FABEL: PERSAHABATAN LANDAK DAN SEMUT BAGIAN 10: UJIAN TERAKHIR DI OASIS TERSEMBUNYI

 


Mereka tiba di balik bukit batu dan menemukan oasis kecil dengan air jernih yang tersisa. Air itu adalah penyelamat! Namun, benar saja, Phito si ular piton melata keluar dari balik batu besar, mendesis marah. "Pergi dari sini! Ini daerah kekuasaanku!" ancam Phito. Lilo memberanikan diri maju, menjelaskan situasi darurat yang dialami teman-temannya. Namun Phito tidak peduli. Sasa, dengan kecerdikannya, melihat sekeliling dan menyadari kelemahan Phito. Ular itu bersembunyi di balik batu yang tidak stabil. Sasa berbisik rencana kepada Lilo, yang setuju. Saat Phito bersiap menyerang, Sasa berlari cepat dan mendorong batu besar yang tidak stabil itu. Brak! Batu itu menimpa ekor Phito, membuatnya kesakitan dan terkejut. Phito yang panik dan terluka melarikan diri ke dalam gua gelap. Lilo dan Sasa akhirnya bisa mengambil air dan bergegas pulang. Mereka berhasil menyelamatkan koloni semut, dan persahabatan mereka menjadi legenda di hutan. Namun, kisah mereka belum berakhir, karena musim hujan segera tiba, membawa tantangan baru berupa banjir bandang yang mengancam sarang semut yang berada di dataran rendah.

Apakah Lilo dan Sasa bisa menyelamatkan koloni semut dari banjir bandang? Petualangan apalagi yang menanti sahabat beda ukuran ini di musim hujan?