FABEL: KISAH KUCING MERAPI DAN TIKUS LERENG

 


Di lereng Gunung Merapi yang subur, hiduplah seekor Kucing hutan bernama Caka dan seekor tikus tanah bernama Tiki. Caka adalah kucing berbulu tebal yang menjaga lumbung padi petani, sementara Tiki adalah teman kecilnya.

Awal Persahabatan
Mereka bersahabat erat. Saat Merapi tenang, mereka sering mencari makan bersama. Namun, saat musim kemarau tiba, persediaan makanan menipis. Caka mengeluh kepada Tiki. "Tiki, perutku lapar. Lumbung petani kosong," kata Caka.

Tiki, yang licik, membujuk Caka. "Caka, sahabatku. Di gubuk atas, dekat kawah, ada petani yang menyimpan sekarung biji labu emas. Ayo kita curi," kata Tiki. Caka setuju karena rasa lapar yang tak tertahan.

Pengkhianatan di Puncak
Mereka mendaki lereng Gunung Merapi yang terjal. Sampai di gubuk, Tiki masuk ke celah kecil dan melempar biji-biji labu ke arah Caka. Namun, Tiki memakan sebagian besar biji itu di dalam.

Saat Caka meminta bagiannya, Tiki berbohong, "Habis, Caka! Tadi jatuh ke jurang!"

Caka curiga karena tubuh Tiki gemuk. Ternyata, tikus itu egois dan memanfaatkan Caka untuk menemaninya mencuri. Caka sangat murka.

Pertempuran di Lereng
Pertempuran terjadi. Caka yang besar mencoba menangkap Tiki yang lincah di lereng berbatu Merapi. Tikus itu berlari ke celah-celah batu yang panas. Kucing itu tidak menyerah, mencakar tanah mencari tikus itu. 

Sejak hari itu, Caka berjanji tidak akan berteman dengan tikus lagi. Kucing-kucing di lereng Merapi pun selalu berburu tikus, menganggap mereka sebagai pengkhianat. 

Pesan Moral:

  • Jangan berkhianat: Persahabatan akan hancur jika salah satu pihak egois dan tidak jujur (seperti Tiki).
  • Kepercayaan itu mahal: Sekali kepercayaan dirusak (seperti kucing yang dikhianati tikus), sulit untuk memperbaikinya kembali.