FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 2: Rahasia di Balik Duri

 

Luna dan Loki semakin dekat dan sering bermain bersama. Suatu hari, Luna melihat Loki melakukan sesuatu yang aneh. Loki memasukkan tangannya ke dalam sebuah lubang yang tersembunyi di balik semak-semak. "Apa itu?" tanya Luna dengan penasaran. Loki hanya tersenyum dan berkata, "Tunggu saja." Luna merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dilakukan Loki. Tapi, Loki tidak mau memberitahu. Apakah rahasia Loki akan terungkap?

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

FABEL PERSAHABATAN KELINCI DAN LANDAK

 


Chapter 1: Pertemuan yang Tak Terduga

 

Di hutan yang rindang, seekor kelinci bernama Luna sedang berjalan-jalan menikmati udara segar. Tiba-tiba, dia terkejut melihat seekor landak bernama Loki yang sedang mencari makan. Awalnya, Luna merasa takut karena melihat duri-duri tajam di tubuh Loki. Namun, Loki yang ramah dan baik hati langsung menyambut Luna dengan senyum. "Halo, aku Loki!" katanya dengan suara yang hangat. Luna merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang landak ini. Mereka berdua langsung mengobrol dan menemukan banyak kesamaan. Tapi, Luna tidak tahu bahwa Loki memiliki rahasia yang akan mengubah segalanya...

 

KISAH SELANJUTNYA PASTI LEBIH SERU

15 OLAH RAGA MENGECILKAN PERUT BAGI WANITA

 


Berikut adalah 15 olahraga yang dapat membantu mengecilkan perut bagi wanita:

 

ü  Sit-up: Olahraga klasik untuk menguatkan otot perut dan membakar lemak.

ü  Crunches: Gerakan yang menargetkan otot perut bagian atas dan bawah.

ü  Leg Raise: Mengangkat kaki ke atas sambil berbaring untuk menguatkan otot perut bawah.

ü  Plank: Posisi plank dapat membantu menguatkan otot perut dan membakar lemak.

ü  Bicycle Crunches: Gerakan yang menargetkan otot perut bagian atas dan bawah.

ü  Russian Twist: Gerakan yang menargetkan otot perut samping.

ü  Mountain Climber: Olahraga kardio yang dapat membantu membakar lemak perut.

ü  Jumping Jack: Olahraga kardio yang dapat membantu membakar lemak perut.

ü  Burpees: Olahraga yang dapat membantu membakar lemak perut dan meningkatkan kekuatan otot.

ü  Cycling: Bersepeda dapat membantu membakar lemak perut dan meningkatkan kekuatan otot kaki.

ü  Swimming: Berenang dapat membantu membakar lemak perut dan meningkatkan kekuatan otot seluruh tubuh.

ü  Dancing: Menari dapat membantu membakar lemak perut dan meningkatkan kekuatan otot.

ü  Keg Exercise: Olahraga yang menargetkan otot perut bagian bawah.

ü  Draw-in: Gerakan yang menargetkan otot perut bagian dalam.

ü  Side Plank: Posisi plank yang menargetkan otot perut samping.

 

Namun, perlu diingat bahwa olahraga saja tidak cukup untuk mengecilkan perut. Pastikan untuk juga melakukan diet yang seimbang dan gaya hidup sehat untuk hasil yang optimal. Selain itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli olahraga sebelum memulai program olahraga baru.

 

PENGERTIAN MANFAAT, KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PDF

 


PDF (Portable Document Format) adalah format file yang dikembangkan Adobe untuk menampilkan dokumen dengan format tetap, terlepas dari perangkat, OS, atau aplikasi pembuatnya.

 

Manfaat PDF:

- Bisa dibuka di berbagai perangkat (Windows, macOS, Android, iOS) tanpa mengubah format.

- Amatir bisa pakai Adobe Reader, browser, atau aplikasi gratis lainnya.

- Cocok untuk dokumen final (laporan, e-book, formulir).

- Bisa dilindungi password atau watermark.

- Tampilan konsisten di mana pun.

 

Kelebihan:

- Universal dan standar ISO.

- Aman dari edit tak sengaja (kecuali pakai tools khusus).

- Dukung teks, gambar, vektor, font embed.

- Bisa interaktif (tambah link, form, video).

 

Kekurangan:

- Sulit diedit tanpa software khusus.

- Aksesibilitas terbatas (screen reader).

- Tidak responsif di layar kecil (mis. HP).

- Bisa besar jika scan dokumen.

- Teks susah dibaca mesin pencari (SEO).

PENJELASAN SECARA SINGKAT RIMA, BAIT DAN IRAMA PUISI

Rima adalah pengulangan bunyi pada kata (akhir/tengah/awal baris) untuk menciptakan keindahan bunyi, sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi-rendah, panjang-pendek bunyi yang teratur saat dibaca, yang keduanya menciptakan musikalitas puisi, sementara bait adalah kumpulan baris yang tersusun harmonis dalam puisi, mirip paragraf dalam prosa. Singkatnya, rima itu soal bunyi yang sama, irama itu ketukan/tempo baca, dan bait itu kelompok baris

1. Rima (Persajakan)

  • Definisi: Pengulangan bunyi yang terjadi pada kata-kata dalam puisi, baik di akhir, tengah, atau awal baris.
  • Fungsi: Memberi kesan merdu, harmonis, dan mudah diingat.
  • Contoh: Pola a-b-a-b atau a-a-b-b pada akhir baris. 

2. Irama (Ritme)

  • Definisi: Pergantian tinggi-rendah, panjang-pendek, dan keras-lembutnya bunyi dalam puisi yang teratur.
  • Fungsi: Membangun musikalisasi puisi, memberikan alur dan tempo saat dibaca.
  • Contoh: Naik turunnya suara saat membacakan puisi, penataan bunyi yang konsisten. 

3. Bait

  • Definisi: Kumpulan dari beberapa larik (baris) yang tersusun harmonis dalam puisi, membentuk satu kesatuan makna.
  • Fungsi: Mengelompokkan gagasan atau ide dalam puisi, seperti paragraf dalam prosa.
Contoh: Satu bait pantun terdiri dari empat baris.

INDONESIA MEMILIKI BERAGAM ALIRAN KEPERCAYAAN LOKAL YANG KAYA

 

Indonesia memiliki beragam aliran kepercayaan lokal yang kaya,seperti Kejawen (Jawa), Sunda Wiwitan (Sunda), Kaharingan (Dayak), Parmalim/Malim (Batak), Marapu (Sumba), Aluk Todolo (Toraja), dan Tonaas Walian (Minahasa), yang seringkali menyatu dengan adat istiadat suku dan telah ada jauh sebelum masuknya agama-agama besar, mencerminkan spiritualitas asli Nusantara yang berakar pada animisme, dinamisme, serta penghormatan leluhur dan alam. 

Berikut adalah beberapa aliran kepercayaan utama di Indonesia:

  • Kejawen (Jawa): Kepercayaan tradisional Jawa yang berfokus pada harmoni dengan alam semesta, hubungan dengan leluhur, dan konsep Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan).
  • Sunda Wiwitan (Jawa Barat): Kepercayaan masyarakat Sunda yang menekankan kesucian alam dan leluhur, dengan varian seperti yang dianut oleh Baduy (Kanekes) dan Cigugur.
  • Kaharingan (Kalimantan): Kepercayaan asli suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju, yang berpusat pada hubungan harmonis dengan alam dan roh leluhur.
  • Parmalim/Malim (Sumatera Utara): Kepercayaan Batak yang menyembah Debata Mulajadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Besar) dan memiliki kitab suci Pustaha Habonaron.
  • Marapu (Sumba): Keyakinan masyarakat Sumba terhadap roh leluhur dan kekuatan spiritual yang menguasai alam.
  • Aluk Todolo (Tana Toraja): Ajaran adat dan nilai-nilai Toraja yang mengatur kehidupan sosial dan spiritual, berfokus pada penyembahan kepada leluhur.
  • Tonaas Walian (Minahasa): Kepercayaan tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara yang melibatkan peran spiritual seperti Tonaas Walian.
  • Agama Djawa Sunda (Madrais): Kepercayaan yang menggabungkan unsur Jawa dan Sunda, sering disebut juga dengan ajaran Madrais. 

Kategori Aliran Kepercayaan:
Secara umum, aliran kepercayaan ini bisa dikategorikan menjadi:

  • Berorganisasi: Memiliki badan hukum dan struktur, contohnya Aliran Kebatinan "Perjalanan" atau "Aji Dipa".
  • Masyarakat Adat: Dianut oleh suku-suku tertentu secara turun-temurun, seperti Sunda Wiwitan dan Kaharingan.
  • Perorangan: Pengikut individu tanpa terikat organisasi atau kelompok formal, meskipun kasus ini sering diperdebatkan. 

CARA MELAKUKAN SIT-UP YANG BENAR

 


Untuk melakukan sit-up yang benar, berbaring telentang di matras dengan lutut ditekuk 90 derajat dan kaki menapak, tangan bisa disilangkan di dada atau di belakang kepala (jangan menarik leher), lalu angkat tubuh bagian atas menggunakan otot perut sambil membuang napas, dan turunkan perlahan sambil menarik napas, fokus pada kontraksi otot perut, bukan gerakan cepat atau menarik leher. 

Langkah-langkah Melakukan Sit-up yang Benar:

  1. Posisi Awal:
    • Berbaring telentang di matras yang nyaman (tidak terlalu keras/empuk).
    • Tekuk lutut 90 derajat, telapak kaki menapak rata di lantai dan lutut sejajar.
    • Letakkan tangan bersilang di dada atau di belakang kepala (posisi dekat telinga), pastikan leher rileks.
  1. Gerakan Mengangkat:
    • Kontraksikan otot perut dan angkat tubuh bagian atas (kepala, bahu, punggung atas) perlahan ke arah lutut.
    • Hembuskan napas saat mengangkat.
    • Fokus pada gerakan otot perut, jangan mengayun atau menarik leher dengan tangan.
  2. Gerakan Menurunkan:
    • Turunkan tubuh secara perlahan kembali ke posisi awal.
    • Tarik napas saat menurunkan badan.
  3. Pengulangan:
    • Ulangi gerakan secara terkontrol, jangan terlalu cepat, sesuai kemampuan Anda (misalnya 10-15 repetisi per set). 

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari:

  • Menarik leher dengan tangan saat mengangkat tubuh, ini bisa menyebabkan cedera leher.
  • Gerakan terlalu cepat, mengurangi efektivitas dan meningkatkan risiko cedera.
  • Tidak menekuk lutut, memberi tekanan berlebihan pada tulang belakang.
  • Membungkukkan punggung bawah saat naik/turun, gunakan otot perut. 

Tips Tambahan:

  • Lakukan pemanasan ringan sebelum memulai untuk mengurangi risiko cedera otot.
  • Jika sulit, variasi crunch (mengangkat hanya kepala dan bahu) bisa jadi pilihan awal. 

FABEL: KUPU-KUPU YANG SUKA MENYANYI

 


Di sebuah taman bunga yang indah, hiduplah seekor kupu-kupu bernama Lili. Lili berbeda dari kupu-kupu lain karena ia sangat suka menyanyi. Setiap pagi, ia bernyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga. Suaranya lembut dan merdu. Namun, beberapa serangga menertawakannya. “Kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi,” kata belalang.

Lili merasa sedih, tetapi ia tidak berhenti bernyanyi. Suatu hari, badai besar datang dan membuat taman menjadi gelap. Semua serangga merasa takut dan kebingungan. Saat itu, Lili bernyanyi dengan suara indahnya. Lagu itu membuat semua serangga menjadi tenang dan berani.

Setelah badai berlalu, mereka menyadari bahwa nyanyian Lili sangat bermanfaat. Belalang pun meminta maaf. Sejak saat itu, Lili bernyanyi dengan bangga, dan semua penghuni taman menghargai keunikannya.

Berikut 5 soal dan jawaban berdasarkan fabel tersebut:

  1. Di mana Lili si kupu-kupu tinggal?
    Jawaban: Di sebuah taman bunga yang indah.
  2. Apa kebiasaan Lili setiap pagi?
    Jawaban: Menyanyi sambil terbang dari bunga ke bunga.
  3. Mengapa beberapa serangga menertawakan Lili?
    Jawaban: Karena mereka menganggap kupu-kupu tidak seharusnya menyanyi.
  4. Apa yang dirasakan serangga lain saat badai datang?
    Jawaban: Mereka merasa takut dan kebingungan.
  5. Apa perubahan sikap serangga lain setelah badai berlalu?
    Jawaban: Mereka menghargai Lili dan menyadari manfaat nyanyiannya.

Pesan Moral

Jadilah diri sendiri dan jangan takut menunjukkan kelebihan, karena setiap keunikan memiliki manfaat. 🌸🦋

 

FABEL : SEMUT DAN BELALANG

 

 

Seekor semut yang rajin bekerja keras untuk menyimpan makanan untuk musim dingin. Sementara itu, seekor belalang yang malas hanya bermain dan bernyanyi. Ketika musim dingin datang, semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang bekerja keras untuk menyimpan makanan?

A: Semut.

2. Q: Apa yang dilakukan belalang ketika semut bekerja?

A: Belalang bermain dan bernyanyi.

3. Q: Apa yang terjadi pada semut dan belalang ketika musim dingin datang?

A: Semut memiliki makanan yang cukup, tetapi belalang tidak memiliki apa-apa.

4. Q: Apa sifat semut dalam cerita ini?

A: Rajin dan bertanggung jawab.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

 

Pesan Moral: Kerja keras dan tanggung jawab akan membawa hasil yang baik.

FABEL : SINGA DAN TIKUS

 


 

Seekor singa yang kuat menangkap seekor tikus. Tikus tersebut memohon untuk dibebaskan dan berjanji akan membantu singa jika diperlukan. Singa yang merasa lucu kemudian membebaskan tikus. Beberapa hari kemudian, singa terjebak dalam jaring dan tikus datang untuk membantu singa dengan menggigit jaring.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang ditangkap oleh singa?

A: Tikus.

2. Q: Mengapa singa membebaskan tikus?

A: Karena singa merasa lucu dan tikus berjanji akan membantu.

3. Q: Apa yang terjadi pada singa setelah dibebaskan tikus?

A: Singa terjebak dalam jaring.

4. Q: Siapa yang membantu singa keluar dari jaring?

A: Tikus.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain karena kita tidak tahu kapan kita membutuhkan bantuan mereka.

FABEL : KELINCI DAN KURA-KURA

 


 

Seekor kelinci yang sombong menantang seekor kura-kura untuk berlomba. Kelinci yang yakin akan menang kemudian berhenti di tengah jalan dan tidur. Sementara itu, kura-kura terus berjalan perlahan-lahan. Ketika kelinci bangun, kura-kura sudah mencapai garis finish.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Siapa yang menantang kura-kura untuk berlomba?

A: Kelinci.

2. Q: Mengapa kelinci berhenti di tengah jalan?

A: Karena kelinci merasa yakin akan menang.

3. Q: Siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu?

A: Kura-kura.

4. Q: Apa sifat kelinci dalam cerita ini?

A: Sombong dan malas.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

 

Pesan Moral: Jangan meremehkan orang lain dan jangan malas.

FABEL : BURUNG GAGAK DAN BOTOL

 


 

Seekor burung gagak yang haus mencari air di gurun. Ia menemukan sebuah botol yang berisi air, tetapi leher botol terlalu sempit untuk burung gagak memasukkan kepala. Burung gagak kemudian menggunakan batu untuk memasukkan ke dalam botol dan menaikkan air ke permukaan. Dengan cara itu, burung gagak dapat minum air dari botol.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan burung gagak untuk mendapatkan air?

A: Burung gagak menggunakan batu untuk menaikkan air.

2. Q: Mengapa burung gagak tidak dapat memasukkan kepala ke dalam botol?

A: Karena leher botol terlalu sempit.

3. Q: Apa yang terjadi pada air di dalam botol setelah burung gagak memasukkan batu?

A: Air naik ke permukaan.

4. Q: Apa sifat burung gagak dalam cerita ini?

A: Cerdas dan gigih.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

 

Pesan Moral: Dengan kesabaran dan kecerdasan, kita dapat menyelesaikan masalah.

FABEL : KUCING DAN TIKUS

 


 

Di sebuah rumah tua, hiduplah seekor kucing yang rakus dan seekor tikus yang cerdas. Suatu hari, kucing tersebut mencoba untuk menangkap tikus, tetapi tikus berhasil melarikan diri. Kucing tersebut kemudian berpura-pura menjadi teman tikus dan mengundangnya untuk makan bersama. Tikus yang cerdas tidak percaya dan memutuskan untuk tidak datang. Kucing tersebut akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

 

Soal dan Jawaban:

 

1. Q: Apa yang dilakukan kucing untuk menangkap tikus?

A: Kucing berpura-pura menjadi teman tikus.

2. Q: Mengapa tikus tidak datang ke undangan kucing?

A: Karena tikus tidak percaya kucing.

3. Q: Apa yang terjadi pada kucing di akhir cerita?

A: Kucing tidak mendapatkan apa-apa.

4. Q: Apa sifat kucing dalam cerita ini?

A: Rakus dan licik.

5. Q: Apa pesan moral dari cerita ini?

A: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

 

Pesan Moral: Jangan percaya pada orang yang berniat jahat.

PERBEDAAN TWISTER HURRICANE DAN TORNADO

 

Twister, hurricane, dan tornado adalah fenomena cuaca yang berbeda-beda. Berikut adalah perbedaan antara ketiganya:

 

1. Tornado:

*    Tornado adalah kolom udara yang berputar dengan kecepatan tinggi yang menyentuh tanah dan menyebabkan kerusakan.

*    Tornado biasanya terjadi di daratan dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur.

*    Tornado dapat terjadi di berbagai belahan dunia, tetapi lebih sering terjadi di wilayah Amerika Serikat.

 

2. Hurricane:

-       Hurricane adalah badai tropis yang kuat dengan angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di atas laut tropis.

-       Hurricane dapat menyebabkan kerusakan parah pada daerah pesisir dan dapat memicu banjir.

-       Hurricane lebih besar daripada tornado dan dapat mempengaruhi wilayah yang lebih luas.

 

3. Twister:

-       Twister adalah istilah lain untuk tornado, terutama di Amerika Serikat bagian tengah.

-       Twister dan tornado adalah fenomena yang sama, yaitu kolom udara yang berputar dengan kecepatan tinggi yang menyentuh tanah.

 

Jadi, perbedaan utama antara tornado dan hurricane adalah lokasi dan skala. Tornado lebih kecil dan terjadi di daratan, sedangkan hurricane lebih besar dan terjadi di laut tropis. Twister adalah istilah lain untuk tornado.

TIGA JENIS NGABEN DAN PENJELASANNYA SECARA LENGKAP

 


Berikut 3 jenis ngaben yang paling umum di Bali beserta penjelasan ringkas namun lengkap.

 

1. Ngaben Sawa Wedana (ngaben langsung dengan jenazah)

ü  Kapan dipilih: Saat keluarga siap melaksanakan kremasi tanpa masa penguburan sementara.

ü  Inti prosesi:

ü  Persiapan: menentukan dewasa ayu (hari baik), menata upakara/banten, menyiapkan wadah/bade dan patulangan (sering berupa “lembu”).

ü  Penyucian sawa: memandikan dan menyucikan jenazah (penglukatan), membungkus rapi.

ü  Arak-arakan: sawa diusung dalam bade menuju setra; di perempatan (catus pata) biasanya diputar sebagai simbol memutus ikatan duniawi.

ü  Pembakaran: sawa ditempatkan pada patulangan (lembu), api suci (Brahma) dinyalakan dengan mantra; setelah selesai, sisa tulang/abu dikumpulkan.

ü  Nganyut: abu dilarung ke laut/sungai (segara/tukad).

ü  Pasca-ngaben: upacara penyucian lanjutan (nyekah/mukur) agar atma “naik” menjadi Dewa Pitara dan dapat “elinggih” di merajan/sanggah keluarga.

ü  Ciri khas: prosesi paling lengkap dengan kehadiran jenazah; kebutuhan sarana relatif besar.

 

2. Ngaben Asti Wedana (kremasi tulang/asti)

-       Kapan dipilih: Bila jenazah sebelumnya dikubur (mendem sawa) untuk menunggu dana, waktu, atau ngaben massal; setelah itu, tulang diangkat.

-       Inti prosesi:

-       Ngagah: pengangkatan tulang dari kubur pada hari baik; tulang dibersihkan dan disucikan (asti).

-       Rangkaian ngaben: hampir sama dengan Sawa Wedana, tetapi yang dibakar adalah “asti” (tulang yang telah disucikan), biasanya dalam patulangan yang lebih kecil.

-       Nganyut dan pasca-ngaben: sama—abu dilarung, lalu nyekah/mukur.

-       Ciri khas: lebih ringan logistik dibanding Sawa Wedana; umum pada ngaben massal desa adat.

 

3. Ngaben Swasta (tanpa sawa/pengganti)

ü  Kapan dipilih: Bila jasad tidak ada/tidak dapat dihadirkan (hilang di laut, bencana, atau sebab lain).

ü  Inti prosesi:

ü  Pangawak/arca pengganti: dibuat sebagai representasi badan kasar almarhum dari bahan-bahan suci (mis. kayu cendana, daun/bahan tetumbuhan, benang, dan sarana upakara).

ü  Rangkaian ngaben: prosesi serupa—arak-arakan, pembakaran pangawak dalam patulangan, pengumpulan abu simbolik, nganyut, lalu upacara pasca-ngaben (nyekah/mukur).

ü  Ciri khas: fokus pada tatanan niskala/rohani; secara tattwa statusnya setara untuk mengantarkan atma.

 

Unsur yang sama pada ketiganya

o   Tujuan: Pitra Yadnya—mengembalikan unsur Panca Mahabhuta ke alam dan mengantar atma menuju leluhur (Dewa Pitara).

o   Penentu hari: selalu memakai dewasa ayu menurut sabda Sulinggih/pemangku.

o   Sarana: banten/upakara, bade/wadah, patulangan (lembu atau bentuk lain), gamelan/baleganjur (opsional adat setempat).

o   Puncak: pembakaran (api Brahma), pengumpulan sisa (tulang/abu), nganyut ke segara/tukad.

o   Pasca: nyekah/mukur dan kemudian ngelinggihang Dewa Hyang di merajan.

 

Catatan penting

Ø  Tata cara dan istilah bisa berbeda antar desa adat (desa–kala–patra) dan kesepakatan keluarga; beberapa daerah juga mengenal ngaben massal, serta sub-jenis seperti upacara untuk anak (ngelungah).

Ø  Detail teknis sebaiknya mengikuti tuntunan Sulinggih/pemangku dan awig-awig setempat.

ARTI FUSI DALAM BERBAGAI BIDANG

 


Fusi secara umum berarti "penggabungan" atau "peleburan" dari beberapa hal menjadi satu. Dalam konteks ilmiah, arti spesifiknya tergantung bidangnya:

 

1. Fisika/Nuklir:

-       Penggabungan dua inti atom ringan menjadi satu inti yang lebih berat, melepaskan energi (contoh: reaksi di Matahari/Hydrogen Bomb).

-       Bedanya dengan fisi: fisi adalah pemecahan inti berat jadi ringan (reaktor nuklir/bom atom).

 

2. Biologi:

-       Penggabungan sel, gen, atau unsur biologis; contoh: fusi sel somatik, fusi protoplasma.

 

3. Umum:

-       Penggabungan ide, budaya, perusahaan, atau elemen menjadi satu kesatuan yang baru.

 

4. Teknologi:

-       Contoh: fusi data (menggabungkan informasi dari sumber berbeda).

 

5. Astronomi:

-       Proses pembakaran bintang yang mengubah hidrogen jadi helium, sumber energi bintang.

PERBEDAAN PENYU DAN KURA – KURANG YANG JARANG DIKETAHUI

 

 

Perbedaan singkatnya: penyu adalah “kura-kura” laut, sedangkan kura biasanya merujuk ke kura-kura air tawar atau kura darat.

 

Ø    Habitat: Penyu hidup di laut dan naik ke pantai hanya untuk bertelur; kura-kura hidup di sungai/danau (air tawar) atau di darat (tortoise).

Ø    Bentuk kaki: Penyu punya “sirip” pipih untuk berenang; kura-kura air tawar berkaki berselaput dengan cakar; kura darat berkaki kekar seperti gajah.

Ø    Cangkang & leher: Cangkang penyu lebih datar/streamlined dan penyu tidak bisa menarik kepala sepenuhnya; kebanyakan kura-kura bisa menarik kepala dan cangkang biasanya lebih kubah/tebal.

Ø    Garam & “air mata”: Penyu punya kelenjar garam di dekat mata (terlihat seperti “menangis” saat di darat); kura-kura tidak.

Ø    Perilaku: Penyu bermigrasi jarak jauh antar samudra; kura-kura umumnya berpindah di area kecil.

Ø    Makan: Penyu tergantung spesies (mis. penyu hijau dewasa lebih herbivora, penyu sisik makan spons/karang lunak); kura-kura air tawar kebanyakan omnivora; kura darat umumnya herbivora.

Ø    Reproduksi: Keduanya bertelur, tapi penyu selalu bertelur di pantai berpasir dan semua spesiesnya dilindungi; kura-kura bertelur di darat dekat habitatnya dan perlindungannya bervariasi.

DAFTAR RUMAH ADAT,ALAT MUSIK,TARIAN,SENJATA,LAGU,BAHASA DAN PAKAIAN ADAT SELURUH PROVINSI DI INDONESIA

 


 

- Aceh

    - Rumah adat: Rumoh Aceh/Krong Bade

    - Alat musik: Serune Kalee, Rapai

    - Tarian: Seudati, Saman

    - Senjata: Rencong

    - Lagu: Bungong Jeumpa

    - Bahasa: Aceh

    - Pakaian adat: Ulee Balang

 

- Sumatera Utara

    - Rumah adat: Bolon

    - Alat musik: Gondang (Gordang Sambilan)

    - Tarian: Tor-Tor

    - Senjata: Piso Surit

    - Lagu: Sinanggar Tulo

    - Bahasa: Batak

    - Pakaian adat: Ulos

 

- Sumatera Barat

    - Rumah adat: Gadang

    - Alat musik: Saluang

    - Tarian: Piring, Payung

    - Senjata: Karih (keris Minang)

    - Lagu: Ayam Den Lapeh

    - Bahasa: Minangkabau

    - Pakaian adat: Bundo Kanduang

 

- Riau

    - Rumah adat: Selaso Jatuh Kembar

    - Alat musik: Gambus Melayu

    - Tarian: Zapin, Joget Lambak

    - Senjata: Pedang Jenawi

    - Lagu: Soleram, Lancang Kuning

    - Bahasa: Melayu Riau

    - Pakaian adat: Teluk Belanga & Kebaya Labuh

 

- Kepulauan Riau

    - Rumah adat: Belah Bubung

    - Alat musik: Gambus

    - Tarian: Tandak

    - Senjata: Pedang Jenawi

    - Lagu: Segantang Lada

    - Bahasa: Melayu

    - Pakaian adat: Belanga (Teluk Belanga)

 

- Jambi

    - Rumah adat: Panjang

    - Alat musik: Gendang Melayu

    - Tarian: Sekapur Sirih

    - Senjata: Keris

    - Lagu: Injit-Injit Semut

    - Bahasa: Melayu Jambi

    - Pakaian adat: Melayu Jambi

 

- Sumatera Selatan

    - Rumah adat: Limas

    - Alat musik: Gendang

    - Tarian: Putri Bekhusek, Tanggai

    - Senjata: Keris

    - Lagu: Cuk Mak Ilang, Gending Sriwijaya

    - Bahasa: Palembang (Melayu Sumsel)

    - Pakaian adat: Aesan Gede

 

- Bangka Belitung

    - Rumah adat: Rumah Rakit/Limas

    - Alat musik: Gendang Melayu

    - Tarian: Zapin

    - Senjata: Siwar Panjang

    - Lagu: Cik Minah

    - Bahasa: Melayu Bangka

    - Pakaian adat: Paksian

 

- Bengkulu

    - Rumah adat: Rakyat/Pusako Bubung Limo

    - Alat musik: Dol

    - Tarian: Andun

    - Senjata: Keris, Rudus

    - Lagu: Lalan Belek

    - Bahasa: Bengkulu/Rejang

    - Pakaian adat: Bengkulu

 

- Lampung

    - Rumah adat: Nuwou/Nowou Sesat

    - Alat musik: Gamolan Pekhing

    - Tarian: Melinting

    - Senjata: Payan, Golok

    - Lagu: Sang Bumi Ruwa Jurai

    - Bahasa: Lampung

    - Pakaian adat: Tulang Bawang

 

- DKI Jakarta

    - Rumah adat: Betawi

    - Alat musik: Tanjidor, Tehyan

    - Tarian: Lenggang Nyai, Yapong

    - Senjata: Golok

    - Lagu: Kicir-Kicir, Jali-Jali

    - Bahasa: Betawi

    - Pakaian adat: Abang–None

 

- Banten

    - Rumah adat: Kesepuhan

    - Alat musik: Angklung Buhun, Gendang

    - Tarian: Topeng

    - Senjata: Kujang

    - Lagu: Ronggeng Banten

    - Bahasa: Sunda/Banten

    - Pakaian adat: Pengantin Banten

 

- Jawa Barat

    - Rumah adat: Kasepuhan/Sunda

    - Alat musik: Angklung

    - Tarian: Jaipong, Merak

    - Senjata: Kujang

    - Lagu: Bubuy Bulan

    - Bahasa: Sunda

    - Pakaian adat: Kebaya Sunda

 

- Jawa Tengah

    - Rumah adat: Joglo

    - Alat musik: Gamelan

    - Tarian: Bambangan Cakil, Gambyong

    - Senjata: Keris

    - Lagu: Lir-Ilir, Gundul Pacul

    - Bahasa: Jawa

    - Pakaian adat: Kebaya/Surjan

 

- DI Yogyakarta

    - Rumah adat: Bangsal Kencono, Joglo

    - Alat musik: Gamelan

    - Tarian: Serimpi

    - Senjata: Keris

    - Lagu: Suwe Ora Jamu

    - Bahasa: Jawa

    - Pakaian adat: Paes Ageng/Surjan

 

- Jawa Timur

    - Rumah adat: Joglo (Jawa Timuran)

    - Alat musik: Gamelan, Angklung Caruk

    - Tarian: Remo, Reog Ponorogo

    - Senjata: Clurit

    - Lagu: Rek Ayo Rek

    - Bahasa: Jawa, Madura

    - Pakaian adat: Pesa’an (Madura)

 

- Bali

    - Rumah adat: Gapura Candi Bentar

    - Alat musik: Gamelan Bali, Ceng-Ceng

    - Tarian: Legong

    - Senjata: Keris/Blakas

    - Lagu: Janger, Meyang-Meyong

    - Bahasa: Bali

    - Pakaian adat: Payas Agung

 

- Nusa Tenggara Barat (NTB)

    - Rumah adat: Dalam Loka (Samawa/Sumbawa)

    - Alat musik: Gendang Beleq

    - Tarian: Gendang Beleq, Mpaa Lenggogo

    - Senjata: Keris

    - Lagu: Lonto Lonte

    - Bahasa: Sasak, Samawa

    - Pakaian adat: Lombok (Pengantin Sasak)

 

- Nusa Tenggara Timur (NTT)

    - Rumah adat: Musalaki, Mbaru Niang

    - Alat musik: Sasando

    - Tarian: Perang, Gareng Lameng

    - Senjata: Sundu

    - Lagu: Anak Kambing Saya

    - Bahasa: beragam (Timor, Sumba, Flores)

    - Pakaian adat: Tenun ikat NTT

 

- Kalimantan Barat

    - Rumah adat: Panjang

    - Alat musik: Sapek/Sampe

    - Tarian: Monong

    - Senjata: Mandau

    - Lagu: Cik Cik Periuk

    - Bahasa: Melayu, Dayak

    - Pakaian adat: Perang Dayak

 

- Kalimantan Tengah

    - Rumah adat: Betang

    - Alat musik: Japen/Sapek

    - Tarian: Balean Dadas, Tambun & Bungai

    - Senjata: Mandau

    - Lagu: Manasai

    - Bahasa: Dayak Ngaju

    - Pakaian adat: Dayak Kalteng

 

- Kalimantan Timur

    - Rumah adat: Lamin

    - Alat musik: Sampe/Sapek

    - Tarian: Kancet Ledo (Tari Gong)

    - Senjata: Mandau

    - Lagu: Bebilin

    - Bahasa: Dayak, Kutai

    - Pakaian adat: Urang Besunung (Dayak)

 

- Kalimantan Selatan

    - Rumah adat: Bubungan Tinggi

    - Alat musik: Panting

    - Tarian: Baksa Kembang

    - Senjata: Keris, Anak Mandau

    - Lagu: Ampar-Ampar Pisang

    - Bahasa: Banjar

    - Pakaian adat: Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

 

- Kalimantan Utara

    - Rumah adat: Baloy

    - Alat musik: Sundu

    - Tarian: Kancet Ledo

    - Senjata: Mandau

    - Lagu: Bebilin, Jugit Demaring

    - Bahasa: Tidung, Dayak

    - Pakaian adat: Dayak/Tidung

 

- Sulawesi Utara

    - Rumah adat: Walewangko

    - Alat musik: Kolintang

    - Tarian: Maengket

    - Senjata: Pedang Bara Sangihe

    - Lagu: O Ina Ni Keke

    - Bahasa: Minahasa (Tonsea, Tontemboan, dkk.)

    - Pakaian adat: Minahasa (Kabasaran)

 

- Gorontalo

    - Rumah adat: Dulohupa

    - Alat musik: Polopalo, Gambusi

    - Tarian: Saronde, Polo-Polo

    - Senjata: Badik

    - Lagu: Hulondalo Lipu’u

    - Bahasa: Gorontalo

    - Pakaian adat: Bili’u/Paluwala

 

- Sulawesi Barat

    - Rumah adat: Boyang (Mandar)

    - Alat musik: Kecapi Mandar

    - Tarian: Pattuqduq

    - Senjata: Tombak, Badik

    - Lagu: Sayang-Sayang Mandar

    - Bahasa: Mandar

    - Pakaian adat: Pattuqduq Towaine

 

- Sulawesi Selatan

    - Rumah adat: Tongkonan (Toraja), Bola Ugi

    - Alat musik: Gendrang

    - Tarian: Pakarena, Kipas

    - Senjata: Badik

    - Lagu: Anging Mamiri

    - Bahasa: Makassar, Bugis, Toraja

    - Pakaian adat: Baju Bodo

 

- Sulawesi Tenggara

    - Rumah adat: Buton/Laika

    - Alat musik: Lado-Lado

    - Tarian: Lumense, Balumpa

    - Senjata: Parang Taawu/Keris

    - Lagu: Wulele Sanggula

    - Bahasa: Tolaki, Muna, Buton

    - Pakaian adat: Tolaki/Muna

 

- Sulawesi Tengah

    - Rumah adat: Tambi

    - Alat musik: Gimba (gendang)

    - Tarian: Dero, Lumense (varian daerah)

    - Senjata: Pasatimpo

    - Lagu: Tananggu Kaili

    - Bahasa: Kaili, dkk.

    - Pakaian adat: Nggembe

 

- Maluku

    - Rumah adat: Baileo

    - Alat musik: Tifa

    - Tarian: Lenso

    - Senjata: Salawaku

    - Lagu: Ayo Mama

    - Bahasa: Melayu Ambon

    - Pakaian adat: Baju Cele

 

- Maluku Utara

    - Rumah adat: Sasadu

    - Alat musik: Tifa

    - Tarian: Lenso

    - Senjata: Parang Salawaku

    - Lagu: Borero

    - Bahasa: Ternate, Tidore

    - Pakaian adat: Manteren Lamo

 

- Papua Barat

    - Rumah adat: Honai, Kaki Seribu (Arfak)

    - Alat musik: Tifa

    - Tarian: Musyoh, Selamat Datang

    - Senjata: Panah

    - Lagu: Apuse

    - Bahasa: Biak, Arfak, dkk.

    - Pakaian adat: Ewer/Serui

 

- Papua

    - Rumah adat: Honai

    - Alat musik: Tifa

    - Tarian: Musyoh

    - Senjata: Pisau belati, busur–panah

    - Lagu: Yamko Rambe Yamko, Sajojo

    - Bahasa: Sentani, Dani, dkk.

    - Pakaian adat: Koteka/Asmat