1. Tentukan
tujuan blog
Sebelum membuat blog, tentukan terlebih dahulu:
Kunjungi link khusus pria +21: obat khusus pria
Kunjungi Link khusus
wanita +21: obat pengencang
Kunjungi Alternatif
Link khusus wanita +21: obat pengencang
o Topik utama: teknologi,
kuliner, pendidikan, bisnis, traveling, lifestyle, berita, dan sebagainya.
o Target
pembaca: siapa
yang ingin Anda bantu atau jangkau?
o Tujuan: berbagi
informasi, membangun personal brand, mendapatkan penghasilan, mempromosikan
bisnis, atau portofolio.
o Nama blog: sebaiknya
singkat, mudah diingat, dan relevan dengan topik.
Contoh:
Topik: Teknologi
Target: Pemula yang ingin belajar teknologi
Nama: TeknoPemula
Domain: teknopemula.com
2. Pilih
WordPress.com atau WordPress.org
Ini adalah hal penting karena keduanya berbeda.
WordPress.com
Cocok jika Anda ingin cara yang lebih sederhana.
Hosting dikelola oleh WordPress.com sehingga Anda tidak perlu mengurus server
sendiri.
Kelebihan:
o Lebih mudah
untuk pemula.
o Tidak perlu
membeli hosting secara terpisah.
o Pengelolaan
teknis lebih sederhana.
WordPress.org
Cocok jika Anda ingin memiliki kontrol lebih besar
terhadap website.
Anda biasanya perlu:
o Membeli domain.
o Membeli hosting.
o Menginstal
WordPress.
o Mengelola
tema, plugin, keamanan, backup, dan sebagainya.
Untuk blog yang ingin dikembangkan menjadi bisnis
serius, WordPress.org dengan hosting sendiri biasanya lebih
fleksibel.
3. Siapkan
domain
Domain adalah alamat blog Anda.
Contoh:
o namablog.com
o namablog.id
o namablog.net
Tips memilih domain:
o Mudah dibaca.
o Mudah diketik.
o Tidak terlalu
panjang.
o Hindari
penggunaan terlalu banyak angka atau tanda hubung.
o Pilih nama
yang masih relevan jika topik blog berkembang.
Misalnya, jika Anda ingin membahas teknologi secara
luas, jangan memilih nama yang terlalu spesifik seperti belajarandroidmurah.com.
4. Pilih
hosting
Hosting adalah tempat file website Anda disimpan.
Saat memilih hosting, perhatikan:
o Performa
server.
o Lokasi server.
o Dukungan
WordPress.
o SSL gratis.
o Backup.
o Kemudahan
instalasi WordPress.
o Dukungan
pelanggan.
o Batas storage
dan bandwidth.
o Kemampuan
upgrade ketika pengunjung meningkat.
Untuk blog baru, Anda tidak perlu langsung membeli
paket hosting yang sangat besar.
5. Hubungkan
domain dengan hosting
Setelah membeli domain dan hosting dari penyedia
yang berbeda, domain perlu diarahkan ke hosting.
Biasanya prosesnya menggunakan:
o Nameserver, atau
o DNS records.
Hosting biasanya memberikan nameserver seperti:
ns1.contohhosting.com
ns2.contohhosting.com
Masukkan nameserver tersebut pada pengaturan
domain.
Perubahan DNS dapat membutuhkan waktu sebelum
berlaku sepenuhnya.
6. Instal
WordPress
Banyak penyedia hosting menyediakan instalasi
WordPress otomatis.
Secara umum langkahnya:
Ø Masuk ke panel
hosting.
Ø Cari
menu WordPress Installer atau instalasi aplikasi.
Ø Pilih
WordPress.
Ø Pilih domain
yang digunakan.
Ø Buat username
administrator.
Ø Buat password
yang kuat.
Ø Masukkan email
administrator.
Ø Jalankan
instalasi.
Setelah selesai, biasanya Anda dapat masuk ke
dashboard melalui:
https://namadomain.com/wp-admin
7. Aktifkan
SSL
Pastikan website menggunakan HTTPS.
Contohnya:
https://namadomain.com
bukan hanya:
http://namadomain.com
SSL membantu mengenkripsi koneksi antara pengunjung
dan website.
Banyak hosting menyediakan SSL gratis.
8. Atur
konfigurasi dasar WordPress
Setelah masuk ke dashboard, buka Settings/Pengaturan.
Periksa beberapa bagian penting:
General
Atur:
o Site Title.
o Tagline.
o Bahasa.
o Zona waktu.
o Format
tanggal.
o Format waktu.
Permalinks
Gunakan struktur URL yang mudah dibaca.
Contohnya:
namadomain.com/cara-membuat-blog/
dibandingkan URL yang hanya berisi nomor atau
parameter yang tidak jelas.
9. Pilih tema
WordPress
Tema menentukan tampilan blog.
Saat memilih tema, prioritaskan:
o Responsif di
smartphone.
o Cepat.
o Mudah
dikustomisasi.
o Mendukung
editor WordPress.
o Desain sederhana.
o Mendukung
aksesibilitas.
o Mendapat
pembaruan secara berkala.
Jangan terlalu fokus pada tampilan. Blog yang
sederhana tetapi cepat dan nyaman digunakan sering kali lebih baik daripada
blog yang penuh animasi.
10. Buat
halaman penting
Sebelum mulai mempublikasikan banyak artikel, buat
beberapa halaman dasar:
o Beranda
o Tentang
o Kontak
o Kebijakan
Privasi
o Disclaimer, jika
diperlukan
o Syarat dan
Ketentuan, jika relevan
Contoh struktur menu:
Beranda |
Artikel | Tentang | Kontak
11. Buat
kategori blog
Kategori membantu mengorganisasi artikel.
Misalnya blog teknologi:
Teknologi
├── Smartphone
├── Komputer
├── Internet
├── AI
└── Tutorial
Jangan membuat terlalu banyak kategori yang hanya
berisi satu atau dua artikel.
12. Tulis
artikel pertama
Masuk ke:
Posts → Add New
Kemudian buat artikel.
Struktur artikel yang baik:
Judul
Pendahuluan
H2: Pembahasan
pertama
Isi pembahasan
H2: Pembahasan
kedua
Isi pembahasan
H2: Pembahasan
ketiga
Isi pembahasan
H2: Kesimpulan
Kesimpulan
artikel
Gunakan paragraf pendek agar nyaman dibaca di
smartphone.
13. Buat judul
yang menarik
Judul harus menjelaskan manfaat artikel.
Contoh kurang baik:
WordPress
Contoh lebih baik:
Cara Membuat Blog WordPress untuk Pemula: Panduan
Lengkap
Jangan membuat judul yang menipu hanya demi
mendapatkan klik.
14. Optimalkan
artikel untuk SEO
SEO membantu mesin pencari memahami dan menemukan
konten Anda.
Beberapa prinsip dasar:
Gunakan kata
kunci secara natural
Misalnya topik artikel adalah:
cara membuat blog WordPress
Kata tersebut dapat muncul secara natural pada:
o Judul.
o Pendahuluan.
o Subjudul jika
memang relevan.
o Isi artikel.
o URL.
o Deskripsi
halaman.
Tidak perlu mengulang kata kunci secara berlebihan.
Gunakan
heading dengan benar
Contohnya:
H1: Cara
Membuat Blog WordPress
H2: Memilih
Domain
H2: Memilih
Hosting
H2: Menginstal
WordPress
H2: Membuat
Artikel
Biasanya satu halaman memiliki satu H1 utama.
Buat URL
sederhana
Lebih baik:
/cara-membuat-blog-wordpress/
daripada URL yang terlalu panjang.
15. Tambahkan
gambar
Gambar dapat membuat artikel lebih menarik.
Namun, jangan mengunggah gambar berukuran sangat
besar tanpa optimasi.
Perhatikan:
o Ukuran file.
o Format gambar.
o Nama file.
o Alt text.
o Relevansi
gambar.
Contoh alt text:
Dashboard WordPress untuk membuat artikel baru
Alt text sebaiknya mendeskripsikan gambar, bukan
sekadar memasukkan banyak kata kunci.
16. Tambahkan
internal link
Internal link adalah link dari satu artikel ke
artikel lain di blog Anda.
Misalnya Anda memiliki:
Cara Membuat Blog WordPress
dan:
Cara Mengoptimalkan WordPress untuk SEO
Anda dapat menghubungkan kedua artikel tersebut.
Ini membantu pembaca menemukan konten lain dan
membantu mesin pencari memahami struktur website.
17. Pasang
plugin yang diperlukan
Plugin menambahkan fungsi ke WordPress.
Namun, jangan memasang plugin sebanyak
mungkin.
Pilih plugin berdasarkan kebutuhan, misalnya untuk:
o SEO.
o Cache/performa.
o Backup.
o Keamanan.
o Formulir
kontak.
o Optimasi
gambar.
o Analytics.
Sebelum memasang plugin, periksa apakah plugin
tersebut masih aktif dikembangkan dan kompatibel dengan versi WordPress Anda.
18. Tingkatkan
keamanan
Beberapa langkah penting:
o Gunakan
password administrator yang kuat.
o Jangan
menggunakan username/password yang mudah ditebak.
o Aktifkan 2FA
jika tersedia.
o Update
WordPress.
o Update tema.
o Update plugin.
o Hapus plugin
yang tidak digunakan.
o Gunakan HTTPS.
o Lakukan backup
secara berkala.
Jangan menggunakan plugin atau tema bajakan/nulled
karena dapat mengandung kode berbahaya.
19. Buat
sistem backup
Backup sangat penting.
Idealnya Anda memiliki backup yang dapat digunakan
untuk memulihkan website apabila:
o Website
diretas.
o Update
menyebabkan error.
o Data terhapus.
o Hosting
mengalami masalah.
o Plugin
menyebabkan konflik.
Simpan backup di lokasi yang terpisah dari server website
jika memungkinkan.
20. Hubungkan
dengan Google
Setelah blog siap, Anda dapat menghubungkannya
dengan layanan Google seperti:
o Google Search
Console untuk
memantau performa pencarian.
o Google
Analytics untuk
memahami perilaku pengunjung.
Search Console khususnya berguna untuk melihat
halaman yang terindeks dan bagaimana website muncul di hasil pencarian.
21. Buat
sitemap
Sitemap membantu mesin pencari menemukan URL yang
ada di website Anda.
Banyak plugin SEO WordPress dapat membuat sitemap
XML secara otomatis.
Contoh:
https://namadomain.com/sitemap.xml
Alamat sitemap sebenarnya dapat berbeda tergantung
konfigurasi/plugin.
22. Buat
jadwal publikasi
Jangan hanya menerbitkan artikel secara acak.
Contoh jadwal sederhana:
o Senin: artikel
tutorial.
o Rabu: artikel
informasional.
o Jumat: artikel
panduan mendalam.
Yang paling penting bukan menerbitkan sebanyak
mungkin, tetapi konsisten menghasilkan konten yang berguna.
23. Cara
mendapatkan pengunjung
Setelah blog memiliki konten, Anda bisa
mendatangkan pembaca melalui:
o SEO Google.
o Media sosial.
o Komunitas yang
relevan.
o Newsletter/email.
o Pinterest,
jika cocok dengan topiknya.
o YouTube.
o Kolaborasi
dengan website lain.
o Referensi dari
website lain.
Hindari spam link di forum atau kolom komentar.
24. Cara
menghasilkan uang dari blog
Blog dapat dimonetisasi melalui beberapa cara:
Iklan
Anda dapat menampilkan iklan pada website.
Affiliate
marketing
Anda mendapatkan komisi ketika pembaca membeli
produk melalui tautan afiliasi.
Sponsored
content
Brand membayar Anda untuk membuat konten tertentu.
Menjual produk
Misalnya:
o Ebook.
o Template.
o Kursus.
o Software.
o Produk fisik.
Menjual jasa
Blog juga dapat menjadi sarana mendapatkan klien
untuk:
o Konsultasi.
o Desain.
o Pemrograman.
o Penulisan.
o Fotografi.
o Digital
marketing.
25. Kesalahan
yang sebaiknya dihindari
Beberapa kesalahan umum blogger pemula:
o Membeli domain
yang sulit diingat.
o Memilih hosting
hanya berdasarkan harga.
o Memasang
terlalu banyak plugin.
o Menggunakan
tema bajakan.
o Menyalin
artikel orang lain.
o Mengabaikan
mobile experience.
o Tidak
melakukan backup.
o Tidak
memperbarui WordPress.
o Terlalu fokus
pada SEO dan melupakan pembaca.
o Mengharapkan
ribuan pengunjung dalam beberapa minggu.
o Membuat
artikel hanya untuk mengejar jumlah, bukan kualitas.
Checklist blog WordPress sebelum diluncurkan
Gunakan checklist berikut:
o Domain
sudah aktif.
o Hosting
sudah aktif.
o WordPress
sudah terinstal.
o HTTPS/SSL
sudah aktif.
o Tema
sudah dipilih.
o Logo
dan identitas blog sudah dibuat.
o Menu
navigasi sudah dibuat.
o Halaman
Tentang sudah tersedia.
o Halaman
Kontak sudah tersedia.
o Kebijakan
Privasi sudah tersedia.
o Kategori
sudah dibuat.
o Artikel
pertama sudah diterbitkan.
o Gambar
sudah dioptimalkan.
o URL
sudah rapi.
o Internal
link sudah digunakan.
o Backup
sudah dikonfigurasi.
o WordPress
dan plugin sudah diperbarui.
o Search
Console sudah disiapkan.
o Sitemap
sudah tersedia.
o Blog
sudah diuji di smartphone.
Jalur paling
sederhana untuk pemula
Kalau Anda benar-benar baru, urutannya cukup
seperti ini:
Tentukan topik → pilih nama → beli domain &
hosting → instal WordPress → pilih tema → buat halaman utama → pasang plugin
penting → tulis 5–10 artikel berkualitas → optimalkan SEO dasar → pasang Search
Console → publikasikan dan promosikan.