INDONESIA MEMILIKI BERAGAM ALIRAN KEPERCAYAAN LOKAL YANG KAYA

 

Indonesia memiliki beragam aliran kepercayaan lokal yang kaya,seperti Kejawen (Jawa), Sunda Wiwitan (Sunda), Kaharingan (Dayak), Parmalim/Malim (Batak), Marapu (Sumba), Aluk Todolo (Toraja), dan Tonaas Walian (Minahasa), yang seringkali menyatu dengan adat istiadat suku dan telah ada jauh sebelum masuknya agama-agama besar, mencerminkan spiritualitas asli Nusantara yang berakar pada animisme, dinamisme, serta penghormatan leluhur dan alam. 

Berikut adalah beberapa aliran kepercayaan utama di Indonesia:

  • Kejawen (Jawa): Kepercayaan tradisional Jawa yang berfokus pada harmoni dengan alam semesta, hubungan dengan leluhur, dan konsep Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan).
  • Sunda Wiwitan (Jawa Barat): Kepercayaan masyarakat Sunda yang menekankan kesucian alam dan leluhur, dengan varian seperti yang dianut oleh Baduy (Kanekes) dan Cigugur.
  • Kaharingan (Kalimantan): Kepercayaan asli suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju, yang berpusat pada hubungan harmonis dengan alam dan roh leluhur.
  • Parmalim/Malim (Sumatera Utara): Kepercayaan Batak yang menyembah Debata Mulajadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Besar) dan memiliki kitab suci Pustaha Habonaron.
  • Marapu (Sumba): Keyakinan masyarakat Sumba terhadap roh leluhur dan kekuatan spiritual yang menguasai alam.
  • Aluk Todolo (Tana Toraja): Ajaran adat dan nilai-nilai Toraja yang mengatur kehidupan sosial dan spiritual, berfokus pada penyembahan kepada leluhur.
  • Tonaas Walian (Minahasa): Kepercayaan tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara yang melibatkan peran spiritual seperti Tonaas Walian.
  • Agama Djawa Sunda (Madrais): Kepercayaan yang menggabungkan unsur Jawa dan Sunda, sering disebut juga dengan ajaran Madrais. 

Kategori Aliran Kepercayaan:
Secara umum, aliran kepercayaan ini bisa dikategorikan menjadi:

  • Berorganisasi: Memiliki badan hukum dan struktur, contohnya Aliran Kebatinan "Perjalanan" atau "Aji Dipa".
  • Masyarakat Adat: Dianut oleh suku-suku tertentu secara turun-temurun, seperti Sunda Wiwitan dan Kaharingan.
  • Perorangan: Pengikut individu tanpa terikat organisasi atau kelompok formal, meskipun kasus ini sering diperdebatkan.