FABEL: KUNANG-KUNANG YANG MALU

 


Kunang-kunang bernama Kiki sangat pemalu. Ia tidak suka cahaya di ekornya menyala. "Cahaya ini terlalu mencolok. Aku ingin jadi biasa saja," bisik Kiki kepada teman-temannya. Setiap kali ia terbang, ia berusaha mematikan cahayanya.

Suatu malam, seluruh hutan gelap gulita. Seekor Induk Ayam kehilangan anaknya. Ia mencarinya di semak-semak, tetapi tidak bisa melihat apa-apa. Ia mulai menangis.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Kiki merasa kasihan, tetapi ia ragu untuk menyalakan cahayanya. Teman-teman Kiki mendorong, "Jangan malu, Kiki! Cahayamu sangat berguna!"

Akhirnya, Kiki memberanikan diri. Ia menyalakan cahaya kecilnya dan terbang pelan. Cahaya itu menerangi semak, dan Aha! Anak Ayam itu ditemukan sedang meringkuk kedinginan.

Induk Ayam sangat berterima kasih. Kiki pun sadar, anugerah yang ia miliki harus digunakan untuk membantu orang lain, bukan untuk disembunyikan.

Pesan Moral

Jangan pernah malu dengan kelebihanmu. Gunakan bakat yang kamu miliki untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Soal

1. Apa yang dimiliki Kunang-kunang Kiki?

2. Mengapa Kiki tidak suka menyalakan cahayanya?

3. Hewan apa yang kehilangan anaknya di kegelapan?

4. Apa yang dilakukan Kiki untuk menemukan Anak Ayam?

5. Di mana Anak Ayam itu ditemukan?

Jawaban

1. Cahaya di ekornya. 2. Ia pemalu/tidak ingin mencolok. 3. Induk Ayam. 4. Menyalakan cahayanya dan terbang. 5. Di semak-semak.