Manfaat Susu Kedelai



Kita mengenal susu sebagai minuman yang banyak manfaatnya, baik itu berasal dari tumbuhan (nabati) atau dari hewan (hewani). Susu nabati yang terkenal adaalah berasal dari kedelai. Sebenarnya ada banyak sekali manfaat susu nabati ini, tetapi kami posting sebanyak 17 saja.  

Seperti dilansir dari SteadyHealth, satu cangkir susu kedelai yang tidak difortifikasi (masih murni, belum mengalami pengayaan), mengandung hampir 7 gram protein, 4 gram karbohidrat, 4,5 gram lemak, dan tidak mengandung kolesterol. Sedangkan susu sapi, menyediakan karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. Semua susu sapi mengandung 8 gram protein dan 12 gram karbohidrat per cangkir. Ini juga merupakan sumber yang kaya nutrisi lainnya. Namun kita tidak perlu khawatir, karena susu kedelai yang beredar di pasaran sekarang ini sudah diperkaya dengan kalsium, vitamin E, B12, D, dan nutrisi lainnya.
Dan ini dia beberapa manfaat dari susu kedelai untuk kesehatan seperti dilansir oleh laman Magforwomen dan Fitday: 

1. Menurunkan Kolesterol

Berbeda dengan susu sapi yang tinggi lemak jenuh, lemak susu kedelai sebagian besar tak jenuh dan non kolesterol. Asam lemak tak jenuh tunggak dan tak jenuh ganda dalam kedelai dapat menghambat pengangkutan kolesterol ke dalam aliran darah. Penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai yang rutin secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

2. Menurunkan Berat Badan

Secangkir susu sapi memiliki sekitar 12 gram gula, sedangkan susu kedelai hanya 7 gram. Inilah mengapa jumlah kalori satu cangkir susu kedelai jauh lebih sedikit dibandingkan susu sapi. Selain itu, asam lemak tak jenuh tunggal dalam susu kedelai mampu menghambat penyerapan lemak di usus. Selain itu, minum susu kedelai akan memberikan efek kenyang lebih lama.

3. Mencegah Kanker Prostat

Susu kedelai kaya akan phytoestrogen, hormon tanaman yang dapat menghambat produksi hormon testosteron pada pria. Kadar testosteron yang berkurang secara signifikan dapat mengurangi risiko kanker prostat. Penelitian telah membuktikan bahwa pria yang sering mengonsumsi kedelai secara rutin lebih kecil mengalami kanker prostat.

4. Menopause Lebih Nyaman

Selama mengalami menopause, produksi hormon esterogen wanita menurun drastis. Penurunan yang sangat banyak ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada wanita, antara lain penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Wanita di masa ini juga lebih rentan mengalami depresi, mudah marah, serta gangguan psikologis lainnya. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya phytoestrogen yang dapat menggantikan hormon esterogen, maka wanita akan lebih sehat dan nyaman menjalani masa menopause.

5. Mencegah Osteoporosis

Tidak hanya susu sapi yang bisa menurunkan risiko osteoporosis, susu kedelai juga bisa memberi manfaat yang sama. Kandungan fitoestrogen dalam susu kedelai dapat membantu mempercepat penyerapan kalsium oleh tubuh dan mencegah hilangnya massa tulang. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan Anda membeli susu kedelai yang mengandung vitamin D.

6. Sumber protein

Susu kedelai merupakan sumber protein yang jumlahnya hampir sama dengan susu sapi. Yang mengagumkan susu kedelai juga mengandung protein nabati yang dapat mencegah kerapuhan tulang belakang alias osteoprosis. Anda dapat mengkonsumsi susu kedelai setiap hari tanpa perlu khawatir ancaman osteoporosis.

7. Ramah untuk hati

Kandungan lemak jenuh dalam susu kedelai sangat kecil terutama lemak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Selain itu susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol sehingga sangat baik dikonsumsi orang yang menderita penyakit koroner.

8. Tidak mengandung laktosa

Menurut wikipedia, laktosa adalah bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Karena tidak adanya laktosa, susu kedelai adalah pengganti sempurna untuk susu sapi bagi mereka yang menunjukkan intoleransi terhadap laktosa.

9. Alternatif Bagi Bayi yang menderita galaktosemia

Susu kedelai bisa menjadi alternatif dan aman untuk bayi dengan gangguan galaktosemia. Galaktosemia merupakan kelainan di mana kadar glaktosa yang tinggi dalam darah. Gangguan ini ditandai dengan kondisi bayi yang tidak toleran pada susu. Biasanya, tubuh bayi menampakkan beberapa gejala yang mengkhawatirkan seperti diare, kejang perut, kembung sampai gejala keracunan hati & ginjal yang parah.

10. Tidak Menyebabkan alergi

Selain sebagai minuman yang ideal untuk laktosa-intoleran dan bagi mereka yang menderita galaktosemia. Susu kedelai tidak menyebabkan alergi makanan karena bebas kasein, kacang, gluten, dan MSG.

11. Susu Kedelai Baik untuk jantung

Susu kedelai sangat baik bagi kesehatan jantung karena jumlah lemak jenuh pada susu kedelai sangatlah sedikit. Lemak jenuh yang tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol “buruk” (LDL) serta bisa meningkatkan risiko jantung. Susu kedelai mengandung lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. selain itu, susu kedelai tidak mengandung kolesterol, sehingga aman bagi anda yang takut gemuk.

12. Mencegah Diabetes Melitus

Diabetes Melitus muncul karena tubuh kekurangan Insulin; yang mengakibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit. Susu kedelai yang mengandungAsam Amino Glisin dan Asam Amino Arginin mampu menjaga keseimbangan Hormon Insulin. Selain itu, protein dalam susu kedelai lebih mudah diterima organ ginjal dibandingkan dengan protein hewani. Karena itu Susu Kedelai baik dikonsumsi oleh penderita Diabetes Melitus.

13. Minumam untuk Penderita Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak-anak, sehingga membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Autisme pada anak-anak biasanya disebut Autisme Infatil. Penderita Autisme sebaiknya tidak mengkosumsi makanan yang mengandung Kasein (Protein susu) dan Glutein (protein tepung). Karena selain sulit dicerna , makanan yang mengandung kedua jenis protein tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Jika dikonsumsi perilaku penderita autisme akan menjadi lebih hiperaktif. Sumber Kasein berasal dari susu hewani (susu sapi) serta berbagai macam produknya, seperti keju dan krim. Bagi penderita Autisme , Susu Sapi dapat diganti dengan Susu Kedelai. Dengan demikian, para penderita autisme tetap memperoleh masukan protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Hal terpenting dari semua itu, susu kedelai tidak mengandung Kasein dan Glutein.

14. Minuman untuk Vegetarian

Vegetarian adalah orang yang menganut pola makan berpantang daging, termasuk produk pangan lainnya yang berasal dari hewan seoerti telur , susu serta hasil olahannya. Namun pada kenyataannya para vegetarianpun sangat membutuhkan sumber gizi hewani-yang merupakan sumber gizi tinggi bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Bagi vegetarian, susu kedelai dapat disajikan sebagai minuman utama. Selain enak dan menyegarkan, nilai gizinya tidak kalah dengan susu sapi. Susu kedelai merupakan minuman sumber vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium, Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber Lemak).

15. Mencegah Migraine

Migraine dikenal juga dengan sakit kepala sebelah yang berulang dan bersifat idiopatik (timbul dengan sendirinya tanpa diketahui penyebabnya); serta bersifat kambuhan. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita disbanding pria (3 : 1). Faktor utamanya adalah adanya siklus hormonal pada wanita. Dengan sifatnya yang idiopatik migraine sangat berkaitan dengan perubahan biokimiawi. Mengkonsumsi susu kedelai secara teratur dapat mencegah dan meredakan migraine; terutama yang disebabkan oleh deffisiensi zat gizi. Hal ini disebabkan karena Susu Kedelai merupakan sumber Vitamin B-Complek (kecuali B12), Mineral, (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) dengan jumlah cukup tinggi.

16. Minuman Anti Kanker

Apakah anda pernah mendengar atau melihat iklan susu yang mampu mencegah kanker? Susu tersebut adalah Soymilk alias Susu Kedelai. Karena Susu Kedelai merupakan salah satu minuman kesehatan sumber mineral, selenium, Vitamin E, Isoflavon, dan Asam Amino Triptopan. Untuk mengatasi paparan radikal bebas pemicu, kanker diperlukan zat atau senyawa yang berfungsi sebagai anti-oksidan . Selain Selenium, anti-oksidan pada Susu Kedelai adalah Vitamin E danGenistein, yang secara sinergis mampu menghalau kanker.

17. Mencegah Penuaan Dini (Anti Aging)

Bagi setiap orang; memjadi tua adalah sebuah kepastian yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan. Salah satu cara yang diyakini paling ampuh menangkal penuaan dini adalah dengan mengandalkan Anti Oksidan yang bersumber dari makanan atau minuman. Mengkonsumsi makanan atau minuman sumber anti-oksidan merupakan pilihan bijak, sekaligus pilihan tepat untuk mengatasi penuaan dini. Anti oksidan umumnya berasal dari golongan vitamin dan mineral; diantaranya vitamin B, E, C, Beta-Karoten, Chromium, Selenium, Kalsium, Tembaga, Magnesium, dan Isoflavon.

  • Susu Kedelai layak dimasukkan kedalam daftar menu diet Anda, agar Anda tetap awet muda. Susu Kedelai mengandung berbagai zat senyawa Anti Aging (menghambat penuaan dini). 
  • Meskipun susu kedelai ini mengandung banyak manfaat bagi kesehatan, namun tidak dianjurkan untuk bayi di bawah satu tahun. Untuk bayi di bawah satu tahun, susu terbaik tetaplah ASI (Air Susu Ibu).
  • Cara pembuatan yang tepat bisa menghasilkan manfaat yang lebih besar.