Lilo dan Sasa
memulai perjalanan mereka keesokan harinya, membawa harapan seluruh koloni
semut di pundak mereka. Lilo yang tahan panas berkat duri dan kulit tebalnya
memimpin jalan, sementara Sasa berlindung di bawah bayang-bayang Lilo sesekali.
Mereka berjalan melewati tanah retak dan pohon-pohon layu. Perjalanan itu
terasa sangat panjang dan melelahkan. Di tengah perjalanan, mereka bertemu
dengan seekor kancil tua yang bijak. Kancil itu memberitahu mereka tentang
sebuah oasis kecil yang tersembunyi di balik bukit batu, namun memperingatkan
bahwa tempat itu dijaga oleh seekor ular piton besar dan licik bernama Phito.
Ular itu sangat teritorial dan tidak segan menyerang siapa saja yang mendekat.
Lilo dan Sasa saling berpandangan, menyadari tantangan baru yang harus mereka
hadapi. Mereka harus mendapatkan air itu, apa pun risikonya.
Bagaimana Lilo dan
Sasa akan menghadapi ular piton yang licik itu? Akankah mereka berhasil membawa
air kembali ke sarang semut tepat waktu?