Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan yang
sangat sulit dimangsa karena memiliki "zirah" berupa
pelat tulang yang keras dan duri yang tajam pada siripnya. Inilah sebabnya
mengapa mereka sering menjadi spesies invasif; di banyak tempat, hampir tidak
ada hewan yang mau memakannya.
Namun, di alam liar atau ekosistem tertentu, mereka
tetap memiliki beberapa musuh alami:
1. Burung Pemangsa Ikan
Beberapa jenis burung air yang besar dan memiliki
paruh kuat adalah salah satu predator utama mereka.
Bangau (Heron): Burung ini sering terlihat memangsa ikan
sapu-sapu ukuran kecil hingga sedang di perairan dangkal. Mereka biasanya harus
memukul-mukul ikan tersebut ke tanah atau batu berkali-kali untuk melunakkan
zirah atau mematahkan durinya sebelum ditelan.
Anhinga (Burung Pecuk Ular): Di wilayah
Florida dan Amerika Selatan, burung ini dikenal sering berburu ikan sapu-sapu
di dalam air.
2. Reptil Besar
Beberapa reptil yang tidak pilih-pilih makanan bisa
memangsa ikan ini:
Biawak (Monitor Lizard): Telah
terobservasi memangsa ikan sapu-sapu di alam liar.
Buaya dan Aligator: Di habitat
aslinya (Amerika Selatan), buaya merupakan salah satu predator yang sanggup
menghancurkan kulit keras ikan ini dengan kekuatan gigitannya yang luar
biasa.
3. Ikan Predator Besar
Meskipun jarang karena kulitnya yang keras bisa
melukai tenggorokan pemangsa, beberapa ikan predator tetap memburu mereka:
- Ikan Dorado (Salminus): Di
sungai-sungai Amerika Selatan, ikan Dorado merupakan predator utama bagi
jenis Pleco tertentu.
- Berang-berang Sungai (River Otter):
Mamalia air ini dikenal cerdas dan bisa membalikkan tubuh ikan sapu-sapu
untuk memakan bagian perutnya yang lebih lunak.
4. Masalah di Indonesia
Di sungai-sungai Indonesia (seperti Sungai
Ciliwung), ikan sapu-sapu dianggap sangat berbahaya karena hampir tidak
memiliki predator alami. Ikan lokal
seperti Gabus atau Lele jarang yang berani memangsa ikan
sapu-sapu dewasa karena risikonya tertusuk duri tajam yang bisa berakibat fatal
bagi si pemangsa. Hal inilah yang menyebabkan populasi mereka meledak dan
mendominasi ekosistem lokal.
Musuh utama mereka di Indonesia saat ini justru
adalah manusia melalui aksi perburuan massal untuk mengendalikan populasi invasif
mereka di sungai-sungai kota.