAN, PKS, PPP, Hanura, Gelora, Perindo, PSI, Ummat, PKN, Garuda, Buruh
dan PBB)
2) Deny Widyanarko – Mudawamah (PKB, Nasdem)
7. Malang
1) Sanusi – Lathifah Shohib (PDIP, PKB,Gerindra, Nasdem,PPP, PAN, Gelora,
Perindo, PSI, Ummat, PBB)
2) Gunawan Wibisono HS – dr Umar Usman (Golkar, Demokrat, PKS, Hanura)
8. Lumajang
1) Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma (Gerindra, PDIP, Nasdem, Golkar, PKS,
Demokrat, PBB, Gelora, Buruh, Perindo, Garuda)
2) Dr. H. Thoriqul Haq, S.Ag, M.ML – Lucita Izza Rafika S.IP., M.M (PKB, PPP,
PAN, PSI, PKN)
9. Jember
1) Muhammad Fawait-Djoko Susanto (Gerindra, Nasdem, PKB, PKS, PAN, PPP, Golkar,
Garuda, Gelora, Hanura, Buruh, PKN, PBB, Demokrat, PSI)
2) Hendy Siswanto – MB Firjaun Barlaman (PDIP)
10. Banyuwangi
1) Hj. Ipuk Fiestiandani – Ir. H. Mujiono, M.Si (PDIP, Golkar, Gerindra,
Demokrat, Nasdem, PPP, PKS, Hanura, PAN, Garuda, Perindo, Ummat, Gelora, PSI,
PKN,Buruh)
2) Moh Ali Makki Zaini – Ali Ruchi (PKB, PBB)
11. Bondowoso
1) KH. Abdul Hamid Wahid – KH. As’ad Yahya Syafi’i (PKB, Golkar, Gerindra, PSI)
2) Bambang Soekwanto – Muhammad Baqir (PDIP, PPP, PKS, Demokrat, Gelora, PAN,
dan PBB.)
12. Situbondo
1) Karna Suswandi – Nyai Khoirani (Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Gelora)
2) Yusuf Rio Wahyu Proyogo, S.Sos – Ulfiyah, S.Pd.I (PKB, PPP, Golkar, PDIP,
Nasdem, Hanura, PSI)
13. Probolinggo
1) Zulmi Noor Hasani-Abdul Rasyid (PDIP, Nasdem, PAN)
2) dr. Muhammad Haris – Lora Fahmi AHZ (Gerindra, PKB, PPP, Golkar, PKS,
Demokrat, Buruh, Gelora, PSI, Perindo, Ummat, Hanura)
14. Pasuruan
1) H.M. Rusdi Sutejo – H.M Shobikh Asrori (Gerindra, PKS, Demokrat, Gelora,
PAN, Perindo, Ummat, Buruh, PSI, PBB)
2) KH. Mujib Imron, SH,MH – Hj. Wardah Nafisah, S.Kep,.M.B.A (PKB, PDIP,PPP,
Nasdem, Golkar)
15. Sidoarjo
1) H. Subandi, SH., M.Kn – Hj. Mimik Idayana (Gerindra, Demokrat, Golkar)
2) Achmad Amir Aslichin – Edi Widodo (PKB, PDIP, PAN, Nasdem, PPP, PKS, PSI)
16. Mojokerto
1) Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum – dr. Muhammad Rizal Oktavian (Nasdem,
Demokrat, Gerindra, PAN, PPP, Perindo)
2) dr. H. Ikfina Fahmawati, M.Si. – Sa’dulloh Syarofi, S.E., M.M. (PKB, PKS,
Golkar,PDIP)
17. Jombang
1) Mundjidah Wahab – Sumrambah (PDIP, PPP, Demokrat dan Hanura)
2) H.Warsubi – H.Salmanudin Yazid (PKB, Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PSI,
Nasdem, Gelora)
18. Nganjuk
1) Dra. Ita Triwibawati,AKA., M.Si – Zuli Rantauwati, S.H.,M.H (Hanura, Nasdem)
2) Drs. Marhaen Djumadi, MM., MBA. – Trihandy Cahyo Saputro, ST. ( PDIP,
Demokrat, PKS)
3) Muhammad Muhibbin – Aushaf Fajar Herdiansyah (PKB, PPP, Golkar, Gerindra,
Perindo, PAN, PSI, Buruh)
19. Madiun
1) Ahmad Dawami Ragil Saputro – Sandhika R. Ferryantiko (PDIP, Demokrat)
2) H. Hari Wuryanto, S.H, M.Ak – dr. Purnomo Hadi (Golkar, Gerindra, PKB,
Nasdem, PKS, Hanura, PAN, PSI, PBB, Garuda, Ummat, PKN)
20. Magetan
1) Sujatno-Ida Yuhana Ulfa (PDIP,PKS,PPP, Gelora)
2) Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd – Suyatni Priasmoro, S.H, M.H (PKB,
Nasdem, Gerindra, Golkar, PSI)
3) Ir. Hergunadi, M.T – Dr. A. Basuki Babussalam, S.H, M.H (Demokrat, PAN, PBB,
Perindo, Ummat, Buruh, PKN)
21. Ngawi
1) Ony Anwar Harsono – Dwi Rianto Djatmiko (PDIP, Demokrat, PKB, PKS, Golkar,
Gerindra, PAN,Nasdem, PPP, Perindo, Hanura, Gelora)
22. Bojonegoro
1) Setyo Wahono – Nurul Azizah (Gerindra, Golkar, Demokrat, PKB, PAN, PPP, PKS,
Hanura, PBB, Nasdem, PSI, Gelora, Buruh)
2) Teguh Haryono – Farida Hidayati (PDIP)
23. Tuban
1) Aditya Halindra Faridzky – Joko Sarwono (Golkar,PKB, PDIP, Gerindra,
Demokrat, PAN, PPP, PSI, PKN, PKS)
2) Riyadi- Wafi Abdul Rosid (Nasdem, Gelora, Buruh, Hanura, PBB)
24. Lamongan
1) Abdul Ghofur – Firosya Shalati (PKB, Demokrat, PSI)
2) Dr. H. Yuhronur Efendi – Dirham Akbar Aksara (Golkar, Gerindra, PDIP, PAN,
Nasdem, PPP, Perindo, Ummat, PKS, PBB, Gelora, Hanura, PKN, Buruh)
25. Gresik
1) Fandi Akhmad Yani – dr Asluchul Alif (PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, PPP,
Demokrat, PAN dan Nasdem)
26. Bangkalan
1) Lukman Hakim – Moch Fauzan Ja’far (PDIP, PKB, Demokrat, Nasdem, Gerindra,
PAN, Golkar, Hanura, PKS, Perindo, PSI, Buruh)
2) Mathur Husyairi-Jayus Salam (PPP, PBB, Gelora)
27. Sampang
1) KH. Muhammad Bin Mu’Afi Zaini – H. Abdullah Hidayat (Golkar, PPP, PAN, PDIP,
Hanura, PBB, Demokrat, PSI)
2) H. SLamet Junaidi – Achmad Mahfud (Nasdem, PKB, PKS, Gerindra, Gelora,
Garuda)
28. Pamekasan
1) KH. Kholilurrahman – Sukriyanto (Demokrat, Nasdem, Gelora, PAN)
2) Dr. Ir. RB Fattah Jasin – Dr. KH. RPA Mujahid Ansori (PKB, PBB, PKS, Golkar,
Gerindra, PSI, Ummat, Garuda, PKN, Buruh)
3) KH Muhammad Baqir Aminatullah – Taufadi (PPP, PDIP)
29. Sumenep
1) Dr. H. Achmad Fauzi Wongsodjojo – KH. Imam Hasyim (PDIP, PKB, Nasdem,
Demokrat, Gerindra, Golkar, PAN, PBB, PKS, Hanura)
2) Kiai Ali Fikri – Kiai Unais Ali Hisyam (PPP)
30. Kota Kediri
1) Vinanda Prameswati – KH Qowimuddin Thoha (Golkar, Gerindra, Demokrat,
Hanura, PDIP, PKB, PKS)
2) Ferry Silviana Vinorica – Regina Nadya Suwono (PAN, Nasdem)
31. Kota Blitar
1) Bambang Riyanto- Bayu Setyo Kuncoro (PDIP, PPP, Golkar, Gerindra, Hanura)
2) H.Syauqul Muhibbin – Elim Tyu Samba (PKB, Demokrat, PAN, PSI, Nasdem, PKN)
32. Kota Malang
1) HM Anton – Dimyati Ayatullah (PKB,Demokrat, PAN, Ummat)
2) Wahyu Hidayat – Ali Muthohirin (Gerindra, Golkar, PKS, NasDem, PSI, PPP,
Perindo, Gelora, PKN, Garuda, PBB, Hanura, Buruh)
3) Heri Cahyono – Ganis Rumpoko (PDIP)
33. Kota Probolinggo
1) dr. H. Aminuddin – Ina Dwi Lestari (Nasdem, Gerindra, PSI, PBB, PAN, PKN)
2) Fernanda Zulkarnain – Abdullah Zabut (Golkar)
3) Habib Hadi Zainal Abidin – Zainal Arifin (PKB, PKS, PPP)
4) Sri Setyo Pertiwi – Muhammad Rahman (PDIP)
34. Kota Pasuruan
1) Adi Wibowo, STP, M.Si – Mokhamad Nawawi, S.Kom, MM (Golkar, PKB, PDIP, PPP,
PKS,Hanura, Gerindra, Nasdem, PAN, Perindo, PKN, Buruh, PSI, PBB, Ummat,
Gelora, Demokrat)
35. Kota Mojokerto
1) Hj. Ika Puspitasari, SE – DR. H. Rachman Sidharta Arisandi, S.IP., M.Si.
(PAN,PDIP,Golkar,Gerindra,PKS,PPP, Nasdem, Demokrat)
2) Junaedi Malik – Chusnun Amin (PKB)
36. Kota Madiun
1) Dr. Drs H. Maidi SH, MM, M.Pd – F Bagus Panuntun (Gerindra, PSI, Demokrat,
PKS, PKB, Nasdem, PAN, PBB, PPP)
2) Bonnie Laksmana – Bagus Rizki Dinarwan (Golkar, Perindo, Garuda)
3) Inda Raya Ayu Miko Saputri – Aldi Dwi Prastianto (PDIP)
37. Kota Surabaya
1) Eri Cahyadi – Armuji (PDIP,PAN, PKS,PKB,PPP, Demokrat, Gerindra, Golkar,
Nasdem, PSI, Hanura, PBB, PKN, Garuda, Gelora, Ummat, Perindo, Buruh)
38. Kota Batu
1) Firhando Gumelar – H. Rudi (Golkar, Demokrat, PAN, PKS)
2) Krisdayanti – Kresna Dewanata Phrosakh (PDIP, Nasdem, Ummat, PPP, PKN, PBB,
Garuda, gelora, Hanura, Perindo, Buruh)
3) Nurochman – Heli Suyanto (Gerindra, PKB)
Catatan :
Pasangan Calon Tunggal ada lima daerah:
1. Gresik
2. Trenggalek
3. Ngawi
4. Kota Surabaya
5. Kota Pasuruan
BIODATA KI HAJAR DEWANTARA SINGKAT BAHASA JAWA
Ki Hajar Dewantara sing
asmane nalika timur R.M. Suwardi Suryadiningrat, dilairake ing Yogyakarta
nalika tanggal 2 Mei 1889. Sawise lulus ELS (Sekolah Dasar Walanda) banjur
nerusake menyang STOVIA ing Jakarta. Marga saka kahanan, Ki Hajar Dewantara ora
nutug ing STOVIA. Sabanjure nyambut gawe dadi wartawan.
Nalika tanggal 25
Desember 1912, Ki Hajar Dewantara bebarengan karo Douwes Dekker lan dr. Cipto
Mangunkusuma ngedegake perkumpulan Indische Partij. Perkumpulan sing gegayuhane
mbudi amrih bangsa Indonesia bisa uwal saka penjajah Walanda.
Amarga gegayuhane sing
luhur iku, penjajah Walanda ora seneng. Mulane Ki Hajar Dewantara dipidana
kanthi dibuwang menyang Negara Walanda.
Dhasar priyayi kang
luhur bebudine lan madhep mantep anggone mbelani nusa lan bangsa, sanajan ana
ing Negara manca, wektune digunakake kanggo ngangsu kaweruh babagan pendidikan.
Sawise kondur menyang Indonesia, Ki Hajar Dewantara gedhe kawigatenen kanggo
majuning pendidikan. Tanggal 3 Juli 1992, Ki Hajar Dewantara ngedegake
pawiyatan Taman Siswa.
Sawise Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara dadi Menteri Pendidikan
Pengajaran dan kebudayaan kang kapisan. Uga dianugrahi minangka “Bapak
Pendidikan Nasional”. Sesantine Pendidikan sing kondhang nganti saiki yaiku
“Tut Wuri Handayani”. Tanggal 28 April 1959, Ki Hajar Dewantara seda,
disarekake ana ing Yogyakarta. Kanggo jasane menyang nusa lan bangsa, dina
wiyose yaiku tanggal 2 Mei dipengeti minangka “Hari Pendidikan Nasional”.
BIODATA TUANKU IMAM BONJOL SINGKAT BAHASA JAWA
Tuanku Imam Bonjol yaiku Pahlawan kang wafat ing seberang, tepatรฉ ing Minahasa cedhak karo Pineleng, Sulawesi Utara, nalika tanggal 6 November 1864. Deweke asale saka Sumatra Barat. Jeneng Tuanku Imam Bonjol kuwi salah sijine gelar kang diwenehi dening guru-guru agama ing Sumatra. Jeneng asline Imam Bonjol yaiku Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin. Dheweke pemimpin kang paling dikenal wektu gerakan Padri ing Sumatra, kang awal mulane nglawan perjudian, padu ayam,nganggo opium, ombenan keras, tembako, lan liya liyane. Nanging seteruse ngadakake perlawanan karo penjajahan Belanda, kang nyebabke perang Padri(1821-1838). Wonten ing taun 1837, desa Imam Bonjol direbut dening Belanda, lan akhire Imam Bonjol nyerah. Deweke terus diasingke ing pirang-pirang panggonan, lan pungkasane digawa ana ing Minahasa. Dheweke diakui dadi Pahlawan Nasional.
Nama lan gelar
Jeneng asli saking Tuanku Imam Bonjol yaiku Muhammad Shahab, kang lair ing Bonjol, Pasaman, Sumatra Kulon ing taun 1772. Amarga dadi ulama lan pemimpin ing masyarakat setempat, dheweke diwenehi gelar yaiku Peto Syarif, Malin Basa, lan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh saking Kamang dadi salah sijine pimpinan saking Harimau nan Salapan yaiku kang nunjuk dadi Imam (pemimpin) maring kaum padri ing Bonjol. Deweke akhire luwih dikenal kanthi jeneng Tuanku Imam Bonjol.
Peto Syarif selanjute luwih dikenal kanthi asma Tuanku Imam Bonjol.Dheweke dilahirke ana ing lingkungan agama. Awale Peto Syarif sinau agama saking bapakke, Buya Nudin. Seteruse saking para Ulama liyane,kayata Tuanku Nan Renceh. Imam Bonjol yaiku pendiri negeri Bonjol.
Riwayat perjuangan
Pertentangan kaum adat kalian kaum Paderi utawa kaum agama melu nglibatke Tuanku Imam Bonjol. Kaum Pederi ngupaya bersihake ajaran agama Islam kang wis akeh diselewengke supaya mbalik maring ajaran agama Islam kang murni. Golongan adat kang ngrasa terancam kedudukane, angsal bantuan saking Belanda. Nanging,gerakan pasukan Imam Bonjol kang cukup kuwat bisa mbahayakake kedudukane Belanda. Trus selanjute Belanda mekso ngadakake kesepakatan damai maring Tuanku Imam Bonjol ing taun 1824. Kesepakatan kuwi dijenengi " Perjanjian Masang". Nanging, kesepakatan kuwi dilanggar dewe maring Belanda kanthi nyerang Negeri Pandai Sikat.
Pertempuran-pertempuran seteruse uwis ora akeh artine, soale Belanda kudu musatke kekukatane maring Perang Diponegoro. Nanging sakwise Perang Diponegoro rampung, Belanda ngerahke maneh pasukan gedhe-gedhean kanggo nakhlukke sekabehe Sumatra Barat. Imam Bonjol lan Pasukane tetep ora nyerah lan kanthi gigih mbendung kekuatane musuh. Nanging kekuwatane Belanda gedhe banget, dadine siji per siji daerah Imam Bonjol bisa direbut Belanda. Akhire Bonjol uga langsung tiba ing tangan musuh.Nanging 3 sasi seteruse Bonjol bisa direbut maneh.Kejadian iki ing taun 1832.
Belanda mbalik ngerahke kekuwatan kang gedhe. Ora ketinggalan Gubernur Jendral Van Bosch melu mimpin serangan maring Bonjol. Nanging gagal. Deweke ngajak Imam Bonjol supaya Damai kanthi maklumat PalakanPalakat Panjang, nanging Tuanku Imam wis curigaKanggo wektu-wektu seteruse, kedudukan Tuanku Imam Bonjol tambah dadti angel, nanging dewekke nolak damai maring BelandaNganti ganti kaping telu, Belanda ngganti panglima perange kanggo ngrebut Bonjol, suwijine negeri cilik kanthi benteng saking lemah. Sakwise telung taun dikepung, nembe Bonjol bisa dikuwasai, yaiku tanggal 16 Agustus 1837
Akhire Tuanku Imam Bonjol kejebak maring pengkhianatane Belanda kanthi perundingan kang terselubung.Tuanku Imam Bonjol bisa ditangkap lan diasingke maring Cianjur. Wedi yen pengaruh pimpinan Paderi kuwi ing Jawa Barat,deweke langsung dipindahke maring Ambon lan seteruse ing Manado. Ing panggonan kuwi Tuanku Imamku Imam Bonjol wafat tanggal 6 November 1864 kanthi umur 92 taun.
Ora bisa dipungkiri, Perang Paderi ninggalke kenangan heroik lan traumatis ing memori bangsa. Kurang luwih 20 taun perang kuwi (1803-1821)praktis kang nggawe pepatenan maring sesama uwong Minang lan Mandailing utawa Batak Umume. Caampur tangan Belanda ing perang iki ditandai kanthi penyerangan Simawang lan Sulit Air saking pasukan Kapten Goffinet lan Kapten Dienema ing awal April 1821 kanthi perintah Residen James du Puy ing Padang. Kompeni melu terlibat ing perang kuwi amarga diundang kaum adat. Ing tanggal 21 Februari 1821, kaum adat resmi nyerahke wilayah darek (Pedalaman Minangkabau) maring Konpeni nggawe perjanjian kang dipeksa ing padang, dadi kompensasi maring Belanda kang sedia mbantu nglawan kaun Paderi. Perjanjian kuwi ditekani uga saking sisa keluarga Dinasti Pagruyung ing ngisor pengawasan Sultan Muningsyah kang selamat saking patenan pasukan Paderi kang dipimpin Tuanku Pasaman ing Koto Tangah, cedak Batu Sangkar, ing taun 1815 (dudu taun 1803 koyo kasebut ing Parlindungan, 2007:136-41).
Penyesalan lan perjuangan heroik Tuanku Imam Bonjol barengan pengikute nglawan Belanda kang ngepung Bonjol saking sekabehe jurusan kurang luwih enem sasi ( 16 Maret-17 Agustus 1837) uga bisa ndadikke apresiasi maring kepahlawanan nentang penjajahan.
Kurang luwih 62 taun Indonesia merdeka, jeneng Tuanku Imam Bonjol ana ing papan umum kanthi dadi jeneng dalan, jeneng stadion, jeneng Universitas, lan uga ing lembaran duwit Rp 5.000 kang dikeluwarke Bank Indonesia 6 November 2001. Tuanku Imam Bonjol (1722-1864), kang diangkat dadi pahlawan nasional didasrke SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, 6 November 1973, yaiku pemimpin utama Perang Padri ing Sumatra Barat (1803-1837) kang gigih nglawan Belanda. Nanging, akhir-akhir iki metu petisi, nggugat gelar kepahlawananne Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol dianggep nglanggar HAM amarga pasukan Paderi nginvasi lemah Batak (1816-1833) kang newaske jutaan uwong ing daerah kuwi.
BIOGRAFI R.A KARTINI BAHASA JAWA
Raden Ajeng Kartini lahir tanggal 21 April tahun 1879 ing kutha Jepara, Jawa Tengah. Deweke anak salah suwijine bangsawan ingkang isih taat marang adat istiadat. Sakwuse lulus saking Sekolah Dasar deweke dilarang ngelanjutake sekolah ke tingkat sing luwih duwur kaleh tiyang sepuhe. Deweke dipingit karo ngenteni wektu dinikahake. Kartini cilik rumongso sedih amargo masalah iku, deweke nentang tapi ora wani amargo wedi dianggep anak durhoko. Kanggo ngilangi sedihe, deweke ngumpulo buku pelajaran lan buku ilmu pngetahuan trus diwoco ing latar karo pembantune.
Lewat
moco buku deweke tertarik kemajuan pikire wong wadon Eropa. Wong wadon iku ora
mung ing pawon tapi yo kudu duwe ilmu.
Anak
ingkang pertama lan ugo sing terakhir, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pas
tanggal 13 September 1904. Pirang – pirang dino berikute, 17 September 1904,
Kartini sedo ing umure 25 tahun. Kartini dimakamake ing Desa Bulu, Kecamatan
Bulu, Rembang.. Berkat kegigihane Kartini, akhire didirikake Sekolah Wanita
oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, lan akhire ing Surabaya,
Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolahe yaiku "Sekolah
Kartini". Yayasan Kartini iki didirikake keluarga Van Deventer, sawijine
tokoh Politik Etis. Sakwuse Kartini wafat, Mr.J.H Abenda ngumpulake lan mbukuake
surat-surat ingkang sakderenge dikirimake R.A Kartini ing kanca – kancane ing Eropa.
Buku iku diwenehi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” sing artine “Habis Gelap
Terbitlah Terang”.
BIOGRAFI Drs. H. MUHAMMAD JUSUF KALLA, SE
Nama Lengkap : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla SE
Alias : Jusuf Kalla | JK
Profesi : Pengusaha, Politisi
Agama : Islam
Tempat Lahir : Watampone, Sulawesi Utara
Tanggal lahir : Jumat, 15 Mei 1942
Zodiac : Taurus
Hobby : Membaca | Menulis
Warga Negara : Indonesia
Istri : Hj. Mufidah Jusuf
Anak : Muchlisa Jusuf, Muswirah Jusuf, Imelda
Jusuf,
Solichin Jusuf,
Chaerani Jusuf
Saudara : Halim Kalla
BIOGRAFI
Jusuf Kalla lahir di Watampone, 15 Mei 1942 merupakan anak kedua dari 17 bersaudara. Semasa muda, Kalla banyak menghabiskan waktu untuk berorganisasi kepemudaan. Pengalaman berkecimpung dengan organisasi berhasil mengantarkan Kalla untuk menjadi orang kedua Indonesia pada tahun 2004-2009.
Awal nama Kalla dikenal pada tahun 1968, saat dirinya menjadi CEO NV Hadji Kalla. Di bawah kepemimpinan Kalla, perusahaan NV Hadji Kalla berkembang kian pesat. Dari semula hanya sekedar bisnis ekspor-impor menjadi meluas ke bidang perhotelan, konstruksi penjualan kendaraan, kelapa sawit, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, dan telekomunikasi.
Karir politiknya bermula saat dirinya
menjabat sebagai ketua Pelajar Islam (PII) cabang Sulawesi Selatan
pada tahun 1960-1964. Berlanjut menjadi ketua HMI cabang Makassar pada tahun
1965-1966. Tak puas sampai di sana, pada tahun 1967-1969 Kalla menjadi ketua Dewan
Mahasiswa Universitas Hasanudin dilanjutkan sebagai ketua Dewan Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa
Indonesia (KAMI) pada tahun 1967-1969.
Bakat dagang yang diturunkan oleh
sang ayah rupanya tak menguap sia-sia. Sebelum terjun di dunia politik, Kalla sempat
menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda). Anak dari
pasangan H. Kalla dan Athirrah ini dulunya dikenal sebagai pengusaha muda dari perusahaan milik
keluarga bendera Kalla Group.
Pada tahun 1965, setelah pembentukan
Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), Kalla terpilih
menjadi ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan dan Tenggara (1965-1968). Di tahun yang
sama, saat Kalla tengah menyelesaikan tugas akhir, dirinya terpilih menjadi
anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 1965-1968. Karir politik Kalla seketika melesat saat
dirinya terpilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1982-1987 mewakili Golkar
dan pada tahun 1997-1999 mewakili daerah.
Sebelum terpilih menjadi ketua umum
partai Golkar pada tahun 2004, Kalla sempat terpilih menjadi Menteri
Perindustrian dan Perdagangan RI di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama
enam bulan (1999-2000). Pada masa
kepemimpinan Presiden Megawati
Soekarnoputri, Kalla kembali diangkat menjadi menteri. Kali ini sebagai Menteri
Kesejahteraan
Rakyat Republik Indonesia (Menko Kesra), di tengah jalan Kalla mengundurkan diri karena berniat maju
mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemenangan telak membuat pasangan
SBY-JK melenggang menuju istana negara untuk disahkan sebagai presiden dan
wakil presiden periode 2004-2009. Dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden baru tersebut
merupakan pasangan hasil pemilihan pertama langsung dari rakyat Indonesia.
Selepas jabatan sebagai wakil
presiden pada tahun 2009, suami dari Mufidah Jusuf dan ayah dari lima orang anak serta
sembilan cucu ini menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia periode
2009-2014.
Pada bulan September 2011, Kalla
mendapatkan gelar Doctoral Causa keempatnya Universitas Hasanudin Makasar bidang
perekonomian dan politik. Saat ditanya komentarnya, dirinya berpesan bahwa, jangan
pernah memberikan jualan politik yang berisi janji-janji, tetapi bagaimana masyarakat adil dan
sejahtera terwujud. Pemimpin yang membina kemakmuran tanpa pemerataan adalah masalah besar. Keadilan
boleh susah, tetapi harus susah bersama. Maju dan sejahtera pun harus bersama.
Selain itu, pada Desember 2011 Kalla
berhasil mendapatkan penghargaan BudAi (Budaya Akademik
Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Penghargaan Tokoh Perdamaian dalam
Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011.
Penghargaan lain diberikan kepada
Kalla yakni penghargaan Dwidjosowojo Award dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB)
Bumiputera 1912 pada bulan Januari 2012 dan penghargaan The Most Inspiring
Person pada bulan dan tahun yang sama disematkan atas prestasi yang telah diukir. Penghargaan
tersebut diberikan oleh Men's Obsession, majalah prestasi dan gaya hidup.
Kini, di tengah kesibukannya sebagai
ketua umum Palang Merah Indonesia, Kalla masih menyempatkan waktu untuk bermain
dengan cucu-cucu kesayangannya. Dia juga terpilih sebagai Ketua Umum
Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam Muktamar VI DMI untuk periode
2012-2017.
PENDIDIKAN
1. Fakultas Ekonomi, Universitas
Hasanudin Makasar, 1967.
2. The European Institute of
Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)
KARIR
1. Ketua Umum Palang Merah
indonesia, 2009-sekarang
2. Wakil Presiden Republik
Indonesia, 2004-2009
3. Ketua Umum DPP Partai Golkar,
2004-2009
4. Anggota Dewan Penasehat ISEI
Pusat, 2000–sekarang
5. Menteri Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat, 2001-2004
6. Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Republik Indonesia, 1999-2000
7. Ketua Dewan Pertimbangan
Kadin Indonesia, 1997-2002
8. Komisaris Utama PT. Bukaka
Singtel International Organisasi, 1995 – 2001
9. Direktur Utama PT. Kalla Inti
Karsa, 1993-2001
10. Ketua IKA-UNHAS,
1992–sekarang
11. Komisaris Utama PT. Bukaka
Teknik Utama, 1988-2001
12. Direktur Utama PT. Bumi
Sarana Utama, 1988-2001
13. Wakil Ketua ISEI Pusat,
1987-2000
14. Ketua Umum KADIN Sulawesi
Selatan, 1985–1997
15. Ketua Umum ISEI Sulawesi
Selatan, 1985-1995
16. Anggota MPR-RI, 1982–1999
17. Direktur Utama PT. Bumi
Karsa, 1969-2001
18. CEO NV Hadji Kalla, 1968-2001
19. Anggota DPRD Sulawesi Selatan
dari Sekber Golkar, 1965-1968
PENGHARGAAN
1. Doktor Honoris Causa dari
Universitas Hasanuddin, Makassar
2. Doktor HC dibidang perdamaian
dari Universitas Syah Kuala Aceh pada 12 September 2011
3. Doktor HC dibidang pemikiran
ekonomi dan bisnis dari Universitas Brawijaya Malang pada 8 Oktober 2011
4. Doktor HC dibidang
kepemimpinan dari Universitas Indonesia pada 9 Februari 2013
5. Penghargaan BudAi (Budaya
Akademik Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang
6. Penghargaan Tokoh Perdamaian
dalam Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011
7. Penghargaan Dwidjosowojo
Award dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera
8. The Most Inspiring Person












