Pelikan bernama Poli sangat iri pada paruh burung lain.
"Paruhku terlalu besar dan ada kantongnya! Itu membuatku terlihat
bodoh," keluh Poli sambil memandang Kolibri yang paruhnya
kecil dan indah.
Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning
Kunjungi Link mewarnai: gambar
profesi
Ia
mencoba mengejar ikan tanpa menggunakan kantongnya, tetapi ia selalu kehilangan
tangkapan. Kantongnya terasa sangat berat saat ia tidak menggunakannya.
Suatu
hari, kebakaran kecil terjadi di tepi danau. Semua hewan panik. Mereka butuh
air, tetapi tidak ada wadah untuk membawa air ke api.
Poli
melihat kantong paruhnya yang besar. Ia segera terbang, mengisi kantongnya
dengan air dan menyiramkan air itu ke titik api. Ia terbang bolak-balik
berulang kali, menggunakan kantong yang selama ini ia benci.
Api
pun padam berkat bantuan Poli. Poli sadar, kantong paruhnya itu adalah anugerah
terhebat, bukan aib. Ia belajar untuk bersyukur atas apa yang ia miliki.
|
Pesan Moral |
Jangan
melihat kekurangan pada dirimu. Bersyukur atas apa yang kamu miliki, karena
itu pasti memiliki manfaat besar saat dibutuhkan. |
|
Soal |
1. Apa
yang membuat Pelikan Poli merasa sedih/malu? |
|
2. Apa
yang ia coba lakukan tanpa menggunakan kantongnya? |
|
|
3.
Bahaya apa yang terjadi di tepi danau? |
|
|
4.
Bagaimana cara Poli memadamkan bahaya itu? |
|
|
5.
Setelah kejadian itu, bagaimana perasaan Poli terhadap kantong paruhnya? |
|
|
Jawaban |
1.
Paruhnya terlalu besar/memiliki kantong. 2. Mengejar ikan. 3. Kebakaran
kecil. 4. Mengisi kantongnya dengan air dan menyiram api. 5. Ia
bersyukur/merasa bangga. |