CERPEN DAN STRUKTUR: MENDAKI GUNUNG MERAPI

 

 

Orientasi

Dua hari yang lalu aku pergi ke gunung Merapi. Itu merupakan pertamakalinya aku akan melakukan pendakian gunung. Aku melakukannya bersama dengan teman-temanku.

Kami mulai melakukan pendakian pada pukul 8 malam. Situasi sangat gelap gulita dan kami hanya menggunakan lampu senter untuk mencari jalur pendakian.

Aku tidak merasa khawatir karena teman-temanku merupakan para pendaki profesional. Aku hanya tinggal mengikuti instruksi mereka saja.

Kami mendaki perlahan-lahan dan menikmati waktu kami di sana.

Setelah 7 jam perjalanan naik, akhirnya kami sampai di puncak gunung. Jam menunjukkan pukul 3 pagi.

Ternyata kami tidak sendirian. Banyak orang yang ternyata sudah sampai di puncak gunung sebelum kami datang.

Kami menunggu matahari terbut sambil memasak makanan dan membuat minuman hangat untuk mengembalikan tenaga kami. Kami juga bernyanyi bersama, bertukar cerita serta berkenalan dengan orang-orang baru di sana.

Setelah menikmati matahari terbit, kami harus segera pulang. Turun gunung tidak secapek pendakian, kami hanya butuh sedikit tenaga dan waktu namun kami harus melakukannya dengan hati-hati.

Bagaimanapun juga, pengalaman tersebut merupakan pengalaman mengesankan yang pernah aku alami sejauh ini.

Reorientasi

Selebihnya, pengalaman tersebut merupakan pengalaman hebat yang pernah aku alami.