FABEL: BERANG-BERANG YANG RAKUS

 


Berang-berang bernama Bobi sangat pandai membuat bendungan di sungai. Namun, ia sangat rakus dan selalu ingin memiliki lebih dari yang ia butuhkan.

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Bobi sudah memiliki bendungan besar, tetapi ia terus memotong pohon dan menumpuknya. "Bendungan ini harus lebih besar dan lebih tinggi dari milik Berang-berang lain!" pikir Bobi.

Ia menumpuk balok kayu hingga bendungannya terlalu besar dan tidak stabil. Ia tidak mendengarkan peringatan dari Katak yang tahu tentang aliran air.

Suatu malam, hujan turun sangat deras. Bendungan Bobi yang terlalu tinggi dan rapuh tidak kuat menahan air. Bruk! Bendungan itu jebol dan air bah melanda sarang Bobi, menghancurkan segalanya.

Bobi kehilangan rumahnya dan harus mulai membangun dari awal. Ia sadar, keserakahan dan tidak mau mendengarkan nasihat baik dari teman-teman hanya akan membawa kerugian besar.

Pesan Moral

Jangan bersikap serakah. Ambil secukupnya, dan dengarkan nasihat orang lain yang lebih mengerti.

Soal

1. Apa yang dibuat oleh Berang-berang Bobi?

2. Apa tujuan Bobi membuat bendungan terlalu besar?

3. Siapa yang memperingatkan Bobi tentang aliran air?

4. Peristiwa alam apa yang menghancurkan bendungan?

5. Apa akibat dari keserakahan Bobi?

Jawaban

1. Bendungan. 2. Agar lebih besar dari milik Berang-berang lain (serakah). 3. Katak. 4. Hujan deras. 5. Bendungannya jebol/rumahnya hancur.

FABEL: ZEBRA DAN GARIS UNIK

 


Zebra bernama Zizi selalu sedih karena ia merasa garis-garis hitamnya aneh dan membingungkan. Ia lebih suka memiliki bulu satu warna seperti Rusa. "Aku ingin seperti yang lain," keluh Zizi kepada Burung Pelikan yang sedang memancing.

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Pelikan menanggapi, "Garismu itu unik, Zizi. Mereka membuatmu istimewa!"

Zizi tidak percaya. Suatu sore, sekelompok Hyena datang dan bersembunyi di balik rumput tinggi. Mereka bersiap menyerang kawanan Zebra. Hyena adalah hewan yang sangat licik.

Namun, ketika Hyena melihat seluruh kawanan Zebra berdekatan, garis-garis hitam putih mereka menjadi satu, membuat Hyena bingung dan pusing. Mereka kesulitan menentukan mana kepala dan mana kaki.

Karena kebingungan, Hyena akhirnya menyerah dan lari. Zizi terkejut. Garis yang selama ini ia benci, ternyata adalah senjata pertahanan terbaik mereka. Zizi pun bangga menjadi dirinya sendiri.

Pesan Moral

Jangan berusaha menjadi orang lain. Keunikan dan perbedaan yang kamu miliki adalah kekuatan yang membuatmu istimewa.

Soal

1. Apa yang dimiliki Zebra Zizi sehingga ia merasa aneh?

2. Siapa yang menanggapi keluhan Zizi?

3. Hewan apa yang ingin menyerang kawanan Zebra?

4. Apa yang membuat musuh bingung?

5. Apa yang dipelajari Zizi tentang garisnya?

Jawaban

1. Garis-garis hitam putih. 2. Burung Pelikan. 3. Hyena. 4. Garis-garis Zebra yang menyatu. 5. Garisnya adalah kekuatan/keunikan.

FABEL: UNTA YANG SELALU HAUS PUJIAN

 


Unta bernama Umin hidup di gurun. Ia bisa berjalan berhari-hari tanpa air. Ia sering menyombongkan diri pada Kaktus Kato yang hanya diam di satu tempat.

"Lihat aku, Kato! Aku kuat! Aku berjalan jauh! Kamu hanya diam dan menahan duri!" kata Umin.

Kato hanya menjawab, "Aku diam, Umin, tapi aku menyimpan air untuk banyak musafir yang kehausan."

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Umin yang haus pujian memutuskan untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh dan berbahaya, hanya agar ia bisa dipuji sebagai Unta terkuat. Ia membawa beban terlalu berat dan berjalan tanpa henti.

Di tengah perjalanan, Umin kelelahan. Ia kehabisan tenaga dan air. Ia tersadar, mencari pujian dari orang lain membuat ia lupa pada batas dirinya.

Beruntung, ia kembali ke tempat Kato. Kato dengan sabar memberinya sedikit air yang ia simpan. Umin berterima kasih dan berjanji akan menggunakan kekuatannya untuk tujuan yang baik, bukan hanya untuk mencari sanjungan.

Pesan Moral

Jangan melakukan hal baik hanya untuk mencari pujian. Lakukanlah dengan tulus, dan kamu akan melihat manfaatnya bagi dirimu sendiri dan orang lain.

Soal

1. Di mana Unta Umin dan Kaktus Kato tinggal?

2. Apa kelebihan Kaktus Kato?

3. Apa yang dilakukan Umin untuk mendapatkan pujian?

4. Mengapa Umin kelelahan di tengah jalan?

5. Siapa yang menolong Umin saat ia kehausan?

Jawaban

1. Di gurun. 2. Menyimpan air. 3. Melakukan perjalanan yang sangat jauh/berbahaya. 4. Kelelahan dan kehabisan air/tenaga. 5. Kaktus Kato.

FABEL: KUPU-KUPU YANG SELALU TERLAMBAT

 


Kupu-kupu Kupa memiliki sayap terindah, tetapi ia punya masalah: ia selalu terlambat. Setiap ada janji, Kupa pasti datang paling akhir.

"Kenapa Kupa selalu terlambat?" tanya Capung kepada Lebah.

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

"Dia terlalu sibuk mengagumi dirinya di setiap genangan air," jawab Lebah. Kupa sangat narsis, ia menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bercermin.

Suatu hari, ratu Lebah mengadakan pesta madu besar di bunga matahari yang hanya mekar selama satu jam. Semua hewan harus datang tepat waktu.

Kupa, seperti biasa, terlambat. Ia melihat bayangannya di embun, memperbaiki posisi antenanya, dan baru terbang. Ketika ia tiba di bunga matahari, pesta sudah selesai. Bunga itu sudah menutup, dan madu manisnya sudah habis.

Kupa menyesal. Ia belajar bahwa penampilan tidak sepenting ketepatan waktu dan komitmen. Jika kamu selalu terlambat, kamu akan kehilangan momen-momen indah.

Pesan Moral

Disiplin dan menepati waktu jauh lebih penting daripada penampilan luar. Jangan menunda-nunda.

Soal

1. Apa kelebihan Kupu-kupu Kupa?

2. Apa kebiasaan buruk Kupa?

3. Apa yang membuat Kupa terlambat datang ke pesta?

4. Pesta madu itu diadakan di mana?

5. Apa yang terjadi pada Kupa saat ia tiba di pesta?

Jawaban

1. Sayapnya indah. 2. Selalu terlambat (atau: terlalu sibuk bercermin/narsis). 3. Ia bercermin terlalu lama. 4. Di bunga matahari. 5. Pesta sudah selesai/madu sudah habis.

FABEL: PENGUIN DAN IKAN YANG SUKA BERTUKAR

 


Dua sahabat, Penguin Ping dan Ikan Iko, tinggal di kutub. Ping hebat berburu ikan di laut, sedangkan Iko, yang hidup di bawah air, sangat ahli menemukan makanan laut langka di dasar lautan.

Ping selalu menyombongkan diri, "Aku yang hebat! Aku bisa berenang di permukaan dan melihat dari atas!"

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Iko membalas, "Aku lebih hebat! Aku bisa bernapas di air dan menemukan mutiara di bawah sana!"

Mereka terus bertengkar tentang siapa yang paling hebat.

Suatu hari, mereka memutuskan bertukar peran. Ping mencoba mencari makanan di dasar laut, tetapi ia terlalu cepat kehabisan napas. Iko mencoba mencari makanan di permukaan, tetapi ia tidak bisa bertahan lama tanpa air.

Keduanya gagal dan kelaparan. Mereka akhirnya saling meminta maaf. Mereka pun bekerja sama: Ping menyelam cepat untuk menangkap ikan biasa, dan Iko mencari makanan langka di dasar. Mereka sadar, bekerja sama membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan.

Pesan Moral

Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Daripada bertengkar, lebih baik bekerja sama agar semua tugas menjadi lebih mudah.

Soal

1. Di mana Penguin dan Ikan tinggal?

2. Apa keahlian Penguin Ping?

3. Apa keahlian Ikan Iko?

4. Apa yang terjadi saat mereka mencoba bertukar peran?

5. Akhirnya, apa yang mereka lakukan agar berhasil?

Jawaban

1. Di kutub. 2. Berburu ikan di laut/berenang di permukaan. 3. Menemukan makanan laut langka di dasar lautan. 4. Mereka gagal/kelaparan. 5. Bekerja sama.

FABEL: TIKUS YANG PEMILIH

 


Tikus bernama Tiko sangat pemilih dalam berteman. Ia hanya mau bermain dengan Tikus yang paling bersih dan memiliki makanan paling enak. Ia sering menjauhi Tikus lain yang terlihat kotor atau hanya makan remah-remah.

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Suatu malam, Tiko sedang menikmati sepotong keju besar di gudang. Tiba-tiba, ia mendengar suara Ceklek! Ternyata ia terperangkap di dalam kurungan besi. Ia menangis ketakutan.

Ia berteriak minta tolong. Tiba-tiba, Tikus-tikus yang kotor dan sering ia jauhi datang. Mereka tidak membalas dendam, sebaliknya, mereka bahu-membahu. Dengan gigi-gigi mereka yang tajam, mereka menggerogoti jeruji besi kecil hingga Tiko bisa keluar.

Tiko sangat berterima kasih dan malu. Ia sadar, kebersihan dan kekayaan tidak penting dalam pertemanan. Kesetiaan dan kemauan untuk menolong adalah hal yang paling berharga dari seorang teman.

Pesan Moral

Jangan memilih-milih teman berdasarkan penampilan atau kekayaan. Nilailah teman berdasarkan kebaikan hati dan kesetiaan mereka.

Soal

1. Apa yang dinikmati Tiko di gudang?

2. Apa yang terjadi pada Tiko di gudang?

3. Mengapa Tiko sering menjauhi Tikus lain?

4. Bagaimana cara teman-teman Tiko menolongnya?

5. Apa nilai yang paling berharga dari seorang teman menurut cerita ini?

Jawaban

1. Keju besar. 2. Ia terperangkap di dalam kurungan besi. 3. Karena mereka kotor/miskin makanan. 4. Mereka menggerogoti jeruji besi dengan gigi. 5. Kebaikan hati/kesetiaan/kemauan menolong.

 

FABEL: LANDAK YANG RAJIN MENCATAT

 


Landak bernama Lando sangat unik. Ia selalu membawa buku catatan kecil. Setiap hari, ia mencatat semua yang dilihatnya: di mana ada buah matang, kapan sungai meluap, dan di mana ada jalan pintas baru. Hewan-hewan lain sering menertawakannya. "Landak kutu buku! Semua dicatat, padahal cuma hutan kecil!" ejek mereka.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Monyet Momo, yang kuat melompat dan gesit, adalah yang paling sering mengejek.

Suatu musim, kabut tebal menyelimuti hutan selama tiga hari penuh. Semua hewan bingung dan tersesat, termasuk Momo. Mereka tidak bisa menemukan jalan pulang atau sumber makanan.

Momo teringat Landak. Ia memanggil Lando. Lando membuka catatan kecilnya. Ia bisa menunjukkan jalan pulang yang aman dan lokasi buah-buahan berdasarkan catatan yang ia buat sebelum kabut datang.

Momo dan hewan lain kagum. Mereka sadar bahwa pengetahuan dan ketelitian yang dicatat Landak jauh lebih berguna daripada sekadar kekuatan fisik.

Pesan Moral

Pengetahuan dan ketelitian (rajin mencatat) adalah kekuatan yang lebih hebat daripada hanya mengandalkan kekuatan fisik.

Soal

1. Apa benda yang selalu dibawa oleh Landak Lando?

2. Siapa yang paling sering mengejek Landak?

3. Peristiwa alam apa yang membuat hewan-hewan tersesat?

4. Apa yang dicatat Lando dalam bukunya?

5. Bagaimana Landak menolong teman-temannya?

Jawaban

1. Buku catatan kecil. 2. Monyet Momo. 3. Kabut tebal. 4. Lokasi makanan, jalan, dll. 5. Menunjukkan jalan pulang menggunakan catatannya.

 

FABEL: KUNANG-KUNANG YANG MALU

 


Kunang-kunang bernama Kiki sangat pemalu. Ia tidak suka cahaya di ekornya menyala. "Cahaya ini terlalu mencolok. Aku ingin jadi biasa saja," bisik Kiki kepada teman-temannya. Setiap kali ia terbang, ia berusaha mematikan cahayanya.

Suatu malam, seluruh hutan gelap gulita. Seekor Induk Ayam kehilangan anaknya. Ia mencarinya di semak-semak, tetapi tidak bisa melihat apa-apa. Ia mulai menangis.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Kiki merasa kasihan, tetapi ia ragu untuk menyalakan cahayanya. Teman-teman Kiki mendorong, "Jangan malu, Kiki! Cahayamu sangat berguna!"

Akhirnya, Kiki memberanikan diri. Ia menyalakan cahaya kecilnya dan terbang pelan. Cahaya itu menerangi semak, dan Aha! Anak Ayam itu ditemukan sedang meringkuk kedinginan.

Induk Ayam sangat berterima kasih. Kiki pun sadar, anugerah yang ia miliki harus digunakan untuk membantu orang lain, bukan untuk disembunyikan.

Pesan Moral

Jangan pernah malu dengan kelebihanmu. Gunakan bakat yang kamu miliki untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Soal

1. Apa yang dimiliki Kunang-kunang Kiki?

2. Mengapa Kiki tidak suka menyalakan cahayanya?

3. Hewan apa yang kehilangan anaknya di kegelapan?

4. Apa yang dilakukan Kiki untuk menemukan Anak Ayam?

5. Di mana Anak Ayam itu ditemukan?

Jawaban

1. Cahaya di ekornya. 2. Ia pemalu/tidak ingin mencolok. 3. Induk Ayam. 4. Menyalakan cahayanya dan terbang. 5. Di semak-semak.

FABEL: RUBAH DAN SARANG LEBAH

 


Rubah bernama Ruru sangat lapar. Ia mencium bau manis dan menemukan sarang Lebah yang sangat besar dan penuh madu. "Aha! Aku akan memakan semua madu ini!" pikir Ruru serakah.

Ia mencoba menyentuh sarang itu, tetapi kawanan Lebah langsung keluar dan menyengatnya. Ruru kesakitan dan lari menjauh.

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Di sisi lain, ada Beruang bernama Bimo yang juga menyukai madu. Bimo tidak serakah. Ia mendekati sarang, lalu berteriak pelan, "Hai Lebah! Aku hanya akan mengambil sedikit di bagian paling bawah saja. Berbagi, ya?"

Kawanan Lebah melihat Bimo bersikap sopan. Mereka mengizinkan Bimo mengambil sepotong kecil madu. Ruru yang mengintai dari jauh melihat itu dan merasa malu. Ia sadar, keserakahan hanya akan mendatangkan masalah, sementara sikap sopan dan berbagi akan membuat hidup lebih mudah.

Pesan Moral

Jangan bersikap serakah. Bersikap sopan, meminta izin, dan mau berbagi akan mendatangkan kebaikan.

Soal

1. Apa yang ingin dimakan oleh Rubah Ruru?

2. Mengapa Ruru gagal mendapatkan madu?

3. Siapa nama Beruang yang juga ingin madu?

4. Apa yang dikatakan Beruang pada Lebah?

5. Apa balasan Lebah untuk Beruang?

Jawaban

1. Madu. 2. Ia disengat Lebah (karena serakah). 3. Bimo. 4. Meminta izin dan berjanji hanya mengambil sedikit. 5. Mengizinkan Beruang mengambil madu.

 

KEUTAMAAN SHALAT

 

Abdullah bin Umar Radhiyallaahu ‘anhuma  berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ


“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:


أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ


“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 25 dan Muslim no. 21)


Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda:


إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ


“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui-, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.” (HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571)


 


Penjelasan ringkas:


Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah Ta’ala. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam. Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat. Di dalam hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’ disebutkan:


أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ وَأَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ


“Amalan pertama yang dengannya seorang hamba dihisab adalah shalat dan sesuatu pertama yang diputuskan di antara para manusia adalah mengenai darah.” (HR. An-Nasai no. 3926 dan selainnya)


Maksudnya, amalan yang berhubungan antara hamba dengan Allah, maka yang pertama kali dihisab darinya adalah shalat. Sementara amalan berhubungan antara makhluk dengan makhluk lainnya, maka yang pertama kali dihisab adalah dalam masalah darah.


Hadits Abu Hurairah di atas juga menunjukkan keutamaan shalat sunnah secara khusus, bahwa dia dijadikan sebagai penyempurna dari kekurangan yang terjadi dalam shalat wajib, baik kekurangan dari sisi pelaksanaan zhahir maupun kekurangan dari sisi batin dan roh shalat tersebut, yaitu kekhusyuan. Wallahu a’lam

ADA BERAPA SHALAT SUNNAH BA'DIYYAH & QABLIYYAH?

 



Pertanyaan:

Assalamu’alaikum .. Shalat Ba’diyyah dan Qobliyyah ada berapa? Benarkah ada shalat qabliyyah sebelum ashar, maghrib dan isya’?

 Kunjungi link perangkat pembelajaran: deep learning

Kunjungi Link mewarnai: gambar profesi

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Saudaraku penanya…


Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk istiqamah di dalam beribadah kepada-Nya…

Berikut penjelasan tentang shalat sunnat rawatib (qabliyyah dan ba’diyyah); 

1.Shalat sunnat rawatib yang mu'akkadah jumlahnya 12 raka'at atau 10 raka'at, dalilnya: 

أُمَّ حَبِيبَةَ رضي الله عنها تَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ »


Artinya Ummu Habibah radhiyallahu 'anha berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat 12 raka'at di dalam sehari semalam maka dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga". Hadits riwayat Muslim (no. 728)

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ »


Artinya: "Dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim shalat sunnah untuk Allah setiap hari sebanyak 12 raka'at selain shalat wajib, melainkan Allah telah membangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga atau melainkan telah dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga". Hadits riwayat Muslim (no. 728)

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ »


Artinya: "Dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang shalat di dalam sehari dan semalam 12 raka'at maka dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga, (12 raka'at tersebut) adalah 4 raka'at sebelum Zhuhur, 2 raka'at setelahnya, 2 raka'at setelah Maghrib, 2 raka'at setelah Isya' dan 2 raka'at sebelum Fajar". Hadits riwayat Tirmidzi (no. 414) dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahihut Tirmidzi (1/131)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ - رضى الله عنهما – قَالَ: حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - عَشْرَ رَكَعَاتٍ, رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ.


Artinya: "Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Telah aku hapal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 10 raka'at; 2 raka'at sebelum Zhuhur, 2 raka'at setelahnya, 2 raka'at setelah Maghrib di rumahnya, 2 raka'at setelah Isya' di rumahnya dan 2 raka'at sebelum shalat shubuh". Hadits riwayat Bukhari (no. 1172) 

2. Shalat rawatib yang tidak mu'akkadah dikerjakan bersamaan dengan shalat fardhu: 

قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ زَوْجُ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- رضي الله عنها: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ »


Artinya: "Ummu Habibah Istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang selalu menjaga 4 raka'at sebelum Zhuhur dan 4 raka'at setelahnya maka diharamkan atasnya neraka". Hadits riwayat Ahmad (6/326), Abu Daud (no. 1269) dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam shahih Sunan Ibnu majah (1/191)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا ».


Artinya: "Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah merahmati seseorang yang shalat 4 raka'at sebelum Ashar". Hadits riwayat Ahmad (2/117), Abu Daud (no. 1271) dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam shahih Sunan Abu Daud (1/237). 

Adapun untuk shalat qabliyyah sebelum Maghrib dan Isya’, bisa dikerjakan dua rakaat, dengan dalil:

عَنْ عَبْد اللَّهِ الْمُزَنِىِّ رضي الله عنه, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ ». ثُمَّ قَالَ « صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ ». ثُمَّ قَالَ عِنْدَ الثَّالِثَةِ « لِمَنْ شَاءَ ». كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً.


Artinya: "Dari Abdullah Al Muzani radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalatlah 2 raka'at sebelum Maghrib", kemudian bersabda lagi: "Shalatlah 2 raka'at sebelum Maghrib", kemudian bersabda lagi: "Bagi siapa yang menghendaki". Hadits riwayat Bukhari (no. 1183)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ الْمُزَنِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ - قَالَهَا ثَلاَثًا قَالَ فِى الثَّالِثَةِ - لِمَنْ شَاءَ ».


Artinya: “Abdullah bin Mughaffal al Muzani radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diantara dua adzan terdapat shalat – beliau mengatakannya sebanyak tiga kali dan pada kali yang ketiga beliau bersabda – bagi siapa yang menghendakinya”. HR. Bukhari dan Muslim. 

Maksud dari dua adzan disini adalah adzan dan iqamah, mari perhatikan penjelasan para ulama:

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

قوله بين كل أذانين أي أذان وإقامة ولا يصح حمله على ظاهرة لأن الصلاة بين الأذانين مفروضة


Artinya: “Sabda beliau: “Diantara dua adzan maksudnya yaitu adzan dan iqamah dan tidak benar dibawa maknanya kepada zhahir lafazhnya karena shalat diantara dua adzan adalah shalat fardhu”. Lihat kitab Fath Al Bary, karya Ibnu Hajar, 2/107.

An Nawawi rahimahullah berkata: 

المراد بالأذانين الأذان والإقامة وفي هذه الروايات استحباب ركعتين بين المغرب وصلاة المغرب


Artinya: “Maksud dua adzan adalah adzan dan iqamah, dan di dalam riwayat-riwayat ini terdapat anjuran untuk mengerjakan shalat dua rakaat antara maghrib dan shalat maghrib”. Lihat kitab Al Minhaj, karya An Nawawi, 6/123.

Berkata Al Mubarakfury rahimahullah di dalam kitab Tuhfat Al Ahwadzy:

قَوْلُهُ (بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ) أَيْ أَذَانٍ وَإِقَامَةٍ وَهَذَا مِنْ بَابِ التَّغْلِيبِ كَالْقَمَرَيْنِ لِلشَّمْسِ وَالْقَمَرِ

وَيَحْتَمِلُ أَنْ يَكُونَ أُطْلِقَ عَلَى الْإِقَامَةِ أَذَانٌ لِأَنَّهَا إِعْلَامٌ بِحُضُورِ فِعْلِ الصَّلَاةِ كَمَا أَنَّ الْأَذَانَ إِعْلَامٌ بِدُخُولِ الْوَقْتِ


Sabda beliau: “dua adzan”, maksudnya adalah adzan dan iqamah dan ini termasuk dari sisi pemasukan dua kata kepada satunya, seperti dua bulan untuk penyebutan matahari dan bulan.
Dan bisa dimungkinkan penyebutan iqamah dengan sebutan adzan karena iqamah pemberitahuan akan panggilan pelaksanaan shalat, sebagaimana adzan sebagai pemberitahuan akan masuknya waktu shalat”. Lihat kitab Tuhfat Al Ahwadzi, 1/466.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا ».


Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian telah shalat Jum'at maka hendaklah ia shalat 4 raka'at setelahnya". Hadits riwayat Muslim (no. 881)

عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما: أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى الْجُمُعَةَ انْصَرَفَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصْنَعُ ذَلِكَ.


Artinya: "Dari Nafi', beliau mendapatkan riwayat dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma: "Bahwasanya beliau senantiasa jika telah shalat Jum'at, beliau pulang dan shalat 2 raka'at di rumahnya, kemudian beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berbuat demikian". Hadits riwayat Muslim (no. 882). 

Wallahu a'lam.

*) Ditulis oleh: Ahmad Zainuddin, Selasa, 2 Shafar 1433H, Dammam KSA.