Showing posts with label Fabel. Show all posts
Showing posts with label Fabel. Show all posts

FABEL: GAGAK KANG PINTER LAN KENDI BANYU

 


Ing sawijining dina sing panas banget, ana manuk gagak sing krasa ngelak banget. Gagak mau mabur golek banyu, nanging angel banget ditemokake amarga lagi usum ketiga. 

Ora suwe, gagak mau nemokake kendi ing pinggir kebon. Gagak banjur mudhun lan nyedaki kendi kuwi. Nalika dipirsani, jebul ing njerone ana banyune, nanging mung sethithik banget lan lungguh ing dhasar kendi. Gagak nyoba ngombe, nanging gulune kendi kuwi dowo banget, paruhe ora tekan. 

 

Gagak ora nyerah. Dheweke mikir keras golek cara. "Piye carane ya supaya aku bisa ngombe?" batine gagak.

 

Mripate gagak banjur weruh krikil utawa watu cilik-cilik ing sekitar kendi. Gagak entuk ide pinter. Dheweke njupuk watu cilik mau nganggo paruhe, banjur dilebokake siji-siji menyang njero kendi. 

 

Krikil sing dilebokake saya suwe saya akeh. Banyu ing njero kendi banjur mundhak munggah tekan ndhuwur. Akhire, gagak bisa ngombe banyu kuwi nganti mareg. 

 

Pesen Moral:
Kanthi akal kang pinter lan usaha sing ora nyerah, kesulitan bakal bisa diatasi. 

 

 

FABEL LUCU: PERTEMPURAN CACING DAN SEMUT YANG AKHIRNYA BERTEMAN

 


Di sebuah taman yang sedang dilanda gerimis, terjadilah sebuah perseteruan konyol antara Cacing bernama Ciko dan seekor Semut bernama Semi.

Pertempuran Dimulai
Semuanya bermula saat Ciko sedang asyik "berenang" di atas tanah yang becek. Tanpa sengaja, tubuhnya yang licin menabrak gundukan tanah yang ternyata adalah pintu masuk markas Semi.

"Woy! Raksasa kenyal! Kamu baru saja menghancurkan gerbang istanaku!" teriak Semi sambil berkacak pinggang di atas sebutir kerikil.

Ciko berhenti. Karena tidak punya telinga, dia hanya merasakan getaran hebat. Dia melongokkan kepalanya yang tidak jelas mana wajah mana ekor. "Siapa itu? Ada yang bicara dengan pantatku?"

Semi makin emosi. "Aku di sini, dasar sosis tanah! Ayo duel!" Semi mulai melakukan gerakan karate di udara, meskipun bagi Ciko, Semi hanya terlihat seperti titik hitam yang sedang ayan.

Serangan Tanpa Efek
Semi menyerang duluan. Dia menggigit bagian tengah tubuh Ciko. "Hiaaat! Rasakan rahang bajaku!"

Ciko menggeliat geli. "Aduh, aduh! Siapa yang sedang menggelitikku? Hentikan, itu area sensitif!" Ciko tertawa terpingkal-pingkal sampai tubuhnya meliuk-liuk seperti mi instan yang diaduk.

Karena kegelian, Ciko tidak sengaja berguling dan... Pluk! Tubuh besarnya menindih Semi.

"Aduh! Gelap! Aku tertimbun kasur hidup!" teriak Semi dari bawah perut Ciko yang dingin dan basah.

Gencatan Senjata yang Aneh
Ciko segera bergeser. "Oh, maaf! Aku tidak tahu kamu ada di sana, Teman Kecil. Kenapa kamu menggigitku? Aku kan cuma mau lewat."

Semi mengatur napasnya yang tersengal. "Kamu merusak rumahku! Kami sudah lembur semalaman membangun pintu itu menggunakan air liur dan doa!"

Ciko merasa bersalah. "Maafkan aku. Tapi jujur, aku sulit melihat jalan. Mataku saja tidak ada."

Semi terdiam. Dia baru sadar kalau lawannya ini memang agak "kurang lengkap" secara anatomi. "Oh... pantesan. Tapi gara-gara kamu, aku sekarang basah kuyup dan kedinginan."

Persahabatan Unik
Ciko punya ide. Dia melingkarkan tubuhnya membentuk lingkaran kecil di atas tanah yang kering di bawah daun lebar. "Sini, masuk ke tengah tubuhku. Di sini hangat, aku akan menjagamu dari air hujan."

Semi yang tadinya ingin berperang, malah merasa terharu. Dia melompat ke tengah lingkaran tubuh Ciko. "Wah, ternyata kamu empuk juga ya, seperti sofa mahal."

"Dan kamu," kata Ciko sambil terkekeh, "ternyata gigitanmu lumayan juga untuk menghilangkan gatal-gatal di kulitku."

Akhirnya, pertempuran besar itu berakhir dengan damai. Sore itu, di bawah daun talas, seekor semut tidur siang dengan nyenyak di atas "kasur" cacing, sementara sang cacing senang karena akhirnya punya teman yang bisa memberitahunya mana bagian kepala dan mana bagian ekor.

 

Pesan moral dari cerita 

Pertempuran Cacing dan Semut adalah:

  1. Jangan Cepat Marah karena Salah Paham: Seringkali perselisihan terjadi hanya karena kita tidak tahu kondisi orang lain (seperti Semi yang tidak tahu Ciko sulit melihat). Bicarakan baik-baik sebelum menyalakan api permusuhan.
  2. Setiap Kekurangan Ada Kelebihannya: Ciko yang tidak punya mata dan telinga mungkin terlihat lemah, tapi tubuhnya bisa menjadi pelindung yang hangat bagi Semi. Begitu juga Semi, meski kecil, dia sangat teliti.
  3. Memaafkan Membuka Jalan Persahabatan: Jika Semi tetap keras kepala dan Ciko membalas dengan dendam, mereka tidak akan pernah merasakan kenyamanan bekerja sama. Memaafkan jauh lebih menguntungkan daripada memelihara permusuhan.
  4. Perbedaan Bukan Penghalang: Meskipun ukuran dan jenis mereka sangat berbeda, cacing dan semut tetap bisa berteman akrab dengan cara saling melengkapi kekurangan satu sama lain.

 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 5: Persahabatan yang Tak Terkalahkan

 

Luna dan Loki segera menjadi teman baik dengan makhluk itu. Mereka berdua belajar banyak tentang dunia tersembunyi itu dan menemukan bahwa persahabatan mereka adalah kunci untuk mengalahkan kejahatan yang mengancam dunia itu. Dengan keberanian dan kerja sama, mereka berdua berhasil mengalahkan kejahatan itu dan menyelamatkan dunia tersembunyi. Luna dan Loki kembali ke hutan dengan hati yang penuh dengan kebahagiaan dan persahabatan yang tak terkalahkan. Tapi, apakah petualangan mereka sudah berakhir?

 

****TAMAT****

 

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 4: Dunia yang Tersembunyi

 

Di balik pintu rahasia, Luna dan Loki menemukan sebuah dunia yang tersembunyi. Dunia itu penuh dengan keajaiban dan keindahan. Mereka berdua sangat gembira dan merasa seperti telah menemukan harta karun. Tapi, mereka tidak sendirian. Ada makhluk lain yang juga tinggal di dunia itu. "Siapa kalian?" tanya makhluk itu dengan suara yang misterius. Luna dan Loki merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang makhluk itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 3: Petualangan Malam

 

Suatu malam, Luna dan Loki memutuskan untuk melakukan petualangan di hutan. Mereka berjalan dengan hati-hati dan tiba-tiba mendengar suara aneh. "Apa itu?" bisik Luna dengan penasaran. Loki hanya menunjuk ke arah suara itu. Mereka berdua mendekati sumber suara dan menemukan sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa yang ada di balik pintu ini?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan membuka pintu itu...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 2: Rahasia di Balik Duri

 

Luna dan Loki semakin dekat dan sering bermain bersama. Suatu hari, Luna melihat Loki melakukan sesuatu yang aneh. Loki memasukkan tangannya ke dalam sebuah lubang yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa itu?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan berkata, "Tunggu saja." Luna merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dilakukan Loki. Tapi, Loki tidak mau memberitahu. Apakah rahasia Loki akan terungkap?

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 1: Pertemuan yang Tak Terduga

 

Di hutan yang rindang, seekor kelinci bernama Luna sedang berjalan-jalan menikmati udara segar. Tiba-tiba, dia terkejut melihat seekor landak bernama Loki yang sedang mencari makan. Awalnya, Luna merasa takut karena melihat duri-duri tajam di tubuh Loki. Namun, Loki yang ramah dan baik hati langsung menyambut Luna dengan senyum. "Halo, aku Loki!" katanya dengan suara yang hangat. Luna merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang landak ini. Mereka berdua langsung mengobrol dan menemukan banyak kesamaan. Tapi, Luna tidak tahu bahwa Loki memiliki rahasia yang akan mengubah segalanya...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL: KUPU-KUPU YANG SUKA MENYANYI

 


Di sebuah taman bunga yang indah, hiduplah seekor kupu-kupu bernama Lili. Lili berbeda dari kupu-kupu lain karena ia sangat suka menyanyi. Setiap pagi, ia bernyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga. Suaranya lembut dan merdu. Namun, beberapa serangga menertawakannya. “Kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi,” kata belalang.

Lili merasa sedih, tetapi ia tidak berhenti bernyanyi. Suatu hari, badai besar datang dan membuat taman menjadi gelap. Semua serangga merasa takut dan kebingungan. Saat itu, Lili bernyanyi dengan suara indahnya. Lagu itu membuat semua serangga menjadi tenang dan berani.

Setelah badai berlalu, mereka menyadari bahwa nyanyian Lili sangat bermanfaat. Belalang pun meminta maaf. Sejak saat itu, Lili bernyanyi dengan bangga, dan semua penghuni taman menghargai keunikannya.

Berikut 5 soal dan jawaban berdasarkan fabel tersebut:

  1. Di mana Lili si kupu-kupu tinggal?
    Jawaban: Di sebuah taman bunga yang indah.
  2. Apa kebiasaan Lili setiap pagi?
    Jawaban: Menyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga.
  3. Mengapa beberapa serangga menertawakan Lili?
    Jawaban: Karena mereka menganggap kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi.
  4. Apa yang dirasakan serangga lain saat badai datang?
    Jawaban: Mereka merasa takut dan kebingungan.
  5. Apa perubahan sikap serangga lain setelah badai berlalu?
    Jawaban: Mereka menghargai Lili dan menyadari manfaat nyanyiannya.

Pesan Moral

Jadilah diri sendiri dan jangan takut menunjukkan kelebihan, karena setiap keunikan memiliki manfaat. 🌸🦋

 

FABEL : SEMUT DAN BELALANG

 

 

Seekor semut yang rajin bekerja keras untuk menyimpan makanan untuk musim dingin. Sementara itu, seekor belalang yang malas hanya bermain dan bernyanyi. Ketika musim dingin datang, semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang bekerja keras untuk menyimpan makanan?

A: Semut.

2. Q: Apa yang dilakukan belalang ketika semut bekerja?

A: Belalang bermain dan bernyanyi.

3. Q: Apa yang terjadi pada semut dan belalang ketika musim dingin datang?

A: Semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

4. Q: Apa sifat semut dalam cerita ini?

A: Rajin dan bertanggung jawab.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

 

Pesan Moral: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

FABEL : SINGA DAN TIKUS

 


 

Seekor singa yang kuat menangkap seekor tikus. Tikus tersebut memohon untuk dibebaskan dan berjanji akan membantu singa jika diperlukan. Singa yang merasa lucu kemudian membebaskan tikus. Beberapa hari kemudian, singa terjebak dalam jaring dan tikus datang untuk membantu singa dengan menggigit jaring.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang ditangkap oleh singa?

A: Tikus.

2. Q: Mengapa singa membebaskan tikus?

A: Karena singa merasa lucu dan tikus berjanji akan membantu.

3. Q: Apa yang terjadi pada singa setelah dibebaskan tikus?

A: Singa terjebak dalam jaring.

4. Q: Siapa yang membantu singa keluar dari jaring?

A: Tikus.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

FABEL : KELINCI DAN KURA-KURA

 


 

Seekor kelinci yang sombong menantang seekor kura-kura untuk berlomba. Kelinci yang yakin akan menang kemudian berhenti di tengah jalan dan tidur. Sementara itu, kura-kura terus berjalan perlahan-lahan. Ketika kelinci bangun, kura-kura sudah mencapai garis finish.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang menantang kura-kura untuk berlomba?

A: Kelinci.

2. Q: Mengapa kelinci berhenti di tengah jalan?

A: Karena kelinci merasa yakin akan menang.

3. Q: Siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu?

A: Kura-kura.

4. Q: Apa sifat kelinci dalam cerita ini?

A: Sombong dan malas.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

FABEL : KUCING DAN TIKUS

 


 

Di sebuah rumah tua, hiduplah seekor kucing yang rakus dan seekor tikus yang cerdas. Suatu hari, kucing tersebut mencoba untuk menangkap tikus, tetapi tikus berhasil melarikan diri. Kucing tersebut kemudian berpura-pura menjadi teman tikus dan mengundangnya untuk makan bersama. Tikus yang cerdas tidak percaya dan memutuskan untuk tidak datang. Kucing tersebut akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan kucing untuk menangkap tikus?

A: Kucing berpura-pura menjadi teman tikus.

2. Q: Mengapa tikus tidak datang ke undangan kucing?

A: Karena tikus tidak percaya kucing.

3. Q: Apa yang terjadi pada kucing di akhir cerita?

A: Kucing tidak mendapatkan apa-apa.

4. Q: Apa sifat kucing dalam cerita ini?

A: Rakus dan licik.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

 

Pesan Moral: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

FABEL : BUNGA DAN LEBAH

 

 

Seekor bunga yang indah dan harum hidup di taman. Suatu hari, seekor lebah datang dan mengunjungi bunga untuk mengambil madu. Bunga tersebut merasa bahwa lebah hanya memanfaatkan dirinya dan tidak peduli dengan keindahannya. Namun, lebah menjelaskan bahwa tanpa bunga, lebah tidak dapat membuat madu yang lezat.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan lebah terhadap bunga?

A: Lebah mengambil madu dari bunga.

2. Q: Mengapa bunga merasa tidak puas?

A: Karena bunga merasa bahwa lebah hanya memanfaatkan dirinya.

3. Q: Apa yang dijelaskan oleh lebah kepada bunga?

A: Lebah menjelaskan bahwa tanpa bunga, lebah tidak dapat membuat madu yang lezat.

4. Q: Apa yang disadari oleh bunga?

A: Bunga sadar bahwa lebah juga membutuhkan dirinya.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menghargai hubungan timbal balik.

 

Pesan Moral: Kita perlu menghargai hubungan timbal balik.

FABEL : MATAHARI DAN HUJAN

 

 

Matahari dan hujan adalah dua sahabat yang berbeda. Matahari suka bersinar cerah, sedangkan hujan suka turun dengan deras. Suatu hari, matahari dan hujan bertengkar karena tidak ada yang mau mengalah. Namun, setelah beberapa waktu, mereka sadar bahwa keduanya dibutuhkan untuk membuat bumi menjadi indah dan subur.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan matahari dan hujan?

A: Matahari dan hujan bertengkar.

2. Q: Mengapa matahari dan hujan bertengkar?

A: Karena tidak ada yang mau mengalah.

3. Q: Apa yang disadari oleh matahari dan hujan?

A: Keduanya dibutuhkan untuk membuat bumi menjadi indah dan subur.

4. Q: Apa yang terjadi pada bumi jika hanya ada matahari atau hanya ada hujan?

A: Bumi tidak akan menjadi indah dan subur.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menerima dan menghargai perbedaan.

 

Pesan Moral: Kita perlu menerima dan menghargai perbedaan.

FABEL : BINTANG DAN AWAN

 

 

Di langit yang luas, hiduplah seekor bintang yang bercahaya sangat terang. Suatu hari, seekor awan yang lembut dan putih datang dan meminta bintang untuk mengurangi cahayanya karena membuat awan merasa tidak terlihat. Bintang setuju dan mengurangi cahayanya. Namun, tanpa cahaya bintang, dunia menjadi gelap dan tidak ada yang dapat melihat awan lagi. Awan sadar bahwa tanpa bintang, awan tidak ada artinya.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan bintang untuk awan?

A: Bintang mengurangi cahayanya.

2. Q: Mengapa awan meminta bintang untuk mengurangi cahayanya?

A: Karena awan merasa tidak terlihat.

3. Q: Apa yang terjadi pada dunia tanpa cahaya bintang?

A: Dunia menjadi gelap.

4. Q: Apa yang disadari oleh awan?

A: Awan sadar bahwa tanpa bintang, awan tidak ada artinya.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kita perlu menghargai keunikan dan kelebihan orang lain.

 

Pesan Moral: Kita perlu menghargai keunikan dan kelebihan orang lain.

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 10: Pesan untuk Anak Hebat dan Hutan yang Berubah

 

Akhirnya, Kiki Kancil dan teman-teman Monyet menjadi sahabat baik. Cerita ini mengajarkan kita bahwa sikap pelit dan egois hanya akan membuat kita kesepian dan tidak bahagia. Sebaliknya, sikap berani, cerdik, mau bekerja sama, dan yang paling utama, mau berbagi, akan membuat hidup kita lebih berwarna dan penuh kebahagiaan. Hutan Hijau kini menjadi contoh bagi hutan lain, di mana semua makhluk hidup rukun dan saling membantu. Setiap ada buah matang, mereka berbagi. Setiap ada masalah, mereka berdiskusi bersama. Kebaikan kecil dari seekor Kiki Kancil telah mengubah seluruh suasana hutan menjadi lebih hangat dan ramah bagi semua.

Pesan Moral: Berbuat baiklah selalu kepada siapa saja, karena satu perbuatan baik bisa membawa perubahan besar.

Anak-anak hebat, yuk kita tiru Kiki Kancil! Mulai sekarang, mari kita rajin berbagi mainan, makanan, atau senyuman kepada teman-teman kita. Berbuat baik itu mudah dan menyenangkan, lho! Sampai jumpa di cerita fabel lainnya!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 9: Hutan Hijau yang Rukun

 

Sejak hari itu, Hutan Hijau menjadi tempat yang lebih rukun dan damai. Ketika musim mangga tiba lagi, Mongki dan kawanannya menepati janji. Mereka memetik mangga dan membagikannya di alun-alun hutan. Kiki Kancil, Lulu Landak, Pipit Pipit, dan semua hewan lain sangat senang. Mereka makan mangga bersama sambil bercanda. Tidak ada lagi rasa iri atau pelit. Semua hidup berdampingan dengan damai. Kiki Kancil menjadi pahlawan kecil di Hutan Hijau, bukan karena kekuatannya, tapi karena keberanian dan kepintarannya untuk mengajarkan pentingnya berbagi.

Pesan Moral: Berbagi menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam komunitas.

Cerita Kiki sudah hampir selesai, tapi ada satu pelajaran penting lagi! Baca Seri 10!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 8: Mongki Minta Maaf

 

Mongki Monyet menundukkan kepalanya. Rasa marahnya hilang, digantikan oleh rasa malu. "Maafkan kami, Kiki. Kami memang pelit," ucap Mongki pelan. "Kami hanya terlalu sayang pada mangga kami." Kiki tersenyum. "Kami mengerti, Mongki. Tapi kalau dibagi sedikit, mangganya tidak akan habis, dan semua teman bisa ikut senang." Mongki mengangguk setuju. Dia berjanji mulai sekarang, jika pohon mangga itu berbuah lagi, mereka akan membagikannya kepada semua penghuni Hutan Hijau. Semua Monyet bersorak gembira, mereka sudah berubah pikiran.

Pesan Moral: Mengakui kesalahan adalah langkah awal menuju kebaikan.

Apa yang terjadi setelah Monyet berjanji berbagi? Baca Seri 9, ya!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 7: Kiki Berbicara dari Hati ke Hati

 

Kiki Kancil tidak takut dimarahi Mongki. Dia berdiri tegak. "Iya, Mongki. Akulah yang membuat rencana ini," kata Kiki lembut. "Kenapa kau lakukan itu? Pohon ini milik kami!" balas Mongki. "Dengar, Mongki," kata Kiki, "Pohon ini tumbuh di tanah hutan kita bersama. Semua makhluk di sini lapar dan ingin makan mangga manis itu. Kenapa kalian tidak mau berbagi sedikit saja?" Mongki terdiam. Dia tidak bisa membantah kata-kata Kiki. Memang benar, mereka terlalu pelit. Monyet-monyet lain yang baru bangun juga mulai sadar bahwa mereka salah. Hening sejenak.

Pesan Moral: Berbicara dengan tenang dan jujur bisa menyelesaikan konflik.

Apakah Mongki Monyet akhirnya mengerti maksud Kiki? Jangan lewatkan Seri 8!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 6: Kiki Menunggu Monyet Bangun

 

Pesta mangga sudah usai. Semua hewan pulang dengan perut kenyang dan hati senang. Tinggallah Kiki Kancil sendirian di bawah pohon, menunggu para Monyet bangun. Kiki tahu dia harus menjelaskan situasinya. Dia tidak ingin ada permusuhan di Hutan Hijau. Kiki ingin Monyet mengerti pentingnya berbagi. Tak lama kemudian, Mongki Monyet mulai menggeliat. Dia bangun dengan kepala sedikit pusing. "Hah? Di mana mangganya?!" Mongki kaget melihat pohonnya sudah kosong. Dia melirik Kiki dengan marah. "Kau yang melakukannya, Kancil kecil?!" bentak Mongki.

Pesan Moral: Berani berbuat, berani bertanggung jawab atas perbuatan kita.

Apa jawaban Kiki Kancil kepada Mongki yang marah? Ikuti ceritanya di Seri 7!