FABEL: KADAL CEPAT DAN SIPUT YANG SABAR

 


Di bawah sinar matahari yang terik, hiduplah Kadal bernama Kilat. Ia sangat bangga karena ia adalah hewan tercepat di kebun. Ia sering mengejek Siput bernama Sela. "Hei Sela! Cuma merayap? Ayo cepat sedikit!" ejek Kilat.

Sela tidak pernah membalas. Ia terus berjalan perlahan sambil membawa rumahnya.

Suatu hari, badai datang. Angin bertiup kencang dan hujan turun deras. Kilat yang lari kencang dari hujan malah terperosok ke dalam lubang tanah yang dalam dan licin.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Sela yang berjalan lambat dan melihat lubang itu dari jauh, berhati-hati merayap di pinggirnya. Ia menjulurkan tubuhnya sedikit ke dalam lubang. "Kilat, pegang cangkangku kuat-kuat," kata Sela pelan. Karena cangkang Sela sangat keras dan kuat, Kilat bisa berpegangan, dan Sela menariknya perlahan hingga keluar dari lubang.

"Maafkan aku, Sela. Kecepatanku tidak berguna saat aku dalam bahaya. Kesabaranmu menyelamatkanku," ucap Kilat menyesal.

Pesan Moral

Kecepatan tidak selalu menjamin keselamatan. Bersabar dan berhati-hati adalah sikap yang jauh lebih penting.

Soal

1. Siapakah nama Kadal yang sombong?

2. Apa yang dibawa Siput di punggungnya?

3. Mengapa Kadal terjatuh ke lubang?

4. Bagaimana cara Siput menolong Kadal?

5. Apa sifat baik dari Siput?

Jawaban

1. Kilat. 2. Rumah/Cangkang. 3. Ia lari terlalu kencang saat badai. 4. Menariknya keluar dengan cangkangnya. 5. Sabar (dan baik hati).