Series SMA: Trio Kucing Garong (TKJ) Series 5: Lomba Puisi Anti-Mainstream

 

Di akhir semester, ada lomba baca puisi bertema "Keindahan Alam". Aji, Bima, dan Citra dipaksa ikut oleh guru Bahasa Indonesia.

Bima, si logis, membuat puisi tentang "Siklus Air dan Pentingnya Evaporasi". Citra membuat puisi tentang "Awan Estetik dan Selfie di Puncak Gunung".

Giliran Aji. Ia tidak suka puisi mainstream. Ia maju ke depan panggung dengan serius dan mulai mendeklamasikan:

"Oh, nyamuk yang hinggap di pipi, Kau adalah bagian dari ekosistem. Meski suaramu mengganggu tidurku, Dan gigitanmu meninggalkan bekas merah, Namun tanpamu, rantai makanan pasti putusJadilah nyamuk yang bermanfaat, bukan sekadar pemuas darah!"

Semua penonton terdiam. Hanya Citra yang bertepuk tangan heboh sambil merekam. Juri bingung harus memberi nilai berapa. Mereka akhirnya memberikan "Penghargaan Orisinalitas Paling Tidak Jelas" kepada Aji. Aji bangga, Bima mengelus dada, dan Citra langsung membuat story di media sosial dengan judul: "Aji Dinyamukki! Puisi Paling Absurd Abad Ini!"