Apa Itu Schema Markup?
Schema markup adalah kode
atau data terstruktur (structured data) yang ditambahkan
ke halaman website untuk membantu mesin pencari memahami jenis
dan isi konten dengan lebih jelas.
Schema markup
biasanya menggunakan format JSON-LD, yang direkomendasikan oleh
Google. Contohnya, sebuah artikel review buku dapat diberi informasi
terstruktur seperti judul buku, penulis, tanggal publikasi, dan penilaian.
PERINGATAN KERAS!!!
Kunjungi link khusus pria +21: obat khusus pria
Kunjungi Link khusus
wanita +21: obat pengencang
Kunjungi
Alternatif Link khusus wanita +21: obat pengencang
Contoh
Sederhana
Misalnya Anda
mempunyai artikel berjudul “Review Novel Laskar Pelangi”.
Schema markup dapat ditambahkan dalam bentuk JSON-LD
seperti berikut:
<script type="application/ld+json">
{
"@context":
"https://schema.org",
"@type": "Article",
"headline": "Review Novel
Laskar Pelangi",
"author": {
"@type": "Person",
"name": "Nama Penulis
Blog"
},
"datePublished":
"2026-09-17"
}
</script>
Kode tersebut membantu mesin
pencari mengenali bahwa halaman tersebut merupakan sebuah artikel,
mengetahui judulnya, siapa penulisnya, dan kapan artikel diterbitkan.
Bagaimana
Cara Menggunakan Schema Markup?
Tentukan
jenis konten
Pilih schema yang sesuai dengan
halaman, misalnya:
o Article untuk
artikel.
o Product untuk
produk.
o Recipe untuk
resep.
o Event untuk
acara.
o LocalBusiness untuk bisnis lokal.
o Book untuk
informasi buku, jika properti yang diperlukan dan konteksnya sesuai.
Gunakan
format JSON-LD
JSON-LD
biasanya ditempatkan di dalam bagian <head> halaman atau area yang
didukung oleh sistem website.
Isi
informasi yang benar
Jangan
memasukkan informasi yang tidak terlihat atau tidak benar-benar ada pada
halaman. Data terstruktur harus merepresentasikan isi halaman.
Validasi
kode
Setelah
memasang schema, gunakan Rich Results Test dari Google untuk
memeriksa apakah markup dapat diproses dan apakah ada kesalahan.
Pantau
hasilnya
Setelah
diterapkan, pantau halaman melalui Google Search Console untuk
melihat apakah terdapat masalah pada data terstruktur.
Apakah
Schema Markup Membuat Ranking Google Naik?
Tidak secara otomatis. Schema markup
terutama membantu mesin pencari memahami konten dan, untuk jenis
markup tertentu yang didukung, dapat membuat halaman
memenuhi syarat untuk tampilan hasil pencarian yang lebih kaya (rich
results). Google juga menegaskan bahwa penggunaan structured
data tidak menjamin rich result akan muncul.
Jadi, schema markup
sebaiknya dianggap sebagai pelengkap SEO, bukan pengganti
konten berkualitas, struktur halaman yang baik, dan
pengalaman pengguna.
Contoh untuk blog review buku: Anda bisa
menggunakan structured data yang sesuai untuk
menjelaskan informasi seperti judul artikel, penulis
artikel, dan informasi buku. Yang terpenting, data yang ditandai
harus akurat dan sesuai dengan konten yang benar-benar
tersedia di halaman.