10 MANFAAT TERONG YANG JARANG ORANG KETAHUI

 

Terung adalah salah satu tanaman asli srilanka yang tumbuh subur di Indonesia. Tanaman yang mempunyai nama ilmiah solanum melongena dikelaskan dengan buah beri mengandung manfaat untuk kesehatan. Meskipun jenis sayuran ini sering dihindari oleh sebagian wanita karena diduga dapat memicu terjadinya keputihan. Betulkah demikian? Keputihan disebabkan oleh mikroorganisme sehingga kecil kemungkinan disebabkan oleh makanan termasuk terung. Pada umumnya sayuran terung mengandung zat besi, kalsium dan mineral yang memasok nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Terong telah masuk ke restoran berkelas dengan berbagai macam metode pemasakan yaitu dipanggang, direbus dan dimasak sebagai menu utama yang tidak kalah menarik dengan bahan lainnya.

 

Berikut adalah 10 alasan anda harus mengkonsumsi terung untuk kesehatan :

1.  Terong mengandung nutrisi tertentu seperti kandungan phyto penting yang meningkatkan sirkulasi darah dan menutrisi otak. Hal yang harus anda ketahui bahwa untuk mengoptimalkan nutrisi yang terkandug di terong sebaiknya tidak membuang kulit terung.

 

2.  Bagi anda yang mempunyai masalah dengan pencernaan. Terung adalah salah sat sayuran yang dapat menyediakan serat, yang melindungi saluran pencernaan. Bahkan, asupan rutin terong dapat melindungi anda dari kanker usus besar.

 

3.  Terong memiliki rendah kalori sehingga tidak mengandung lemak yang membahayakan kesehatan anda dan juga kandungana dari kadar serat yang tinggi dapat membantu Anda merasa kenyang.

 

4.  Selama berabad-abad terong telah digunakan untuk mengendalikan dan mengelola diabetes. Penelitian modern memvalidasi peran ini, berkat serat tinggi dan kandungan karbohidrat larut rendah dari terong.

 

5.  Selain itu kandungan terung memiliki peranan dalam perawatan jantung. Studi penelitian menunjukkan bahwa terung dapat menurunkan kolesterol. Tapi anda harus memasak terung dengan cara yang tepat untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Hindari menggoreng terung karena akan mengandung banyak lemak yang masuk tubuh anda. Sebaliknya  panggang di 400 derajat untuk mendapat kesehatan yang optimal.

 

6.  Kandungan dari terung yang tinggi akan bioflavonoid akan membantu anda untuk menjaga kesehatan jantung. Terong yang tinggi bioflavonoid yang dikenal untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan meredakan stres.

 

7.  Manfaat terung selanjutnya adalah dapat membantu mencegah pembekuan darah, kandungan Vitamin K dan bioflavonoid, yang dapat memperkuat kapiler di dalam tubuh.

 

8.  Kandungan selanjutnya yang sangat baik untuk tubuh anda dari terung adalah kandungan fitonutrien yang dapat menjaga membran sel sehingga dapat menjaga kerusakan dari transfer pesan yang terjadi di otak. Hal ini dapat membantu untuk menjaga fungsi memori.

 

9.  Dalam beberapa penelitian terung dianggap sebagai sayuran yang memiliki kadar air yang baik untuk mengontrol kalori. Hal ini membuat terung  sangat ideal sebagai makanan sehat bagi orang yang ingin mengurangi berat badan. Spons tekstur terung yang membuat karakteristik nya berbeda dengan sayuran lain, maka salah satu harus mengkonsumsi dalam bentuk alami sebanyak mungkin.

 

10. Sifat anti bakteri. Terong memiliki jumlah vitamin C yang baik membuat sumber anti virus dan anti bakteri yang efektif. Hal ini terkait dengan kandungan dari 82 gram terong terdiri dari 4,5% folat 11 serat%, 5,4%, 63,5% vitamin B molibdenum, 10% mangan, 3,5% tembaga, 5,3% kalium, 3,5% vitamin K, 3,1% triptofan, vitamin 3% C dan 2,8% magnesium.

 

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 10: Janji di Bawah Pohon Hormat

 Tahun ajaran berakhir. GTS duduk di bawah pohon beringin yang dulunya digali Leo (Series 3). Mereka merayakan kelulusan kelas 12 dan kenangan absurd mereka.

"Kita sudah melalui drama tikus, telepati kacau, dan kegagalan masak," kata Rara sambil tertawa. "Aku bangga kita berhasil."

Leo menyahut, "Tapi yang paling penting, kita berhasil mempertahankan Tumbler Legendarisku."

Fahri, yang selama ini diam, tiba-tiba berdiri tegak seperti sedang baris-berbaris. "Aku... Fahri. Aku bersumpah. Aku akan menjauhi semua peran pohon, tikus, dan benda mati lainnya. Aku hanya akan menjadi Fahri."

Leo dan Rara tertawa terbahak-bahak melihat Fahri yang berpose hormat kepada pohon beringin. Mereka sadar, persahabatan mereka tidak didasarkan pada kesamaan, tetapi pada penerimaan terhadap kegilaan masing-masing.

"Hei, lihat!" seru Rara. Di balik pohon, ada Ibu Kantin sedang tersenyum. "Jangan lupa, kalian berhutang Nasi Goreng Setan buatan Ibu kalau nanti kalian datang lagi!"

Mereka saling pandang. Mereka tahu, meskipun masa SMA sudah berakhir, petualangan GTS tidak akan pernah selesai. Mereka berjanji akan selalu kompak.

Meskipun episode SMA ini berakhir, petualangan GTS di dunia perkuliahan dan dunia kerja pasti lebih kocak! Ikuti kisah Leo, Rara, dan Fahri selanjutnya dalam seri terbaru: "GTS di Dunia Nyata"!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 9: Misi Mengembalikan Kaos Kaki Bebek yang Dicuri

 Aji, dari geng sebelah (Trio Kucing Garong), tiba-tiba datang ke GTS dengan wajah lesu. "Tolong aku! Kaos Kaki Keberuntunganku hilang lagi!"

GTS mendengarkan ceritanya. Ternyata, setelah insiden di Series 1, Kaos Kaki Bebek itu disimpan di lemari Aji. Namun, hari ini, lemari Aji ditemukan terbuka, dan kaos kaki itu lenyap.

Leo, sebagai ahli drama, langsung berasumsi, "Ini ulah Phantom Pencuri Kaos Kaki yang melegenda di sekolah kita!"

Rara mengabaikan teori Phantom. "Fahri, coba lihat jejak kaki di lemari."

Fahri menemukan jejak kaki kecil. "Ini bukan jejak manusia, tapi... hewan pengerat!"

Ternyata, seekor tikus (mungkin tikus yang sama yang mengejar Fahri di Series 4) telah mencuri kaos kaki itu untuk membuat sarang yang hangat. Mereka mengikuti jejak kaki hingga ke ruang penyimpanan alat olahraga.

Mereka menemukan sarang tikus, dan di tengah-tengahnya, Kaos Kaki Bebek itu terlipat rapi. Aji berteriak gembira. "Kau kembali, soulmate!"

Namun, mereka melihat ibu tikus dan anak-anaknya menatap sedih. Leo terenyuh. Ia mengambil Kaos Kaki Keberuntungan, tetapi meninggalkan sepotong jaket usang untuk sarang tikus itu.

Kaos Kaki Bebek kembali, tapi apakah tikus itu akan membalas dendam? Dan bagaimana cara GTS menjaga persahabatan mereka di tengah kekonyolan? Temukan di Series Terakhir!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 8: Fahri dan Kutukan Peran Pohon

 Keesokan harinya, Fahri (si Pohon) berlatih dengan ketakutan. Kali ini, ia bertekad menjadi pohon yang sempurna: diam, kaku, dan tidak bergerak.

"Aku akan jadi pohon yang realistis," tekad Fahri.

Saat gladi resik, Fahri berdiri sangat kaku hingga dia lupa bernapas. Ia pun jatuh pingsan di tengah adegan romantis. Leo dan Rara panik, berlari ke panggung.

Sutradara menghela napas. "Baik, lupakan pohon. Kita ubah naskah. Pohon itu ditebang. Kita butuh pengganti. Siapa yang bisa menjadi Batu?"

Leo dan Rara saling pandang. Batu adalah peran yang paling aman.

"Aku bisa menjadi batu yang penuh misteri!" tawar Leo. "Aku bisa menjadi batu yang secara geologis sangat stabil," timpal Rara.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk berbagi peran. Mereka berdua berjongkok di panggung, berpura-pura menjadi dua bongkahan batu di tepi sungai. Saat adegan dimulai, Leo (Batu 1) berbisik, "Rara, kakiku kesemutan!" Rara (Batu 2) membalas, "Diam, Leo! Batu tidak bicara!"

Apakah mereka berhasil menjadi Batu yang baik? Dan bagaimana cara mereka mengatasi kesemutan terburuk dalam sejarah drama sekolah? Jawabannya ada di Series 9!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 7: Pengganti Pohon di Panggung Drama

 Setelah insiden tikus dan Fahri yang quit dari peran pohon, sutradara drama menuntut pengganti segera. Leo, yang sempat menjadi pohon improvisasi, dicalonkan.

"Leo, kamu punya passion sebagai pohon. Kamu harus menggantikan Fahri," kata sutradara galak.

"Tapi aku Pahlawan!" protes Leo.

Sutradara tak peduli. Leo akhirnya menerima peran itu dengan syarat: Pohonnya harus memiliki dialog. Rara melatih Leo, sementara Fahri duduk di kursi penonton sambil makan popcorn, masih trauma dengan tikus.

Saat pementasan, Leo (si Pohon) berjalan masuk dengan gerakan yang terlalu dramatis. Dia memeluk sang Putri (Rara) alih-alih hanya berdiri di sampingnya.

"Putri! Aku adalah pohon yang melindungi takdirmu! Aku tidak hanya diam! Aku merasakan emosi tanah!" seru Leo di tengah dialog Pahlawan sesungguhnya.

Pahlawan asli bingung, Putri (Rara) menahan tawa, dan penonton berbisik. Sutradara di belakang panggung hampir pingsan.

Tiba-tiba, Fahri di kursi penonton berteriak, "Leo! Jangan overacting! Pohon enggak kayak gitu!"

Sutradara langsung menunjuk Fahri. "Kamu! Besok kamu yang jadi pohon! Hukuman!" Fahri kaget.

Kini Fahri kembali menjadi pohon! Akankah drama sekolah berlanjut tanpa insiden? Baca kengerian pohon Fahri di Series 8!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) - EPISODE AKHIR Series 6: Pertarungan Memasak Nasi Goreng Setan

 Setelah mendapatkan resep "Nasi Goreng Setan" dari Ibu Kantin (yang ternyata sangat sederhana), GTS memutuskan untuk membuktikan diri. Mereka mengadakan kompetisi memasak di rumah Leo.

"Kita harus memasak Nasi Goreng Setan yang lebih baik daripada Ibu Kantin. Ini demi kehormatan Geng Tiga Sejoli!" seru Leo penuh semangat.

Rara, si cerdas, teliti mengukur setiap gram bumbu, memastikan rasa pedasnya pas secara ilmiah. Fahri, yang hanya tahu cara memotong sayuran, bertugas sebagai asisten koki yang kikuk, membuat dapur berantakan.

Sementara Rara sibuk dengan takaran, Leo mencicipi adonan bumbu dan menggeleng. "Kurang drama! Kalau Setan, harus ada unsur kejutan!" Leo menambahkan saus cokelat, topping keju parut, dan sedikit essence vanilla ke dalam wajan.

Saat mencicipi, Nasi Goreng milik Rara pedasnya mantap dan seimbang. Nasi Goreng milik Leo? Rasanya pedas-manis-gurih-asing. Tiba-tiba, Fahri tersedak.

"A-aku... lupa mencuci tangan setelah tadi memegang bibit cabai!" Fahri menjerit sambil minum air galon.

Meski masakan Leo gagal total dan Fahri kepedasan, Rara dinobatkan sebagai pemenang. Mereka menyadari, memasak dengan hati-hati lebih baik daripada memasak dengan drama.

Berhasil mendapatkan resep rahasia, apa lagi misi yang akan menghancurkan dapur mereka? Temukan jawabannya di Series 7!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) Series 5: Makanan Kantin yang Viral dan Misi Rahasia

 

Kantin sekolah mereka terkenal dengan "Nasi Goreng Setan" yang super pedas dan enak. Tiba-tiba, Nasi Goreng Setan itu menjadi viral di media sosial. Para food vlogger dan murid dari sekolah lain berbondong-bondong datang. Antrean menjadi sangat panjang.

Leo, Rara, dan Fahri yang setia pada nasi goreng itu merasa hak mereka direbut. "Kita harus melakukan sesuatu. Ini adalah Nasi Goreng Setan kita!" protes Leo.

Mereka membuat rencana rahasia: Misi Infiltrasi Dapur Kantin.

Malam harinya, dengan modal senter kecil dan jubah hitam (sprei milik Fahri), mereka menyelinap ke dapur. Tujuannya adalah mencari rahasia di balik bumbu nasi goreng itu agar mereka bisa membuatnya sendiri di rumah.

Mereka menemukan banyak bumbu, tapi salah satunya menarik perhatian: botol kecil tanpa label berisi bubuk merah mencolok.

"Ini pasti rahasianya!" bisik Leo, sambil mencium bubuk itu. Haatchiii! Leo bersin kencang.

Lampu dapur menyala. Ternyata, Ibu Kantin ada di sana, sedang menghitung uang. "Kalian sedang apa?" tanyanya.

Rara, dengan sigap, menjawab, "Kami mencari bola basket yang mental ke sini, Bu! Tadi malam ada pertandingan!"

Ibu Kantin tersenyum. "Nak, ini dapur, bukan lapangan. Dan bubuk merah itu? Itu cabai kering dari kebun saya. Mau Ibu kasih resep Nasi Goreng Setan? Rahasianya cuma cinta dan cabe rawit sekilo!"

Geng GTS gagal mendapatkan rahasia bumbu, tapi berhasil mendapatkan resepnya! Apakah mereka akan sukses memasak Nasi Goreng Setan sendiri? Nantikan petualangan GTS selanjutnya dalam Musim Kedua!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) Series 4: Kejadian Aneh di Aula Saat Latihan Drama

 

GTS mengikuti audisi drama sekolah. Leo berperan sebagai pahlawan, Rara sebagai putri yang bijaksana, dan Fahri mendapat peran sebagai pohon yang diam.

Saat latihan di aula yang gelap, Leo harus mengucapkan dialog yang sangat emosional. "Oh, Putriku! Aku akan menyelamatkanmu dari monster jahat!"

Tiba-tiba, Fahri (si pohon) bergerak-gerak dan berteriak. "Ada tikus! Tikus besar di balik daun-daunku!"

Latihan berhenti total. Rara dan Leo berusaha menenangkan Fahri, tapi Fahri panik. "Aku takut tikus! Aku harus lari!" Fahri pun lari, meninggalkan peran pohonnya di tengah panggung.

Karena pohon utama sudah minggat, sutradara (senior yang galak) marah. Leo, dengan skill dramanya, memutuskan untuk menggantikan pohon itu. Ia berdiri tegak dengan kedua tangan menjulur ke samping.

"Aku adalah pohon yang ditinggalkan! Aku sedih! Tapi aku tetap berdiri demi cintaku pada sang Putri!" improvisasi Leo.

Rara hampir tertawa terbahak-bahak melihat pahlawannya kini berubah menjadi pohon melodramatis. Drama semakin kacau saat Fahri kembali dengan membawa sapu.

"Mana tikusnya? Aku akan membalas dendam karena dia merusak peranku!" Fahri berteriak, mengayunkan sapu ke segala arah.

Apakah Fahri berhasil membasmi tikus? Dan bagaimana cara Leo kembali menjadi pahlawan dari peran pohon? Semuanya di Series 5!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) Series 3: Piknik Sekolah yang Berubah Menjadi Pencarian Harta Karun

 Sekolah mengadakan piknik ke kebun raya, dan geng GTS memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan formal. Leo meyakinkan Rara dan Fahri untuk mencari "Harta Karun Rahasia" berdasarkan peta tua yang ia temukan di perpustakaan.

"Lihat! Peta ini bergambar X di dekat pohon beringin tua!" seru Leo.

Rara meneliti peta itu. "Leo, ini gambar denah sekolah kita yang dibuat oleh alumni tahun 80-an. Tanda X itu adalah lokasi toilet lama yang sudah dirobohkan."

Leo tak peduli. "Fahri, bawa sekop lipatmu! Kita harus gali!"

Mereka mulai menggali di bawah pohon beringin besar. Setelah lima menit berkeringat dan dipenuhi tanah, sekop Fahri membentur sesuatu yang keras. Jantung Leo berdebar. "Kita kaya, kawan-kawan!"

Mereka berhasil menarik benda itu keluar. Itu adalah sebuah kotak kayu tua yang berlumut. Dengan napas tertahan, Leo membukanya. Di dalamnya terdapat... tumpukan bungkus permen karet bekas dan surat cinta yang sudah lapuk.

"Harta karun ini... sampah romantis," kata Rara kecewa.

Tiba-tiba, Pak Broto muncul. "Kalian sedang apa di sini? Dan kenapa kalian menggali kebun raya?!"

Bagaimana nasib mereka setelah ketahuan menggali properti sekolah? Dan kenapa surat cintanya menyebut nama Pak Broto? Jangan lewatkan Series 4!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) Series 2: Ujian Lisan Bahasa Inggris dan Telepati Kacau

 

Ujian lisan Bahasa Inggris tiba. Guru mereka, Miss Lisa, dikenal tidak mentolerir kecurangan. Leo, yang paling lemah dalam speaking, punya ide jenius (menurutnya): Telepati.

"Rara, dengarkan aku baik-baik. Kita akan saling mengirim jawaban menggunakan kekuatan pikiran," bisik Leo sambil memicingkan mata ke Rara.

Rara protes, "Leo, kita enggak punya kekuatan pikiran! Kita cuma punya buku paket!"

Namun, Leo bersikeras. Saat giliran Rara masuk, Leo dan Fahri berjaga di luar. Miss Lisa bertanya pada Rara, "What is your favorite animal and why?"

Di luar, Leo berkonsentrasi, mencoba mengirimkan jawaban: "Singa! Karena dia raja hutan!"

Rara di dalam kelas tiba-tiba menjawab, "My favorite animal is... Lion! Because... he is the king of the... market!"

Miss Lisa mengerutkan dahi. Di luar, Leo panik. "Bukan market, Rara! ForestForest!"

Giliran Leo masuk. Miss Lisa bertanya, "What is your hobby?"

Rara di luar berusaha keras mengirim jawaban: "Membaca buku sejarah!"

Leo, yang menangkap sinyal telepati dari Rara, malah menjawab dengan lantang, "My hobby is cooking! Especially cooking... historical books!"

Miss Lisa terdiam, lalu menuliskan nilai D-plus. Leo menyalahkan telepati Rara yang kurang kuat.

Bagaimana cara Leo memperbaiki nilai Bahasa Inggrisnya? Dan kenapa Fahri hanya tertawa di luar? Baca Seri 3!

SERIES SMA: GENG TIGA SEJOLI (GTS) Series 1: Misi Penyelamatan Tumbler Legendaris

 


Karakter Utama:

·       Leo: Si paling dramatis dan leader tidak resmi.

·       Rara: Si paling cerdas, tapi sering terjebak ide konyol Leo.

·       Fahri: Si paling pasrah, tugasnya hanya membawa perlengkapan.

Suatu hari, Leo kehilangan Tumbler Kesayangan yang konon dibelinya saat diskon besar, menjadikannya benda legendaris. "Gawat! Tumbler ku hilang! Hidupku tidak akan utuh tanpanya!" Leo berteriak di koridor sekolah.

Rara, dengan tenang, membuka aplikasi pencari barang. "Leo, ini cuma botol minum, bukan cincin Sauron. Coba ingat, terakhir kau letakkan di mana?"

"Aku ingat! Di Lab Kimia! Aku meninggalkannya saat kita kabur dari praktikum H2O2!" seru Leo.

Mereka pun merencanakan misi penyelamatan. Fahri bertugas mengalihkan perhatian Pak Hasan, guru Kimia yang terkenal galak. Fahri pura-pura kesurupan sambil menari K-Pop di depan pintu Lab. Pak Hasan kebingungan dan keluar untuk menyemprot Fahri dengan air suci (yang ternyata hanya alkohol 70%).

Saat itulah Leo dan Rara menyelinap masuk. Tumbler itu ada di meja! Tapi di dalamnya ada cairan biru berbusa yang misterius. Leo tanpa ragu mengambilnya.

"Leo! Itu mungkin limbah kimia beracun!" Rara panik. "Terlambat! Aku sudah memeluknya. Ayo lari!"

Mereka berhasil keluar. Namun, saat Tumbler dibuka, cairan biru itu berbau seperti permen karet. Ternyata, guru hanya menggunakannya untuk membersihkan gelas ukur. Misi berhasil, tapi mereka harus lari lagi karena Pak Hasan melihat Fahri sudah sadar dan kabur.

Apa yang akan terjadi pada Leo, Tumbler bau permen karetnya, dan kejaran Pak Hasan? Cari tahu di Series 2!

PENJELASAN LENGKAP TENTANG UNEN – UNEN BAHASA JAWA

Ungkapan tradisional yang memiliki makna kiasan, bersifat tetap, dan digunakan untuk memberikan nasihat, teguran, atau sindiran, serta mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa. Istilah "unen-unen" sendiri secara harfiah berarti "ungkapan" atau "ucapan". 

Unen-unen terbagi menjadi beberapa jenis utama, dengan tiga yang paling dikenal adalah:

1. Paribasan (Peribahasa)

Paribasan adalah unen-unen yang memiliki arti kiasan, bersifat tetap, dan tidak menggunakan kata-kata perumpamaan (seperti 'kaya', 'kadi', 'lir') secara eksplisit. Maknanya langsung merujuk pada situasi tertentu. 

  • Ciri-ciri:
    • Makna kiasan.
    • Bersifat tetap, kata-katanya tidak bisa diubah.
    • Tidak menggunakan kata perumpamaan.
  • Contoh:
    • Adigang, adigung, adiguno: Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan kepintaran/kesombongan.
    • Desa mawa cara, negara mawa tata: Setiap daerah memiliki adat istiadat sendiri, setiap negara memiliki aturan sendiri (serupa dengan "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung").
    • Ciri wanci lelai ginawa mati: Watak atau sifat buruk seseorang sulit diubah dan akan dibawa sampai mati. 

2. Bebasan (Ungkapan)

Bebasan adalah unen-unen yang memiliki arti kiasan, bersifat tetap, dan mengandung ungkapan pengandaian. Subjek atau orang yang diumpamakan tidak disebutkan secara langsung, melainkan digambarkan melalui sifat atau perbuatannya. 

  • Ciri-ciri:
    • Makna kiasan.
    • Bersifat tetap.
    • Mengandung pengandaian atau perumpamaan.
    • Yang diandaikan adalah sifat atau perbuatan seseorang.
  • Contoh:
    • Mikul dhuwur mendhem jero: Menjunjung tinggi derajat orang tua (ayah ibu) dan menutupi aib/keburukan mereka.
    • Nglungguhi klasa gumelar: Mendapatkan kenikmatan atau warisan tanpa perlu bekerja keras.
    • Arep jamure emoh watange: Ingin hasilnya saja tapi tidak mau menanggung kesusahannya/prosesnya. 

3. Saloka (Perumpamaan) 

Saloka adalah unen-unen yang memiliki arti kiasan, bersifat tetap, dan mengandung ungkapan pengandaian, di mana subjek (orangnya) disebutkan secara eksplisit dan diumpamakan dengan hewan, tumbuhan, atau benda tertentu. 

  • Ciri-ciri:
    • Makna kiasan.
    • Bersifat tetap.
    • Menggunakan perumpamaan.
    • Orang yang diumpamakan disebutkan, diikuti perumpamaan benda/hewan.
  • Contoh:
    • Belo melu seton: Orang yang ikut-ikutan tanpa mengetahui tujuan atau maksud yang sebenarnya.
    • Cecak nguntal empyak: Cita-cita atau keinginan yang tidak seimbang dengan kemampuan atau kekuatannya.
    • Gajah ngidak-ngidak rumput: Orang kuat/berkuasa menindas orang lemah. 

Secara umum, fungsi unen-unen dalam masyarakat Jawa adalah sebagai media pendidikan moral dan etika, pengingat, serta penjaga norma sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Unen-unen membantu membentuk budi pekerti dan cara berperilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 10: Pesan untuk Anak Hebat dan Hutan yang Berubah

 

Akhirnya, Kiki Kancil dan teman-teman Monyet menjadi sahabat baik. Cerita ini mengajarkan kita bahwa sikap pelit dan egois hanya akan membuat kita kesepian dan tidak bahagia. Sebaliknya, sikap berani, cerdik, mau bekerja sama, dan yang paling utama, mau berbagi, akan membuat hidup kita lebih berwarna dan penuh kebahagiaan. Hutan Hijau kini menjadi contoh bagi hutan lain, di mana semua makhluk hidup rukun dan saling membantu. Setiap ada buah matang, mereka berbagi. Setiap ada masalah, mereka berdiskusi bersama. Kebaikan kecil dari seekor Kiki Kancil telah mengubah seluruh suasana hutan menjadi lebih hangat dan ramah bagi semua.

Pesan Moral: Berbuat baiklah selalu kepada siapa saja, karena satu perbuatan baik bisa membawa perubahan besar.

Anak-anak hebat, yuk kita tiru Kiki Kancil! Mulai sekarang, mari kita rajin berbagi mainan, makanan, atau senyuman kepada teman-teman kita. Berbuat baik itu mudah dan menyenangkan, lho! Sampai jumpa di cerita fabel lainnya!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 9: Hutan Hijau yang Rukun

 

Sejak hari itu, Hutan Hijau menjadi tempat yang lebih rukun dan damai. Ketika musim mangga tiba lagi, Mongki dan kawanannya menepati janji. Mereka memetik mangga dan membagikannya di alun-alun hutan. Kiki Kancil, Lulu Landak, Pipit Pipit, dan semua hewan lain sangat senang. Mereka makan mangga bersama sambil bercanda. Tidak ada lagi rasa iri atau pelit. Semua hidup berdampingan dengan damai. Kiki Kancil menjadi pahlawan kecil di Hutan Hijau, bukan karena kekuatannya, tapi karena keberanian dan kepintarannya untuk mengajarkan pentingnya berbagi.

Pesan Moral: Berbagi menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam komunitas.

Cerita Kiki sudah hampir selesai, tapi ada satu pelajaran penting lagi! Baca Seri 10!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 8: Mongki Minta Maaf

 

Mongki Monyet menundukkan kepalanya. Rasa marahnya hilang, digantikan oleh rasa malu. "Maafkan kami, Kiki. Kami memang pelit," ucap Mongki pelan. "Kami hanya terlalu sayang pada mangga kami." Kiki tersenyum. "Kami mengerti, Mongki. Tapi kalau dibagi sedikit, mangganya tidak akan habis, dan semua teman bisa ikut senang." Mongki mengangguk setuju. Dia berjanji mulai sekarang, jika pohon mangga itu berbuah lagi, mereka akan membagikannya kepada semua penghuni Hutan Hijau. Semua Monyet bersorak gembira, mereka sudah berubah pikiran.

Pesan Moral: Mengakui kesalahan adalah langkah awal menuju kebaikan.

Apa yang terjadi setelah Monyet berjanji berbagi? Baca Seri 9, ya!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 7: Kiki Berbicara dari Hati ke Hati

 

Kiki Kancil tidak takut dimarahi Mongki. Dia berdiri tegak. "Iya, Mongki. Akulah yang membuat rencana ini," kata Kiki lembut. "Kenapa kau lakukan itu? Pohon ini milik kami!" balas Mongki. "Dengar, Mongki," kata Kiki, "Pohon ini tumbuh di tanah hutan kita bersama. Semua makhluk di sini lapar dan ingin makan mangga manis itu. Kenapa kalian tidak mau berbagi sedikit saja?" Mongki terdiam. Dia tidak bisa membantah kata-kata Kiki. Memang benar, mereka terlalu pelit. Monyet-monyet lain yang baru bangun juga mulai sadar bahwa mereka salah. Hening sejenak.

Pesan Moral: Berbicara dengan tenang dan jujur bisa menyelesaikan konflik.

Apakah Mongki Monyet akhirnya mengerti maksud Kiki? Jangan lewatkan Seri 8!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 6: Kiki Menunggu Monyet Bangun

 

Pesta mangga sudah usai. Semua hewan pulang dengan perut kenyang dan hati senang. Tinggallah Kiki Kancil sendirian di bawah pohon, menunggu para Monyet bangun. Kiki tahu dia harus menjelaskan situasinya. Dia tidak ingin ada permusuhan di Hutan Hijau. Kiki ingin Monyet mengerti pentingnya berbagi. Tak lama kemudian, Mongki Monyet mulai menggeliat. Dia bangun dengan kepala sedikit pusing. "Hah? Di mana mangganya?!" Mongki kaget melihat pohonnya sudah kosong. Dia melirik Kiki dengan marah. "Kau yang melakukannya, Kancil kecil?!" bentak Mongki.

Pesan Moral: Berani berbuat, berani bertanggung jawab atas perbuatan kita.

Apa jawaban Kiki Kancil kepada Mongki yang marah? Ikuti ceritanya di Seri 7!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 5: Pesta Mangga Hutan

 

Setelah memastikan para Monyet benar-benar pulas, Kiki memanggil semua teman hutan yang sudah menunggu di balik semak-semak. "Ayo semua, Pohon Mangga Ajaib bebas untuk kita!" teriak Kiki gembira. Hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, burung, dan bahkan kura-kura, berlarian mendekat. Mereka semua memetik mangga yang ranum dan manis. Hutan mendadak ramai oleh suara tawa dan kecapan nikmat. Mereka berpesta mangga bersama-sama. Ini adalah kali pertama semua hewan bisa menikmati mangga dari pohon ajaib itu. Kiki Kancil merasa sangat senang melihat teman-temannya bahagia.

Pesan Moral: Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap jika dirasakan bersama-sama.

Pesta sudah selesai, tapi bagaimana jika Monyet bangun dan marah? Baca Seri 6, ya!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 4: Monyet-Monyet yang Mengantuk

 


Para Monyet penjaga, yang dipimpin oleh Mongki, melihat batok kelapa berisi minuman madu. "Wah, madu gratis!" seru Mongki rakus. Mereka tidak tahu itu minuman penenang buatan Tupai. Tanpa curiga, mereka meminum habis minuman manis itu sampai tetes terakhir. "Enak sekali!" kata Mongki sambil mengucek matanya. Tiba-tiba, mata mereka mulai terasa berat. Satu per satu, Monyet-monyet itu menguap lebar. "Kok... ngantuk ya..." gumam Mongki. Akhirnya, mereka semua tertidur pulas di bawah pohon mangga, mendengkur keras sekali. Rencana Kiki berhasil!

Pesan Moral: Jangan mudah tergoda oleh sesuatu yang gratis tanpa mengetahui asalnya.

Monyet sudah tidur, lalu apa yang Kiki lakukan? Jangan lewatkan Seri 5!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 3: Misi Minuman Penenang

 

Tupai bekerja keras meracik minuman penenang paling ampuh. Daun-daun khusus dikumpulkan, lalu dicampur dengan madu hutan agar rasanya manis dan disukai Monyet. "Ini pasti berhasil!" kata Tupai sambil mengaduk ramuan itu di batok kelapa kecil. Kiki bertugas mengantarkan minuman itu ke dekat pohon mangga. Dia pura-pura tersesat dan menjatuhkan batok kelapa berisi minuman itu di jalur yang dilewati para Monyet. "Aduh, tumpah!" Kiki berteriak seolah panik. Tak lama, Monyet-monyet penjaga datang mendekat karena mendengar keributan. Mereka penasaran ada apa.

Pesan Moral: Kerjasama tim sangat penting untuk mencapai tujuan bersama.

Apa reaksi Monyet saat melihat minuman itu? Cari tahu di Seri 4!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 2: Rencana Kiki Si Pemberani

 

Kiki Kancil mengumpulkan teman-temannya: Lulu Landak dan Pipit Pipit. "Kita harus bisa makan mangga itu bersama!" seru Kiki. Lulu Landak cemberut. "Mana bisa, Ki? Monyet-monyet itu galak sekali!" Pipit setuju. "Iya, nanti kita kena lempar kulit pisang!" Kiki tersenyum licik. "Tenang, aku sudah punya rencana. Kita tidak perlu melawan mereka, kita hanya perlu lebih pintar." Rencana Kiki adalah membuat Monyet-monyet penjaga itu tertidur pulas. Kiki meminta bantuan Tupai yang pandai membuat minuman herbal penenang dari daun-daun khusus.

Pesan Moral: Masalah bisa diselesaikan dengan akal yang cerdas, bukan dengan kekerasan.

Apakah Kiki berhasil menidurkan Monyet penjaga? Simak Seri 3 ya, teman-teman!

FABEL KANCIL PEMBERANI DAN TEMAN HUTAN Seri 1: Kancil dan Pohon Mangga Ajaib

 

Di suatu pagi yang cerah, di dalam Hutan Hijau yang rindang, hiduplah seekor kancil kecil bernama Kiki. Kiki sangat lincah dan suka sekali melompat-lompat. Hutan itu punya sebuah pohon mangga besar yang katanya ajaib, karena mangganya paling manis di seluruh hutan. Tapi, pohon itu dijaga ketat oleh keluarga Monyet yang pelit. Mereka tidak mau berbagi satu mangga pun kepada hewan lain. Kiki merasa ini tidak adil. Semua makhluk di hutan harusnya bisa menikmati mangga manis itu bersama-sama. Kiki punya ide. Dia ingin semua teman di hutan bisa makan mangga enak itu.

Pesan Moral: Berbagi itu menyenangkan dan membuat semua orang bahagia.

Penasaran dengan ide Kiki? Baca Seri 2 untuk tahu rencana Kiki selanjutnya!

SEJARAH BERDIRINYA BUDI UTOMO

 


Budi Utomo adalah organisasi perintis pergerakan nasional Indonesia yang didirikan pada 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Jakarta atas gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo. Kelahiran organisasi ini menandai dimulainya perjuangan kemerdekaan dengan strategi yang terorganisir, bukan lagi perjuangan kedaerahan. 

Latar Belakang Pendirian

Lahirnya Budi Utomo didorong oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Politik Etis dari pemerintah kolonial Belanda yang membuka peluang pendidikan bagi kaum pribumi, menghasilkan sekelompok kecil masyarakat terpelajar yang sadar akan kondisi bangsanya.
  • Gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo yang sering berkeliling Jawa untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan dan dana pendidikan (studiefonds) untuk memajukan kesejahteraan pribumi.
  • Keresahan para mahasiswa STOVIA (seperti Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Soeradji Tirtonegoro) terhadap nasib bangsanya yang terbelakang akibat penjajahan. 

Tujuan Organisasi

Tujuan utama Budi Utomo pada awalnya bersifat sosial, ekonomi, dan budaya, serta berfokus pada kesejahteraan masyarakat Jawa dan Madura, dengan cita-cita untuk memajukan pengajaran dan kebudayaan. Tujuan ini dirumuskan dalam kongres pertamanya di Yogyakarta pada Oktober 1908: 

  • Memajukan pengajaran (pendidikan).
  • Memajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan.
  • Memajukan teknik dan industri.
  • "Menghidupkan kembali" kebudayaan Jawa dan Sunda. 

Tokoh Penting

Beberapa tokoh penting dalam Budi Utomo antara lain:

  • Dr. Soetomo: Ketua pertama Budi Utomo.
  • Dr. Wahidin Sudirohusodo: Penggagas ide dasar pendirian organisasi.
  • Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeradji Tirtonegoro: Para pendiri awal lainnya.
  • Ki Hajar Dewantara: Anggota yang berperan sebagai tokoh propaganda untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan.
  • Tirto Kusumo (Bupati Karanganyar): Ketua umum pertama setelah kongres pertama, menandai masuknya kaum bangsawan/priayi ke dalam struktur organisasi. 

Peran dan Dampak

Meskipun pada awalnya bersifat moderat dan kooperatif terhadap pemerintah kolonial, Budi Utomo berperan krusial dalam sejarah Indonesia: 

  • Pionir Gerakan Nasional: Budi Utomo adalah organisasi modern pertama di Indonesia yang menggerakkan perjuangan melalui jalur organisasi formal, bukan kekerasan fisik.
  • Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme: Organisasi ini menanamkan kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan kaum terpelajar pribumi, melampaui semangat kedaerahan.
  • Membangun Generasi Intelektual: Fokus pada pendidikan menghasilkan generasi intelektual yang nantinya akan memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia.
  • Menginspirasi Organisasi Lain: Keberhasilan Budi Utomo menginspirasi pembentukan organisasi pergerakan nasional lainnya yang lebih radikal di kemudian hari. 

Untuk menghargai peran sentral Budi Utomo sebagai tonggak awal kebangkitan nasional, tanggal berdirinya, 20 Mei, diperingati setiap tahun sebagai Hari Kebangkitan Nasional

 

NAMA PALING PASARAN ORANG INDONESIA

 

 

Nama paling pasaran di Indonesia adalah Sutrisno dan Nurhayati, menurut data perekaman e-KTP. Untuk anak laki-laki, nama Muhammad juga sangat populer. Nama-nama lain yang umum termasuk Slamet, Mulyadi, Herman, dan Sulastri, Sumiati, serta Sri Wahyuni. 

Nama perempuan paling pasaran

Nurhayati, Sulastri, Sumiati, Sri Wahyuni, Sumarni, Sunarti, Siti Aminah, Ernawati, Aminah, Kartini. 

Nama laki-laki paling pasaran

Sutrisno, Slamet, Mulyadi, Herman, Supardi, Ismail, Supriyanto, Wahyudi, Junaidi, Suparman. 

Nama populer lainnya

  • Muhammad (termasuk untuk anak laki-laki generasi Alpha)
  • Sri
  • Nur
  • Putra
  • Annisa
  • Dewi