SHALAT QOBLIYAH SHUBUH JANGAN SAMPAI DITINGGALKAN

 


 

Shalat sunnah qobliyah shubuh atau shalat sunnah fajr memiliki keutamaan sangat luar biasa. Di antaranya disebutkan dalam hadits ‘Aisyah,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا 

“Dua raka’at sunnah fajar (qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersemangat melakukan shalat ini, sampai-sampai ketika safar pun beliau terus merutinkannya. 

 

‘Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah memiliki perhatian yang luar biasa untuk shalat sunnah selain shalat sunnah fajar.”

 

Ibnul Qayyim mengatakan,“Termasuk di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar adalah mengqoshor shalat fardhu dan beliau tidak mengerjakan shalat sunnah rawatib qobliyah dan ba’diyah. Yang biasa beliau tetap lakukan adalah mengerjakan shalat sunnah witir dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Beliau tidak pernah meninggalkan kedua shalat ini baik ketika bermukim dan ketika bersafar.”

MERUTINKAN SHOLAT SUNNAH ROWATIB (MEMBANGUN RUMAH DI SURGA)

 


Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan sesudah shalat wajib disebut shalat sunnah ba’diyah.  

 

Di antara tujuan disyari’atkannya shalat sunnah qobliyah adalah agar jiwa memiliki persiapan sebelum melaksanakan shalat wajib. Perlu dipersiapkan seperti ini karena sebelumnya jiwa telah disibukkan dengan berbagai urusan dunia. Agar jiwa tidak lalai dan siap, maka ada shalat sunnah qobliyah lebih dulu. 

 

Sedangkan shalat sunnah ba’diyah dilaksanakan untuk menutup beberapa kekurangan dalam shalat wajib yang baru dilakukan. Karena pasti ada kekurangan di sana-sini ketika melakukannya. 

 

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib 

 

Pertama: Shalat adalah sebaik-baik amalan 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ  

“Ketahuilah, sebaik-baik amalan bagi kalian adalah shalat.”[1]  

 

Kedua: Akan meninggikan derajat di surga karena banyaknya shalat tathowwu’ (shalat sunnah) yang dilakukan 

Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah ditanyakan mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga atau amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kemudian Tsauban mengatakan bahwa beliau pernah menanyakan hal tersebut pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau menjawab,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً  

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah karena tidaklah engkau bersujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.”[2] Ini baru sekali sujud. Lantas bagaimanakah dengan banyak sujud atau banyak shalat yang dilakukan?! 

 

Ketiga: Menutup kekurangan dalam shalat wajib

Seseorang dalam shalat lima waktunya seringkali mendapatkan kekurangan di sana-sini sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلاَّ عُشْرُ صَلاَتِهِ تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا  

“Sesungguhnya seseorang ketika selesai dari shalatnya hanya tercatat baginya sepersepuluh, sepersembilan,seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya.”[3]  

 

Untuk menutup kekurangan ini, disyari’atkanlah shalat sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ  

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.”[4]  

 

Keempat: Rutin mengerjakan shalat rawatib 12 raka’at dalam sehari akan dibangunkan rumah di surga. 

Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«
مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ  

“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” 

 

Coba kita lihat, bagaimana keadaan para periwayat hadits ini ketika mendengar hadits tersebut. Di antara periwayat hadits di atas adalah An Nu’man bin Salim, ‘Amr bin Aws, ‘Ambasah bin Abi Sufyan dan Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung. 

 

Ummu Habibah mengatakan, Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ” 

 

‘Ambasah mengatakan,“Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah.” 

 

‘Amr bin Aws mengatakan,“Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari ‘Ambasah.” 

 

An Nu’man bin Salim mengatakan,“Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari ‘Amr bin Aws.”[5] 

 

Yang dimaksudkan dengan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari dijelaskan dalam riwayat At Tirmidzi, dari ‘Aisyah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ 

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.”[6] 

 

Hadits di atas menunjukkan dianjurkannya merutinkan shalat sunnah rawatib sebanyak 12 raka’at setiap harinya.[7] 

 

Dua belas raka’at rawatib yang dianjurkan untuk dijaga adalah: [1] empat raka’at[8] sebelum Zhuhur, [2] dua raka’at sesudah Zhuhur, [3] dua raka’at sesudah Maghrib, [4] dua raka’at sesudah ‘Isya’, [5] dua raka’at sebelum Shubuh. 

PAHALA SHALAT RAWATIB


 


Oleh ; MUKHLIS DENROS

Shalat adalah salah satu media untuk memperbaiki diri manusia, dalam hikmah shalat dapat dikatakan bahwa orang yang shalat tidak akan menyia-nyiakan waktu karena dia terikat oleh waktu-waktu shalat yang harus segera ditunaikan, sebelum berangkat dia sudah dapat memperkirakan dimana nanti shalatnya, orang yang shalat sebelumnya harus membersihkan badan, pakaian dan tempat shalat yang diawali dengan wudhu terlebih dahulu, orang yang melaksanakan shalat akan nampak tanda bekas sujud di wajahnya, begitupun dalam pribadinya ada perubahan ke arah kebaikan dalam tindak dan prilakunya sehari-hari, orang yang shalat akan tercegah dari perbuatan jahat, hatinya tidak akan tergerak untuk melakukan kejahatan, bila shalat dilakukan, sementara diikuti pula dengan kejahatan berarti orang tersebut shalatnya tidak membekas. Dalam surat Al Ankabut 29;45, Allah Swt berfirman,;
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Demikian pentingnya kedudukan shalat bagi seorang muslim sehingga tidak boleh meremehkan kewajiban ini sedikitpun karena disamping mengandung hal-hal positif ketika dikejakan tapi juga mendapatkan hal-hal negatif kalau kita meninggalkan shalat.

Shalat sangat istimewa sekali bagi seorang muslim karena ketika di akherat yang pertama kali diperiksa adalah shalat bukan amalan-amalan besar lainnya bahkan shalat menjadi ukuran untuk baiknya amalan lain bila shalatnya sudah baik, Rasulullah bersabda; "Amalan yang mula-mula dihisab dari seseorang hamba pada hari kiamat ialah shalat, jika ia baik maka baiklah seluruh amalannya, jika buruk maka buruklah semua amalannya".[HR. Thabrani].

Banyak peluang shalat sunnat yang dapat dilakukan seorang mukmin baik dikerjakan di rumah ataupun di masjid sejak dari shalat malam yang kita kenal dengan shalat tahajud, shalat hajad, shalat witir, shalat dhuha, shalat tahiyatul masjid ataupun shalat sukrul wudhu yang sering dilakukan oleh sahabat Nabi bernama bilal bin Rabah.

Artinya kalaulah pandai mengisi waktu, menggunakan momen bisa kapan saja kita bersujud kepada Allah sebagai ujud dari pengabdian kepada-Nya. Selain shalat wajib dan shalat sunnah yang dikemukakan diatas ada shalat sunnat rawatib yaitu shalat sunnat yang mengiringi shalat wajib, dikerjakan sesudah atau sebelum shalat wajib, seperti dua rakaat sebelum shalat wajib subuh, dua rakaat sebelum dan dua atau empat rakaat sesudah shalat zhuhur, dua rakaat atau empat rakaat sesudah shalat ashar, dua rakaat setelah shalat maghrib, dua rakaat sebelum dan dua rakaat setelah shalat isya, sehingga jumlahnya 22 rakaat.

-
كَانَ النَّبَي صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ أَمْهَلَ حَتَّى إِذَا كَانَتِ الشَّمْسُ مِنْ هَا هُنَا يَعْنِي مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مِقْدَارُهَا مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ مِنْ هَاهُنَا مِنْ قَبْلِ الْمَغْرِبِ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يُمْهِلُ حَتَّى إِذَا كَانَتِ الشَّمْسُ مِنْ هَاهُنَا يَعْنِي مِنْ قَبْلِ الْمَشْرِقِ مِقْدَارُهَا مِنْ صَلاَةِ الظُّهْرِ مِنْ هَاهُنَا يَعْنِي مِنْ قَبْلِ الْمَغْرِبِ قَامَ فَصَلُّى أَرْبَعَا وَأَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ إِذاَ زَالَتِ الشَّمْسُ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَأَرْبَعًا قَبْلَ الْعَصْرِ يَفْصِلُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ بِالتَّسْلِيْمَ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَالنَّبِيِّيْنَ وَمَنْ تَبِعُهُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ [يَجْعَلُ التَّسْلِيْمَ فِى أَخِيْرِهِ] .
"Adalah Rasulullah jtka shalat fajar menundanya sehingga matahari ada di sini -yakni dan arah Timur- ukurannya dari shalat Ashar dari sini -yakni dari arah Barat-. beliau berdiri lalu shalat dua rakaat dari berhenti. Jika matahari itu sudah ada di situ. yakni dari arah Timur Ukurannnya dari shalat Dhuhur dari sini, yakni dari arah Barat. beliau berdiri lalu shalat empat raka'at. empat rakaat sebelum Dhuhur. Jiku matahari telah condong ke Barat, dua raka'at setelahnya dan empat raka'at sebelum Ashar. Beliau memisah antara dua raka'at dengan salam kepada malaikat Al-Muqarrahin. para nabi dan kaum Muslimin yang mengikuti mereka. (Beliau menjadikan salam pada akhimya)."


Shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat subuh yang sering disebut shalat fajar merupakan shalat sunnah yang sangat istimewa, sebagaimana yang disampaikan oleh Aisyah. ,"Tidak ada shalat sunnat yang lebih dipentingkan oleh Nabi Saw, selain
dari shalat sunnah dua rakaat subuh" [HR. Bukhari dan Muslim]

Pada waktu zuhur juga ada shalat sunnah rawatib sebagaimana yang disampaikan oleh sahabat nabi. Dari Ibnu Umar ia berkata,"Pernah saya shalat bersama Rasulullah saw, dua rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sesudah zuhur, dan dua rakaat sesudah jum'at dan dua rakaat sesudah isya" [HR. Bukhari Muslim].

Shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah zuhur memiliki keutamaan besar sekali sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah dari Ummu Habibah,"Nabi Saw, berkata,"Barang siapa mengerjakan shalat empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkan api neraka baginya" [HR. Tirmizi]

Shalat sunnah rawatib sebelum shalat ashar dikatakan oleh anak Umar bin Khattab tentang ganjaran yang akan diterima oleh orang yang melakukannya, Dari Ibnu Umar, "Nabi Saw bersabda,"Allah memberi rahmat kepada seseorang manusia yang shalat empat rakaat sebelum ashar" [HR. Tirmizi].

Sedangkan setelah shalat subuh dan setelah shalat ashar tidak ada shalat rawatib, mengenai sebelum shalat maghrib ulama berbeda pendapat. Mereka (di antaranya Hanafiyah) meriwayatkannya dari Abu Syu'aib dari Thawus. yang menuturkan: "Ibnu Umar ditanya tentang dua raka’at sebelum shalat Maghrib. beliau menjawab: "Saya tidak melihat seorang pun melakukannya. pada masa Rasulullah ".

Setelah shalat jum'at disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah dua atau empat rakaat. Dari Ibnu Umar,"Bahwasanya Nabi Saw melakukan shalat dua rakaat sesudah shalat jumlat di rumah beliau" [HR. Bukhari dan Muslim]. Dari Abu Hurairah Saw bersabda,"Apabila salah seorang diantara kamu telah shalat jum'at, hendaklah ia shalat sesudahnya empat rakaat" [HR. Muslim].

Masjid merupakan tempat ibadah ummat islam yang sangat strategis dalam rangka menimba pahala dengan melakukan aktivitas ibadah wajib ataupun sunnah, salah satunya adalah shalat tahiyatul masjid, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan oleh jamaah yang sedang masuk ke masjid, baik pada hari jumat maupun lainnya, diwaktu malam atau siang.

Jika kita masuk ke dalam masjid, hendaklah sebelum duduk kita mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Shalat sunnah ini disebut shalat tahiyatul masjid, artinya shalat untuk menghormati masjid. Dari Abu Qatadah, "Rasulullah Saw berkata," Apabila salah seorang diantara kamu masuk ke masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat dahulu" [HR. Bukhari].

Bahkan ketika khatib sedang berkhutbahpun, bila ada jamaah yang masuk masjid dan masuk ada waktu diusahakan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid dengan ringan, artinya jangan terlalu lama, untuk segera dapat mendengarkan khutbah.

Kadangkala kita tidak pandai menghargai wasiat yang disampaikan oleh Rasulullah tentang keutamaan dan pahala bagi orang yang mengerjakan shalat sunnah seperti shalat sunnah rawatib padahal peluangnya banyak sekali, kita lihatlah ketika sebelum atau selesai mengerjakan shalat wajib yang didalamnya ada shalat sunnah rawatib, banyak ummat islam yang tidak mengerjakannya, memang sunnah tapi sehingga cendrung diabaikan, padahal Rasululah menyatakan bahwa berbahagialah bagi ummat yang menjaga sunnah-sunnah Nabi sementara orang lain melalaikannya. Disamping itu, shalat sunnah rawatib adalah bentuk penyempurnaan dari shalat wajib yang kita lakukan, karena bisa saja, ada kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam shalat wajib yang kita lakukan, maka dengan shalat rawatiblah kita sempurnakan.

Pelaksanaan shalat atau amal-amal yang sunnah memang tergantung kepada level iman seseorang. Ulama membagi level iman seseorang menjadi lima yaitu muslim, mukmin, muhsin, mukhlis dan muttaqin.

Muslim adalah keimanan yang sangat rendah sekali, baru sebatas pengakuan bahwa Allah sebagai Ilahnya. Imannya belum lagi menghunjam. Ibadahnya hanya sekedar yang dia perlukan. Dosa dan maksiat dalam kehidupannya masih kebutuhan. Suatu ketika datanglah seorang Arab Baduy ke hadapan Rasulullah dengan menyatakan ”Amanna” artinya kami telah beriman. Kontan Rasul menyahut, ”Katakanlah Aslamna, bahwa engkau baru Islam”. Allahpun menjelaskan dalam firman-Nya surat Al Hujurat ayat 14. Ada yang menyatakan ke Islamannya di hadapan Rasulullah, setelah mengucapkan kalimat tauhid itu dipersilahkan pulang, ada pula yang siap masuk Islam dengan syarat dia dibolehkan untuk berbuat dosa apa saja, maka Rasul cukup memberi resep kepadanya ,”Jangan berbohong” tetapi ada pula yang baru masuk Islam telah diberi pedang untuk berjihad di medan juang, berarti keimanan orang ini berbeda dengan dua orang lainnya tadi.

Mukmin adalah level iman kedua setelah seorang muslim mengkaji ajaran Islam sehingga meningkat ”tsaqafah” [wawasan] keislamannya. Semakin menghunjam imannya sehingga ibadah wajibnya tertib dilakukan. Dosanya semakin kecil karena disibukkan oleh peningkatan iman. Mereka telah punya sifat-sifat tersendiri, sebagaimana yang digambarkan Allah dalam surat Al Anfal ayat 2-5, ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang dikala disebut nama Allah bergetarlah hatinya, saat dibacakan ayat-ayat Allah bertambah keimanannya, kepada Allah mereka bertawakkal...yaitu orang-orang yang menegakkan shalat dan membayarkan zakat”. Mukmin lebih cepat masuk syurga daripada muslim.

Muhsin yaitu orang yang kualitas imannya semakin baik dengan banyaknya berbuat kebajikan. Tidak hanya yang wajib-wajib saja tetapi amal-amal sunnah sudah jadi kesukaannya seperti shalat rawatib, shalat dhuha, qiyamul lail, puasa sunnah dan infaq yang dimotivasi hanya mencari ridha Allah. Perbuatan dosa muhsin sangat minim sekali, sebab mereka sibuk dengan ibadah dan peningkatan iman. Kerapian kerja dan kedisiplinan dalam menata waktu sebagai pakaiannya dalam setiap aktivitas. Muhsin lebih cepat masuk syurga daripada mukmin.

Mukhlis adalah tingkatan yang keempat setelah menjalani berbagai training dalam kehidupan ini. Hidupnya ikhlas hanya untuk mengabdikan diri kepada Allah sebagai apapun profesi dan prestasinya. Jabatan apapun yang dia sandang; sebagai Bupati, anggota dewan, kepala bagian atau entah jabatan lainnya, tetapi dia tidak merasa tinggi dan sombong dengan itu. Sebab dia tahu bahwa semua itu adalah titipan yang akan diminta pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah. Atau mungkin dia seorang yang rendah sekalipun statusnya di tengah masyarakat, dengan posisi ini sedikitpun dia tidak merasa hina.

Amal yang dilakukan seorang mukhlis jauh dari riya’ yaitu beramal ingin dilihat orang lain dan sum’ah yaitu beramal supaya didengar orang lain. Baginya biarlah orang tidak melihat dan menyebut dirinya tetapi Allah tahu siapa dia. Allah memperingatkan kita dalam surat Al Bayyinah agar kita jadi orang yang ikhlas dalam beragama ini. Mukhlis lebih cepat masuk syurga daripada muhsin.

Muttaqin adalah level iman yang paling tinggi,artinya orang yang bertaqwa. Suatu ketika Umar bin Khattab ditanya oleh seorang sahabat tentang taqwa ini, maka dia balik bertanya, ”Pernahkah kamu melewati perjalanan sulit ?” maka dijawab ”Pernah”, Umar bertanya lagi, ”Bagaimana cara kamu melewati jalan itu?”, sang sahabat itu menjawab, ”Maka saya berhati-hati”, Umar lansung menukas, ”Nah itulah yang dikatakan dengan taqwa yaitu berhati-hati”.

Kebiasan umat islam melakukan shalat sunnah rawatib karena memang level iman seseorang sudah menunjukkan perbaikan dan peningkatan level setelah muslim, mukmin dan muhsin. Orang inilah yang menyadari pentingnya shalat sunnah rawatib itu dengan segala keutamaan dan pahala yang akan diperolehnya selain dari meraih pahala dari shalat wajib yang dikerjakan, wallahu a'lam. [Cubadak Solok,17 Syawal 1431.H/ 26 September 2010]

Referensi;
1. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath 2.Hadits Arbain An Nawawi, Sofyan Efendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.H. Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, 1997
6.Drs. Moh. Rifa'i, Risalah Tuntunan Shalat Lengkap,2005

Penulis Drs. St. Mukhlis Denros
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
Hak Cipta Dilindungi Allah Subhanahu Wata’ala
Tidak Dilarang Keras Mengkopi dan Menyebarkan Materi ini
dengan menyebutkan sumbernya; http://mukhlisdenros,blogspot.com

FABEL: BURUNG HANTU YANG SELALU MENGELUH

 


Burung Hantu bernama Hulu selalu mengeluh tentang kegelapan malam. "Mengapa aku harus bangun saat semua tidur? Aku benci malam yang gelap," keluhnya kepada Kelelawar Keli.

Keli tersenyum. "Justru di malam hari kita yang paling berguna, Hulu. Kita bisa melihat hal yang tidak terlihat di siang hari," kata Keli.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Suatu malam, seluruh hutan tertidur pulas. Tiba-tiba, api kecil muncul di semak-semak. Hanya Hulu yang melihatnya dengan matanya yang tajam di kegelapan.

"Api! Api!" teriak Hulu kencang. Hulu terbang rendah, membuat tiupan angin dari sayapnya memadamkan api kecil itu sebelum sempat membesar.

Semua hewan terbangun dan berterima kasih pada Hulu. Hulu terkejut, ia baru menyadari bahwa matanya yang tajam di malam hari adalah anugerah, bukan kutukan. Sejak saat itu, Hulu tidak lagi mengeluh dan bangga dengan tugasnya menjaga malam.

Pesan Moral

Berhenti mengeluh tentang dirimu. Setiap hal yang kita miliki pasti punya manfaat hebat, jika kita mau melihatnya.

Soal

1. Apa yang selalu dikeluhkan oleh Burung Hantu Hulu?

2. Siapa teman Hulu yang tidak mengeluh tentang malam?

3. Kapan Burung Hantu harus bangun/beraktivitas?

4. Apa yang dilihat Hulu di tengah malam?

5. Kekuatan apa yang dimiliki mata Hulu?

Jawaban

1. Kegelapan malam (atau: harus bangun saat malam). 2. Kelelawar Keli. 3. Malam hari. 4. Api kecil di semak-semak. 5. Sangat tajam di kegelapan.

FABEL: JERAPAH YANG SUKA BERBOHONG

 

Jerapah bernama Jojo memiliki leher yang sangat panjang, memudahkannya melihat jauh. Namun, Jojo suka sekali berbohong.

Saat dia melihat Kelinci sedang mencari wortel di padang rumput, Jojo berteriak, "Kelinci! Jangan ke sana! Ada harimau di balik pohon! Cepat lari!" Kelinci panik dan lari. Padahal, tidak ada harimau sama sekali, Jojo hanya ingin membuat Kelinci berlari.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Keesokan harinya, Jojo benar-benar melihat seekor Serigala mengintai dari kejauhan. Serigala itu bersiap menangkap kawanan Rusa yang sedang minum.

"Rusa! Bahaya! Ada Serigala datang!" teriak Jojo sungguhan.

Tapi kali ini, tidak ada satu pun hewan yang percaya. "Ah, Jojo berbohong lagi! Dia kan sering menipu," bisik Rusa-rusa itu.

Karena tidak ada yang percaya, Serigala berhasil menangkap salah satu Rusa. Jojo sangat menyesal karena kebiasaan berbohongnya membuat perkataannya yang benar tidak lagi dipercaya.

Pesan Moral

Jangan pernah berbohong, meskipun hanya iseng. Sekali kamu berbohong, orang akan sulit memercayaimu, bahkan saat kamu berkata jujur.

Soal

1. Apa kelebihan Jerapah Jojo?

2. Apa kebiasaan buruk Jojo?

3. Siapa yang pertama kali ditipu oleh Jojo?

4. Hewan apa yang benar-benar dilihat Jojo mengintai?

5. Apa akibat dari kebiasaan buruk Jojo?

Jawaban

1. Lehernya panjang (bisa melihat jauh). 2. Suka berbohong/menipu. 3. Kelinci. 4. Serigala. 5. Tidak ada yang memercayainya.

FABEL: KEPITING DAN BINTANG LAUT

 


Kepiting Kipo sangat ahli dalam berjalan menyamping. Ia selalu mengejek Bintang Laut Bima yang hanya bisa diam dan menempel di batu. "Dasar Bima! Kau hanya menempel, tidak bisa ke mana-mana!" kata Kipo sambil berjalan zig-zag.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Bima hanya tersenyum. "Aku tidak bisa bergerak cepat, Kipo, tapi aku menahan batu-batu besar agar tidak bergeser saat ombak datang," jawab Bima lembut.

Suatu hari, ombak pasang datang sangat besar. Semua Kepiting dan Ikan kecil berlarian. Kipo yang berjalan menyamping tidak bisa menjaga keseimbangan di pasir yang basah dan nyaris terseret ke tengah laut.

Namun, ia melihat Bima tetap kokoh menempel pada batu karang terbesar. Bima berteriak, "Kipo, cepat bersembunyi di belakang batuku! Aku akan menahan batunya!"

Kipo bergegas bersembunyi. Kekuatan Bintang Laut menahan batu besar itu, melindungi Kipo dari gulungan ombak. Setelah ombak mereda, Kipo berterima kasih. Ia sadar, setiap makhluk punya kehebatan masing-masing.

Pesan Moral

Jangan mengejek kekurangan orang lain. Setiap orang memiliki kelebihan dan fungsi yang penting.

Soal

1. Apa keahlian Kepiting Kipo?

2. Apa kekurangan Bintang Laut Bima yang diejek Kipo?

3. Apa yang dilakukan Bima saat ombak besar datang?

4. Di mana Kipo bersembunyi dari ombak?

5. Apa yang membuat Bima tetap kuat menahan batu?

Jawaban

1. Berjalan menyamping. 2. Hanya bisa diam/menempel di batu. 3. Menahan batu karang. 4. Di belakang batu karang. 5. Kekuatannya/Menempel kuat di batu.

FABEL: KADAL CEPAT DAN SIPUT YANG SABAR

 


Di bawah sinar matahari yang terik, hiduplah Kadal bernama Kilat. Ia sangat bangga karena ia adalah hewan tercepat di kebun. Ia sering mengejek Siput bernama Sela. "Hei Sela! Cuma merayap? Ayo cepat sedikit!" ejek Kilat.

Sela tidak pernah membalas. Ia terus berjalan perlahan sambil membawa rumahnya.

Suatu hari, badai datang. Angin bertiup kencang dan hujan turun deras. Kilat yang lari kencang dari hujan malah terperosok ke dalam lubang tanah yang dalam dan licin.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Sela yang berjalan lambat dan melihat lubang itu dari jauh, berhati-hati merayap di pinggirnya. Ia menjulurkan tubuhnya sedikit ke dalam lubang. "Kilat, pegang cangkangku kuat-kuat," kata Sela pelan. Karena cangkang Sela sangat keras dan kuat, Kilat bisa berpegangan, dan Sela menariknya perlahan hingga keluar dari lubang.

"Maafkan aku, Sela. Kecepatanku tidak berguna saat aku dalam bahaya. Kesabaranmu menyelamatkanku," ucap Kilat menyesal.

Pesan Moral

Kecepatan tidak selalu menjamin keselamatan. Bersabar dan berhati-hati adalah sikap yang jauh lebih penting.

Soal

1. Siapakah nama Kadal yang sombong?

2. Apa yang dibawa Siput di punggungnya?

3. Mengapa Kadal terjatuh ke lubang?

4. Bagaimana cara Siput menolong Kadal?

5. Apa sifat baik dari Siput?

Jawaban

1. Kilat. 2. Rumah/Cangkang. 3. Ia lari terlalu kencang saat badai. 4. Menariknya keluar dengan cangkangnya. 5. Sabar (dan baik hati).

10 JENIS ANAK INKLUSI DI SEKOLAH DAN CARA MENGHADAPINYA



01. Gangguan Spektrum Autisme (GSA/ASD)


Ciri Spesifik:

 • Kesulitan dalam komunikasi dua arah.

 • Perilaku repetitif (mengulang-ulang).

 • Sensitif terhadap suara atau sentuhan.

 • Kontak mata terbatas.


Cara Menghadapi:

 • Gunakan visual schedule dan struktur aktivitas yang jelas.

 • Beri instruksi singkat, konsisten, dan ulangi bila perlu.

 • Hindari perubahan mendadak; beri peringatan sebelumnya.

 • Latih interaksi sosial secara bertahap.


02. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)


Ciri Spesifik:

 • Sulit duduk diam, banyak bergerak.

 • Impulsif dan sulit mengontrol perilaku.

 • Kurang fokus, mudah teralihkan.

 • Sering menyela saat orang lain bicara.


Cara Menghadapi:

 • Gunakan strategi duduk di barisan depan/dekat guru.

 • Terapkan aturan yang jelas dan berulang.

 • Gunakan reward system untuk perilaku positif.

 • Berikan waktu istirahat singkat saat gelisah.


03. Specific Learning Disorder (Gangguan Belajar Spesifik)


Ciri Spesifik:

 • Kesulitan membaca (disleksia).

 • Kesulitan menulis (disgrafia).

 • Kesulitan berhitung (diskalkulia).


Cara Menghadapi:

 • Gunakan metode belajar multisensori.

 • Sediakan waktu tambahan untuk tugas.

 • Gunakan alat bantu visual atau teknologi.

 • Berikan instruksi bertahap dan langsung.


04. Intellectual Disability (Disabilitas Intelektual)


Ciri Spesifik:

 • IQ di bawah rata-rata.

 • Sulit memecahkan masalah atau berpikir logis.

 • Perlu waktu lebih lama memahami informasi.


Cara Menghadapi:

 • Gunakan pendekatan individual.

 • Materi sederhana, konkret, dan berulang.

 • Berikan dukungan visual dan praktik langsung.

 • Perkuat dengan pembelajaran kontekstual.


05. Emotional and Behavioral Disorders (Gangguan Emosi/Perilaku)


Ciri Spesifik:

 • Mudah marah atau cemas.

 • Sulit bekerja sama atau mengikuti aturan.

 • Perubahan emosi ekstrem.


Cara Menghadapi:

 • Ciptakan lingkungan kelas yang aman dan positif.

 • Bangun hubungan yang suportif dan penuh empati.

 • Libatkan layanan konseling atau BK.

 • Terapkan strategi penguatan positif.


06. Speech and Language Impairments (Gangguan Bicara/Bahasa)


Ciri Spesifik:

 • Kesulitan mengucapkan kata dengan jelas.

 • Sulit memahami atau menyampaikan pesan.

 • Lambat dalam perkembangan bahasa.


Cara Menghadapi:

 • Gunakan kalimat sederhana dan jelas.

 • Beri waktu tambahan untuk menjawab.

 • Gunakan alat bantu komunikasi visual.

 • Libatkan terapis wicara bila memungkinkan.


07. Hearing Impairment (Tunarungu)


Ciri Spesifik:

 • Kesulitan mendengar percakapan atau suara guru.

 • Ketergantungan pada bahasa isyarat atau membaca bibir.

 • Miskomunikasi dalam kegiatan lisan.


Cara Menghadapi:

 • Tempatkan siswa di depan kelas atau dekat guru.

 • Gunakan bahasa tubuh dan visual pendukung.

 • Gunakan alat bantu dengar atau tulisan.

 • Sediakan transkrip atau bahan visual.


08. Visual Impairment (Tunanetra)


Ciri Spesifik:

 • Kesulitan membaca tulisan di papan atau buku.

 • Perlu bantuan untuk navigasi ruang kelas.

 • Ketergantungan pada pendengaran atau sentuhan.


Cara Menghadapi:

 • Sediakan materi audio atau braille.

 • Gunakan cetakan huruf besar dan kontras tinggi.

 • Hindari hambatan fisik di kelas.

 • Dampingi saat berpindah tempat.


09. Multiple Disabilities (Disabilitas Ganda)


Ciri Spesifik:

 • Kombinasi dua atau lebih gangguan (misalnya tunanetra dan autisme).

 • Kebutuhan belajar yang sangat kompleks.


Cara Menghadapi:

 • Rencana pendidikan individual (RPI).

 • Libatkan tim profesional multidisiplin.

 • Gunakan metode yang fleksibel dan terintegrasi.

 • Berikan bantuan penuh dalam aktivitas sehari-hari.


10. Other Health Impairments (Gangguan Kesehatan Lain)


Ciri Spesifik:

 • Kondisi medis seperti epilepsi, asma, diabetes, atau ADHD.

 • Memengaruhi energi, stamina, atau konsentrasi.


Cara Menghadapi:

 • Fleksibilitas dalam jadwal belajar.

 • Pahami kondisi medis dan tanda darurat.

 • Bekerja sama dengan tenaga medis atau keluarga.

 • Sediakan waktu istirahat yang cukup.


CERITA PENDEK DAN PERTANYAAN: JUARA KELAS YANG RENDAH HATI

 


Dodi dikenal sebagai juara kelas di sekolahnya. Namun, Dodi tidak sombong. Ia tetap rajin datang ke Madrasah setiap sore untuk memperdalam ilmu agama. Dodi sering membantu teman-temannya yang kesulitan memahami pelajaran matematika sambil menunggu waktu mengaji dimulai. Ayah Dodi selalu berpesan bahwa ilmu pengetahuan harus seimbang dengan akhlak yang baik melalui mengaji.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Pertanyaan:

  1. Apa prestasi yang diraih Dodi di sekolahnya?
  2. Kapan Dodi pergi ke Madrasah untuk mengaji?
  3. Bagaimana sikap Dodi meskipun ia seorang juara kelas?
  4. Apa yang dilakukan Dodi saat menunggu waktu mengaji dimulai?
  5. Apa pesan Ayah Dodi tentang keseimbangan ilmu?

CERITA PENDEK DAN PERTANYAAN: CITA-CITA BIMO

 


Bimo adalah anak yang sangat disiplin. Setiap sore, setelah bermain sebentar, ia segera mandi dan berangkat ke masjid untuk mengaji bersama teman-temannya. Bimo bercita-cita ingin menjadi hafiz Al-Qur'an. Setelah pulang mengaji, ia tidak langsung tidur. Bimo selalu mengulang pelajaran sekolahnya agar besok siap saat guru bertanya. Baginya, belajar dan mengaji adalah kunci sukses di dunia dan akhirat.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Pertanyaan:

  1. Apa yang dilakukan Bimo setelah mandi di sore hari?
  2. Di mana Bimo mengaji bersama teman-temannya?
  3. Apa cita-cita yang ingin dicapai oleh Bimo?
  4. Kapan Bimo mengulang pelajaran sekolahnya?
  5. Mengapa Bimo rajin belajar dan mengaji menurut teks tersebut?

 

CERITA PENDEK DAN PERTANYAAN: LAMPU BELAJAR SYIFA

 


Di meja belajar Syifa, selalu ada buku sekolah dan buku Iqra. Syifa punya kebiasaan unik; ia baru akan tidur jika sudah membaca setidaknya tiga halaman buku dan mengulang hafalan surat pendeknya. Meskipun terkadang ia merasa lelah setelah sekolah, Syifa tetap semangat karena ingin membanggakan kedua orang tuanya. Ibu selalu memberikan pujian saat mendengar suara merdu Syifa saat mengaji di malam hari.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Pertanyaan:

  1. Benda apa saja yang selalu ada di meja belajar Syifa?
  2. Berapa halaman buku yang biasanya dibaca Syifa sebelum tidur?
  3. Apa yang diulang Syifa sebelum ia tidur selain membaca buku?
  4. Mengapa Syifa tetap semangat belajar meskipun merasa lelah?
  5. Siapa yang memberikan pujian saat Syifa mengaji?

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN URAT

 

Nama latin : Plantago major

Nama Lain : Torongoat, otot-ototan, sangkubah

Deskripsi : Tanaman terna semusim, pendek — 6—50 cm. Daun tunggal, bulat telur sampai lanset, pangkal meruncing dengan tangkai panjang. Permukaannya licin. Tulang daun tersusun melengkung. Ukuran panjang 3—22 cm, lebar 1—20 cm, dan panjang tangkai 1—25 cm.

Khasiat : Peluruh air seni.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kandungan : Kalium, glikosid aukubin.

Cara : Lima helai daun beserta akarnya dan 7 helai daun keji beling {Desmodium gangeticum) direbus dengan 2 gelas hingga mendidih. Ini dibiarkan sampai air tinggal separuh lalu diminum. Sehari 2 kali dan setiap kali dengan ramuan baru.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN UNGU

 


Nama latin : Graptophyllum pictum

Nama Lain : Pudin, temen, handeleum, kadi-kadi, dongo-dongo

Deskripsi : Tanaman perdu, tinggi sekitar 2 m. Daun tunggal berhadapan, bentuk bulat telur, tepi rata. Pertulangan daun menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 15—25 cm, lebar 5—11 cm, warna daun ungu sampai ungu tua.

Khasiat : Obat wasir

Kandungan : Saponin, flavonoid, dan tanin

Cara : Untuk obat wasir, 20 gram daun segar direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit. Hasil rebusan setelah dingin disaring dan diminum dua kali sehari, pagi dan sore.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN TEMPUH WIYANG

 

Nama latin : Emilia sonchifolia

Nama Lain : Patah kemudi, sandilan

Deskripsi : Herba, tegak setinggi kurang 40 cm. Daun tunggal berbentuk lanset. Ujung daun runcing dan tepinya bertoreh. Panjang daun 3—14 cm, lebar 2—3,5 cm. Permukaan daun berbulu.

Khasiat : Obat peluruh air seni, mastitis, radang telinga, dan sariawan.

Kandungan : Kandungan: Saponin, flavonoid, dan polifenol.

Cara : Untuk peluruh air seni, 30 gram daun segar dicuci dan direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sehari 2 kali — pagi dan sore.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN TEMPUYUNG

 


Nama latin : Sonchus arvensis

Nama Lain : Galing, Field Sow Thistle

Deskripsi : Tanaman terna menahun, tingginya mencapai 1—2 meter. Daun tunggal, tersusun melingkar membentuk roset. Daun tersebut lonjong dan lanset, bertepi rata, ujung runcing, dan pangkal bertoreh. Panjang daun 5—50 cm, lebar 5—10 cm. Wamanya hijau.

Khasiat : Penghancur batu ginjal, peluruh air seni

Kandungan : Kalium, alfa lactucerol, manitol, inositol, silika, flavonoid, tarak-sasterol

Cara : Daun tempuyung segar 3 lembar direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Rebusan dibiarkan sampai cairan tinggal separuh, lalu disaring dan diminum untuk sekali minum. Sehari perlu diminum 3 kali.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN TAPAK LIMAN

 


Nama latin : Elephantopus scaber

Nama Lain : Talpak lana, elephant’s foot

Deskripsi : Tanaman semak semusim, tingginya 60 — 75 cm. Daun tunggal berbentuk jorong, tepi bergerigi dengan ujung tumpul. Ukuran daun panjang 15—25 cm dan lebar 5—7 cm. Permukaan daun kasap dan berbulu. Tulang daun menyirip. Warna daun hijau.

Khasiat : Obat sariawan, mencret, dan batuk.

Kandungan : Saponin, flavonoid, dan polifenol.

Cara : Untuk mengobati mencret digunakan 30 gram daun segar, dicuci, dan direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Air rebusannya diminum dua kali sehari — pagi dan sore — sebanyak setengah gelas.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN SIRIH

 


Nama latin : Piper betle

Nama Lain : Seureuh, cambai, belo

Deskripsi : Tanaman merambat. Daun bulat, memanjang. Pangkalnya berbentuk seperti jantung, sedangkan ujungnya runcing. Tepi daun rata. Permukaannya licin serta berlekuk-lekuk oieh tulang daun yang tersusun menyirip. Ukuran panjang 5—8 cm, lebar 2—5 cm.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Khasiat : Obat bronchitis, sariawan, keputihan, antiseptik, pengharum napas, dan deodoran.

Kandungan : Minyak asiri, kavikol, hidroksikavikol, kavibetol, alilpirokatekol, karvakrol, eugenol, eugenol metil eter, psimen, sineol, kariofilen, kadinen, estragol, terpenena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.

Cara : Tujuh lembar daun ditambah sepotong gula batu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih dan cairan tinggal satu gelas. Cairan ini diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/3 gelas.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN SERIBU

 


Nama latin : Achillea millefolium

Nama Lain : –

Deskripsi : Tanaman terna, tingginya sampai 45 cm. Daunnya majemuk, menyirip ganda. Tepi daun bercangap, ujung membulat atau tumpul, dan pangkal menyempit. Daun kecil-kecil, panjang 2—3,5 cm, lebar 1—4 cm.

Khasiat : Obat nyeri haid dan sakit perut.

Kandungan : Minyak asiri, saponin, flavonoid, dan polifenol.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Cara : Untuk nyeri haid, 20 gram daun segar, dicuci, direbus dengan segelas air selama 15 menit. Setelah dingin rebusan disaring dan airnya diminum semua.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN SENGGANI

 


Nama latin : Melastoma malabathricum

Nama Lain : Harendong, sendudok, kluruk, kemanden

Deskripsi : Tanaman perdu, tegak bercabang, tinggi sekitar 4 m. Daun tunggal, berhadapan, bertangkai, bentuk bulat. telur sampai memanjang, warna hijau. Tepi daun rata, ujung dan pangkal runcing, panjang 2—20 cm, lebar

Khasiat : Obat diare, disentri, hepatitis, melancarkan ASI, obat radang usus, sariawan

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kandungan : Tanin

Cara Menggunakan : Untuk obat diare, 2 gram daun segar dicuci, ditambah garam dapur secukupnya. Kunyah daun tersebut dan airnya ditelan.



TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN SELASIH

 


Nama latin : Ocimum basilicum

Nama Lain : Telasih, solanis

Deskripsi : Terna semusim, tegak, bercabang bagian atas, berbau harum, tinggi 50—80 cm. Daun tunggal berhadapan, bertangkai dengan panjang 0,5—2 cm, bentuk bulat telur sampai memanjang. Permukaan daun berambut halus, tulang daun menyirip dan tepi bergerigi, panjang 3,5—7,5 cm, lebar 1,5—2,5 cm dan warna hijau tua.

Khasiat : Obat demam dan sakit kepala, peluruh haid, peluruh air susu ibu, obat nyeri lambung, obat gangguan percernaan, serta obat rematik.

Kandungan : Minyak asiri, seperti ocimene, alpha-pinene, eucalyptole, linalool; geraniol, eugenol metil eter

Cara : Untuk obat demam, 15 gram daun segar direbus. Hasil rebusan diminum dua kali sehari, pagi dan sore.

TANAMAN OBAT DISEKITAR RUMAH: DAUN SAMBILOTO

 


Nama latin : Andrographis paniculata

Nama Lain : Ki oray, takilo

Deskripsi : Herba semusim dengan ketinggian sampai 50 cm. Daun tunggal, memanjang, tersusun bersilang berha­dapan di batang. Daun berujung runcing, panjangnya 5 cm, lebar 1,5 cm. Warna hijau agak mengkilap.

Khasiat : Obat TBC, batuk rejan, radang paru

Kandungan : Lakton dan flavonoid

Cara : Untuk mengobati TBC, daun kering ditumbuk hingga menjadi serbuk: Serbuk dicampur dengan madu dan dibuat pil sebesar 0,5 cm. Tiap hari pil diminum 2—3 kali, dan setiap kali 15—30 butir.