Jam istirahat adalah medan perang, dan kursi kantin adalah hadiah termahal. Trio ini selalu punya ritual wajib: berebut kursi di dekat kipas angin.
Hari
itu, kursi idaman mereka sudah diduduki oleh tiga senior kelas 12 yang dikenal
pendiam dan selalu serius belajar sambil makan.
"Bim,
enggak enak ganggu senior," bisik Citra.
Aji
menyambar, "Enggak bisa! Kalau kita makan di sana, udara panas, keringat
menetes, nanti foundation aku luntur!" (Aji memang suka
pakai foundation tipis).
Aji
lalu mendekati meja senior, pura-pura bersin kencang. "Haatchiii! Aduh,
alergi parah sama... meja yang ada di sana. Sepertinya meja ini harus segera disterilkan.
Permisi, Kak!"
Para
senior yang terkejut oleh drama fake alergi Aji, langsung
berdiri dan pergi sambil membawa buku-buku mereka, enggan berurusan dengan Aji.
Bima
dan Citra buru-buru duduk. "Aji, jurus terburukmu berhasil lagi. Tapi aku
enggak jamin kita besok enggak dikunciin di toilet sama mereka," kata Bima
sambil menyantap baksonya dengan rasa bersalah.