Kalau yang
Anda maksud adalah artikel blog yang tetap menarik untuk dibaca
ulang beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian, kuncinya adalah
membuat artikel yang evergreen—bukan hanya mengejar topik
yang sedang viral.
Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning
Kunjungi Link
mewarnai: gambar
profesi
Strategi membuat artikel yang ingin dibaca kembali
1.
Buat artikel yang menyelesaikan masalah
Jangan hanya memberikan informasi. Berikan solusi yang bisa langsung
dipraktikkan.
Contoh:
2.
Buat konten yang menjadi referensi
Artikel yang sering dibuka kembali biasanya berisi:
Misalnya: “Checklist
Sebelum Meluncurkan Toko Online.”
3.
Gunakan struktur yang mudah dipindai
Struktur
sederhana:
Judul
menarik
↓
Masalah pembaca
↓
Solusi utama
↓
Langkah-langkah
↓
Contoh nyata
↓
Checklist
↓
Kesimpulan
Gunakan
paragraf pendek, subjudul, bullet point, dan tabel jika diperlukan.
4.
Berikan sesuatu yang bisa disimpan
Ini sangat
penting. Buat bagian seperti:
Checklist
Bisnis Online Pemula
Pembaca
memiliki alasan untuk kembali membuka artikel tersebut.
5.
Masukkan pengalaman dan contoh
Artikel
akan lebih berkesan jika tidak terasa seperti kumpulan teori.
Contohnya:
“Misalnya
Anda menjual makanan ringan dengan harga Rp20.000. Daripada hanya menulis
‘produk berkualitas’, tunjukkan keunggulannya melalui foto, video penggunaan,
testimoni, dan penawaran yang jelas.”
6.
Jangan terlalu bergantung pada tren
Untuk blog
bisnis online, Anda bisa menggunakan komposisi:
Formula artikel yang bagus
Saya
menyarankan formula:
MASALAH
+ SOLUSI + LANGKAH + CONTOH + CHECKLIST
Misalnya
judul:
“Cara
Mendapatkan 10 Pelanggan Pertama untuk Bisnis Online”
Di
dalamnya:
v Mengapa pelanggan pertama sulit didapat
v Menentukan calon pelanggan
v Membuat penawaran
v Mencari pelanggan melalui WhatsApp
v Menggunakan media sosial
v Contoh strategi selama 7 hari
v Checklist mendapatkan pelanggan pertama
Dengan
format seperti ini, artikel bukan sekadar dibaca sekali,
tetapi bisa menjadi panduan yang dibuka kembali ketika pembaca
sedang menjalankan bisnisnya.